Masak Makanan Favorite, Yuk!

Memasak masakan lokal yang sehat dan enak itu ternyata tidak terlalu sulit. Ya sebenarnya relatif juga sih tergantung jenis masakannya, hehe. Tapi setidaknya untuk beberapa makanan sunda favorite, saya sudah bisa membuatnya sendiri. Maksudnya betul-betul dimasak sendiri dari awal, dengan bumbu-bumbu yang dipilih sendiri juga. Tidak ada campur tangan Ibu.

Dulu, saya menganggap kalau kemampuan memasak saya betul-betul payah. Tapi itu ternyata karena saya tidak mau mencoba, males, dan terlalu banyak alesan sehingga tidak ada keberanian untuk bereksperimen dengan masakan. Setelah mencoba beberapa kali, ternyata gak sulit-sulit amat, asal tahu rumus dasarnya. Tapi, ini tentu berlaku untuk menu-menu sunda yang biasa saya santap sehari-hari. Saya masih belajar dari masakan yang paling mudah dan available di sekeliling dulu.

Btw, di rumah saya tidak ada freezer/kulkas/lemari es. Saya sebetulnya gak terlalu suka mengawetkan makanan di lemari es karena meyakini bahwa kandungan asli makanan tersebut akan berubah. Jadi selama ini saya selalu membeli bumbu dan bahan masakan di warung dekat rumah saja, seperlunya, tidak menimbun bahan-bahan dalam jumlah banyak. Memang sih sudah kepikiran akan lebih efektif kalau saya belanja bahan makanan/masakan dalam jumlah banyak dan variatif supaya nanti saya bisa memasak lebih banyak menu dan mencoba hal-hal baru. Banyak item masakan yang gak ada di warung kecil. Yah namanya juga warung di kampung, itemnya ya gitu-gitu aja.

Mungkin ke depannya saya akan mengadakan lemari es di rumah. Jadi memasak lebih gampang dan tidak malas cuma gara-gara bumbunya minim atau bahan masakannya belum tersedia, lalu puyeng mencari apa yang mau dimasak di warung (lha di warungnya gak ada apa-apa).

Oya, rumus dasar memasak bagi saya adalah tercukupinya bawang putih, bawang merah, garam, gula, dan TANPA penyedap rasa. Ketika takaran item-item tersebut sudah pas, maka dijamin masakan akan enak. Beneran lho.

Berikut ini, saya mau membagi resep 3 makanan sunda favorite saya yang baru-baru ini dimasak sendiri, dan saya merasa berhasil dalam memasaknya (baca : enak). Saya atur sendiri jenis bumbunya. Entah kalian akan suka atau tidak. Tapi resep ini dijamin simpel.

1. Sambel tomat

Makan dengan sambel itu bikin makan nambah melulu. Bahan :

  • Tomat
  • Cengek/cabe rawit (bisa dibanyakin untuk yang pengen sensasi pedas)
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Garam
  • Gula merah

Note : untuk yang suka terasi, bisa ditambah terasi sedikit.

Cara membuat : semua bahan di atas, kecuali cengek/cabe rawit, di goreng/dibakar setengah mateng. Kira-kira maksimal 5 menit, jangan sampai mateng. Setelah setengah matang, bahan tersebut diangkat, dan tiriskan sebentar. Siapkan cowet untuk menumbuk sambal.

Setelah agak dingin, semua bahan ditumbuk di cowet beserta cengek/cabe rawit. Tumbuk sampai halus. Setelah itu, siap disantap. Bisa dicocol lalapan apapun.

2. Nasi goreng kecap

Bahan :

  • Nasi
  • Telur ayam
  • Tomat
  • Bawang putih, bawang merah
  • Cengek/cabe rawit (untuk yang suka pedas)
  • Kecap manis
  • Garam
  • Gula pasir
  • Buncis
  • Minyak/mentega

Cara membuat :

Bawang putih, bawang merah, tomat, buncis, cabe rawit dipotong kecil-kecil banget.

Panaskan minyak/mentega. Masukkan semua bumbu kecuali cabe rawit. Aduk-aduk sampai bau bawangnya keluar. Setelah setengah matang, masukkan telur ayam, garam, gula pasir dan diaduk-aduk. Lalu masukkan nasi, aduk kembali. Terakhir, masukkan potongan cabe rawit dan kecap manis.

3.Tempe mendoan

Ini dia makanan kesukaan saya, the most favorite food of all time!

Bahan :

  • Tempe
  • Tepung terigu
  • Bawang putih, bawang merah, bawang daun (agak dibanyakin)
  • Tomat
  • Lada
  • Garam
  • Gula pasir
  • Cengek/cabe rawit

Cara membuat : tempe dipotong tipis-tipis dan lebar (atau sesuai ukuran tempenya), direndam dalam air hangat yang sudah dicampuri garam dan bawang putih yang ditumbuk, biarkan selama 10-15 menit agar menyerap. Sementara itu tumbuk halus semua bumbu kecuali bawang daun dan gula pasir. Campurkan semua bumbu tersebut dengan tepung terigu, lalu aduk sambil dikasih air secukupnya. Jangan terlalu kental dan jangan terlalu cair, secukupnya saja. Lalu masukkan bawang daun dan gula pasir untuk penyedapnya.

Tempe dimasukkan ke dalam adonan tepung, lalu digoreng dalam api sedang. Angkat dan tiriskan setelah tempenya berwarna kecoklatan. Nyammmm sedaaap!

Selamat mencoba \^o^/

*maaf tidak sempat bikin skrinsyut, jadi gambarnya cari saja di google ye*

Advertisements

Beberapa Jenis Tumbuhan Yang Bisa Dijadikan Lalapan & Sayur

Setelah mengobrol sama Mbak Medi soal sayur-sayuran, akhirnya selesai juga menulis soal dedaunan (dan sejenisnya) liar yang ditemukan di kampung saya.

Pernah ada peribahasa seperti ini ‘ngasih makan orang sunda itu gak sulit, cukup simpan mereka di kebun atau ladang juga sudah bisa bertahan hidup’, haha. Itu artinya, karena mungkin mayoritas orang-orang kampung di sunda menyukai lalapan, maka segala macam tumbuhan yang sekiranya tidak beracun akan dijadikan makanan. Dan sebagian dari lalapan-lalapan yang sudah banyak diketahui itu tidak pernah sengaja ditanam. Tumbuhan tersebut tumbuh liar begitu saja di kebun, halaman rumah, petak sawah, atau di tanah-tanah gembur.  Dan siapapun bisa memetiknya dengan bebas, tentu saja.

Beberapa lalapan atau sayur mayur yang sudah dikenal secara umum di sunda misalnya daun singkong, kemangi, bayam, kangkung, katuk, oyong, kenikir (rangda midang), ja’at, daun tangkil, dan lain sebagainya. Nah, tapi ada beberapa jenis yang mungkin belum dