Menggilai Karakter Fiktif

Menggilai Karakter Fiktif

www.tythaw.blogspot.com

Salah satu hal yang menyenangkan dari menulis fiksi adalah pembuatan dan pembentukan karakter-karakter beraneka ragam dalam cerita yang kita buat sendiri. Kita bisa menciptakan tokoh sesuka hati, yang keren ataupun sebaliknya, tentunya dalam persepsi keren kita sendiri. Dan bahkan, saat membaca karya fiksi orang lain, kita akan menemukan berbagai macam karakter manusia. Dalam pengalaman saya, sebagiannya ada karakter yang akan membuat kita benar-benar menyukainya. Iya ga sih? :D

Dan sepertinya, saya sangat berbakat untuk selalu suka atau tergila-gila (dalam artian benar-benar berpikir untuk bisa menemukan karakter seperti itu di dunia nyata) terhadap suatu karakter manusia fiktif yang memberikan kesan tersendiri saat membaca sebuah kisah fiksi. Barangkali saja memang tipe atau tokoh manusia dengan karakter seperti itu ada atau mendekati miripnya, toh itu dibuat oleh manusia juga dalam imajinasinya.

Makanya, saya pikir, orang-orang yang bisa membuat karakter kuat dengan amat keren itu sangat mengagumkan. Selalu ada kesan yang tertinggal untuk mengenang kembali ceritanya. Bahkan bisa ikut bersimpati atas apa yang dirasakan oleh sang tokoh imaji tersebut. Tak jarang pula membuat saya nangis sesegukan atau marah tidak jelas. Ah, apakah ini saya saja yang terlalu lebay dan melankolis ya? Haha.

Ada beberapa karakter yang teramat saya sukai dari dulu sampai sekarang. Mereka muncul dari novel dan film, dan membuat saya bisa mengambil berbagai hal dari mereka. Berikut ini adalah sebagian list-nya (urutan tidak menyatakan prioritas paling disukai) :

Read the rest of this entry

Gumam Perempuan

Gumam Perempuan

http://www.creativestem.com/artwork/2851

Tahukah kau bagaimana rasanya menjadi seorang perempuan?

Saya memandang ke jendela, mengintip sebaris putih semburat biru tempelan langit dalam sisa-sisa pagi yang hening. Berpikir lagi, dan nyaris dalam bertahun-tahun kehidupan yang saya lewati setelah melampaui akil balig, bahwa tidak ada yang berubah selama ini. Saya memikirkannya, menuliskannya, tapi seringnya belum bisa melakukannya.

Ah, ya, ini sudah tahun 2012 ya?

Apakah masih panjang hidup kita? Sampai manakah kita?

Mungkin, saya merasa semakin menua. Menjadi perempuan tua, tapi belum bisa melakukan apa-apa. Apakah nantinya saya akan menjadi seorang perempuan tua yang menyebalkan karena tidak pernah merasa mendapat kebahagiaan dan sejarah cinta pada masa mudanya? Haha.

Membayangkan seorang bibi-bibi tua yang belum pernah merasakan cinta masa muda, duduk di kursi serupa boneka sambil memegang kipas, membicarkan hal-hal tidak penting, mengomeli anak-anak muda yang makin bebas merdeka dengan kemudaan yang membuat cemburu, dan memperhatikan para keponakan yang masih belia bersama para kekasihnya. Dengan cara-cara yang amat menyebalkan. Semakin tua semakin menyebalkan. Tidak semakin matang dan arif bijaksana. Para kaum muda pun memandangnya dengan penuh kasihan, dan segera tahu bahwa sang bibi adalah perempuan yang tidak pernah merasakan cinta pada masa seusia mereka.

Itu sesungguhnya adalah kecemburan.

Dan saya tidak sedikitpun ingin menua dengan cara-cara seperti itu.

Setidaknya, hati dan pikiran tidak seperti itu. Menjaga kewarasan saja.

Ah, ya, ini tahun 2012. Masih hidup ternyata kita. Dan masih bisa mengubah beberapa hal, tentu saja. Gambaran itu hanyalah ketakutan belaka. Mari rayakan kembali dengan lebih baik. Tapi, hendak seperti apa?

Ci – : Euh….Ini Soal Makanan

Ci – : Euh….Ini Soal Makanan

Saya teringat ketika seorang kawan bloger mengatakan dalam obrolan kami beberapa tahun lalu, bahwa salah satu ciri khas Jawa Barat adalah nama kota-kotanya yang berawalan Ci. Misal, Ciamis, Cikoneng, Cimahi, Cibodas, Cisarua, Cisangkan, dan lain sebagainya. Saya pikir-pikir, benar juga ya. Ci memang telah menjadi ciri khas nama kota di daerah Sunda. Ci sendiri merupakan kependekan dari kata dalam bahasa sunda, yaitu cai (artinya, air). Konon menurut Jakob Sumardjo, penggunaan kata ci tersebut erat kaitannya dengan budaya air sebagai salah satu sumber kehidupan.

Ternyata, selain nama kota yang didominasi oleh awalan ci, nama jajanan khas sunda pun (terutama Bandung) ada yang menggunakan awalan ci. Tidak banyak sih-tentunya tidak sebanyak varian jajanan Bandung itu sendiri yang ampun-ampunan. Ci dalam nama makanan tersebut merupakan kepedekan dari aci (tidak jauh berbeda dengan cai ya, haha), atau dalam bahasa indonesianya berarti tepung maizena. Selain jajanan berawalan ci, ada juga beberapa yang merupakan singkatan dari bahan dasar jajanannya itu sendiri.

Read the rest of this entry

Mengalahkan Rowling ?

Mengalahkan Rowling ?

Saya tidak ingat kapan tepatnya suka pada tulis –menulis. Namun bertahun –tahun yang lalu, saya terbiasa menulis buku diary seperti para anak gadis pada umumnya, sehingga penuturan bercerita dalam tulisan menjadi terasah tanpa sengaja saya melatihnya. Saya butuh menulis sesuatu setiap mengalami atau merasakan berbagai hal, walaupun hanya satu kalimat saja. Dan ternyata, itu adalah hal yang sangat menyenangkan. Sepertinya segala sesuatu telah keluar begitu saya saat saya menulis. Namun saat itu saya hanya menulis untuk itu saja, dan menjadi termudahkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia (waktu itu saya sangat senang jika ada tugas mengarang bebas).

Hingga suatu ketika saya terbata –bata membaca sebuah cerpen yang ditemukan di sobekan koran bekas bungkus bumbu yang dibeli ibu dari warung. Pada saat itu saya merasa bahwa ternyata manusia bisa menciptakan dunia indah dan aneh tak terkira dari pikirannya. Dan jika pikiran itu disampaikan dengan baik, maka orang –orang akan membayangkan dunia tersebut serta merasa berada di dalamnya. Sungguh hebat ! Dia, penulis cerpen itu, seperti menciptakan sebuah kehidupan. Sobekan koran itupun saya simpannya baik –baik. Kisahnya terus membayang dan saya bisa mengingat dengan jelas tiap adegannya. Sungguh mengagumkan.

Read the rest of this entry

S a r i t e m

S a r i t e m

Aku melihatnya pertama kali pada akhir bulan Oktober, pertengahan musim hujan yang suram. Namanya Nina, dan aku mencintainya. Dia mengenakan gaun pendek biru muda, turun dari taksi dan masuk ke sebuah bangunan bertingkat dua di jalan itu. Ini adalah kawasan dimana kau yang mengaku diri sebagai manusia baik -baik akan mengutuknya dengan keji. Pada siang hari, kau tidak akan melihat apapun selain kehidupan biasa yang sepi di pinggiran kota. Tapi saat malam tiba, tempat ini menjadi Las Vegas. Tapi Nina tidak seperti kebanyakan wanita -wanita muda yang berdiri di pinggir jalan dan menghentikan mobil bagus yang lewat. Dia juga tidak berdandan seperti mereka. Nina seharusnya tidak berada di sana. Aku tahu itu.

Aku selalu mengamati tiap laki -laki yang selalu membawa Nina dari kejauhan. Bagiku, Nina menjadi semacam penghiburan saat aku penat kerja dan aku melongok keluar jendela untuk melihatnya. Dengan melihatnya, aku mendapat kebahagiaan yang menggerakkan semangatku.  Aku ingin juga menemuinya dan berbicara dengannya. Kesempatan itu datang saat sebelum tengah malam Nina keluar dari gedung sendirian. Dia menundukkan wajahnya sambil memeluk jaket kulitnya. Dia sepertinya buru -buru, tapi aku menghadangnya di trotoar saat dia hendak menyetop taksi.

“Kamu punya uang berapa?”tanya Nina. Aku memang tidak membawa mobil. Aku hanya punya sepeda motor.

” Tidak banyak, tapi kita bisa mengobrol saja, aku…”

Read the rest of this entry

Festival Origami di Bandung

Festival Origami di Bandung

Mendengar kata ‘origami’, yang pertama muncul di kepala saya adalah Jepang. Anda juga begitu bukan? Origami adalah salah satu hal yang identik dengan Jepang selain tentunya bunga sakura. Origami merupakan seni melipat kertas yang sudah diperkenalkan pada masyarakat kita semenjak anak –anak. Ada kertas khusus, biasanya saya menyebutnya kertas origami, yang bisa dibuat untuk membuat berbagai bentuk sederhana seperti hewan, bunga, dan lain sebagainya. Kertasnya berupa kertas polos warna –warni yang pastinya sangat disukai anak –anak.

Sebenarnya origami sendiri memiliki sejarah unik di Jepang, dan saya baru tahu kalau bentuk pertama yang dibuat dalam seni origami ini adalah burung bangau ! Selama ini saya hanya menganggap origami sebagai kerajinan tangan yang tidak terlalu istimewa karena bentuknya yang begitu –begitu saja sesuai dengan contoh yang tertera dalam panduan di setiap kemasan kertas origami di Indonesia. Meskipun kemudian saya tahu bahwa di Jepang sendiri origami memiliki nilai seni yang tinggi dan bentuk yang dihasilkan bisa begitu indah, namun karena belum pernah melihatnya sendiri, saya juga tidak begitu tertarik untuk mempelajari origami. Pun mencoba membuatnya.

Read the rest of this entry

Flatliners [1990] – Mempelajari Kematian

Flatliners [1990] – Mempelajari Kematian

http://www.scifi-movies.com/english/

Disclaimer :

Sangat dimungkinkan bahwa tulisan ini akan mengandung (banyak) spoiler. Dan saya menonton film ini pada saat kecil dulu di televisi swasta, dan belum sempat menonton lagi. Jadi ulasannya mungkin tidak akan terlalu akurat/detail.

Pernahkan anda membayangkan bagaimanakah proses kematian mendatangi seorang manusia dan apakah yang akan terjadi pada jiwa manusia tersebut setelah mati (jika memang kehidupan setelah kematian itu ada) ? Bagi para pemikir rasional dan tidak percaya terhadap Tuhan, hal tersebut harus dibuktikan secara ilmiah, dengan mengalaminya sendiri. Mengalami mati (atau setidaknya mendekati kondisi mati/ Near Death Experience) dan tentunya hidup kembali untuk menceritakan pengalaman tersebut kepada orang lain ( mungkin akan mengingatkan anda pada buku Journey of Souls –nya Michael Newton, saya belum membacanya).

Nelson (Kiefer Sutherland), seorang mahasiswa kedokteran yang terobsesi pada penelitian tentang kematian nekat melakukan sebuah percobaan illegal nan berbahaya di sebuah ruang kampus yang dirahasiakan. Dia mengajak beberapa rekannya – beberapa diantara mereka adalah ateis, untuk membantunya melakukan percobaan tersebut. Nelson ingin membuktikan dan merasakan sendiri sensasi berada dalam kondisi ‘mati’ secara klinis dan dibangunkan kembali. Percobaan tersebut dilakukan pada malam hari dengan asumsi bahwa jika dia berhasil, maka mereka akan menjadi terkenal dan memecahkan misteri kematian. Jika tidak, maka dia akan mati.

Pada awalnya mereka berdebat karena tidak setuju dengan percobaan gila tersebut. Namun Nelson berhasil meyakinkan mereka untuk melakukan percobaan itu kepada dirinya sendiri. Dia akan disuntik sampai berada dalam kondisi koma dan mati secara klinis dalam sepersekian detik, lalu teman –temannya akan membangunkannya dengan memberikan kejutan listrik di dadanya.

Dan apakah yang dilihat Nelson dalam kematiannya ?

Read the rest of this entry

BACABACABACA (Lagi) !!!

BACABACABACA (Lagi) !!!

Bisa dibilang, sejak kecil saya kerasukan sebuah minat pada membaca segala hal yang tertera –bahkan, di kertas –kertas secuwir bekas bungkus bawang dari warung dekat rumah. Pada tahun –tahun semasa saya kecil dan tumbuh meremaja di sebuah kampung kecil, segala sumber informasi dan ilmu pengetahuan masih minim. Sekolah adalah tempat satu –satunya kita menjadi terdidik secara intelektual pada waktu itu, dan tentunya juga: televisi.

Memang ada beberapa orang yang sudah berlangganan majalah, tapi majalah macam apa yang bisa menjangkau kampung seperti itu? Orang tua saya, bisa saya bilang, tidak mendidik saya untuk cinta buku. Tidak ada banyak buku di rumbah selain buku –buku pelajaran sekolah yang membosankan. Bahkan orangtua saya ‘hanya’ pernah sekali berlangganan sebuah koran sunda jadul (yang mungkin sekarang sudah tidak ada lagi, saya kurang tahu). Lupakan Republika, National Geographic, dan yang semacam itu. Saya bahkan tidak pernah mengenal majalah –majalah semacam itu sampai remaja. Atau apalagi internet.

Tetapi mata saya, entah kenapa selalu jeli melihat tiap barisan kalimat luar biasa dan baru saya lihat walau hanya dari bekas bungkus gorengan yang dibeli ibu. Kadang –kadang, saya mengumpulkan bekas –bekas kertas itu (biasanya koran) dan membaca apapun yang ada di sana. Beberapa yang saya ingat dari pengetahuan yang saya dapat dari bekas –bekas koran itu semisal, fotografer terkenal bernama Robert Capa dengan foto –foto legendarisnya, seorang professor yang berhasil memecahkan rumus matematika yang belum pernah terpecahkan sepanjang masa, sebuah cerpen berjudul Thoughts in The Dark (Kazuhiko Tsuzuki, kalau tidak salah) –cerpen yang membekas dalam diri saya sampai hari ini, dan beberapa informasi lainnya.

Read the rest of this entry

Pedestrian

Pedestrian

www. pedestriansigns.com

Saya adalah seorang pedestrian yang bahagia (padahal bohong :D ). Tetapi benar, saya lebih suka jalan kaki (walaupun tentu bukan semacam jalan kaki Long March 2 malam 3 hari ke pantai Pangandaran dan disiksa senior sampai telapak kaki benjol -benjol dan tak bisa bangun sesudah duduk). Ya, walaupun polusi udara di jalan tidak membahagiakan, tapi saya menggunakan kesempatan itu untuk sekalian berolahraga (karena saya sangat jarang melakukannya).

Sejak memasuki musim kerja sesudah kuliah, saya selalu berjalan kaki ke tempat kerja. Karena saya memilih tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari tempat kerja tersebut, saya mulai membiasakan diri berjalan pulang -pergi. Dan sebenarnya itu adalah hal yang menyenangkan. Saya sering sengaja berangkat lebih pagi, kurang dari jam tujuh untuk menghindari polusi udara dari kendaraan di jalan. Dan agar bisa memilih jalan memutar, karena rute-nya melewati jalan yang rindang dan sawah -sawah sempit di pinggir kota. Melihat kota yang masih sejuk dan matahari pagi yang mulai menghangat adalah hal mewah yang tak bisa dinikmati tiap hari. Saya merasa bebas untuk berdiri sejenak melihat itu semua, memfoto langit dan sawah (dan juga memfoto diri sendiri, dasar narsis amit -amit :D ).

Tapi di sini, agak sulit juga menjadi pedestrian, bagi saya.

Read the rest of this entry

In The City of Sylvia [Review]

In The City of Sylvia [Review]

http://trustmovies.blogspot.com/

Pernahkah anda bertemu seseorang yang membuat anda begitu terkesan sehingga menginginkan pertemuan lainnya dan bahkan mencari orang tersebut dengan hanya mengandalkan ingatan –ingatan sekilas saja tentangnya? Jika pernah, maka film ini bisa mewakili anda mengenai pencarian tersebut dengan cerita yang amat sederhana dan visualisasi yang teramat indah.

Filmnya berjudul In The City of Sylvia (Spanyol, 2007) –judulnya membuat saya penasaran, disutradarai oleh Jose Luis Guerin, dibintangi oleh Pilar Lopez de Ayala dan Cavier Lavitte.

Ceritanya yang amat sangat sederhana, bahkan bisa terjadi kepada siapa saja, membuat saya berpikir bagaimana film berlatar belakang ringan dan sederhana ini bisa begitu indah. Mungkin minimnya dialog (bahkan bisa dibilang nyaris tanpa dialog sama sekali), suasana yang sunyi, dan detail adegan lah yang membuatnya menjadi unik dan saya merasa film ini sangat asik buat ditonton tanpa bosan sama sekali. Inilah pengalaman menonton saya di masa kini yang sangat berkesan dan tidak mudah dilupakan (biasanya film –film berkesan itu saya tonton pada masa kecil, sekarang jarang menemukan yang benar –benar unforgettable). Sepertinya karena referensi genre film saya bertambah, dan In The City of Sylvia adalah salah satu ‘coba –coba’ saya menonton film non –mainstream. And Yeah, I like it !

Read the rest of this entry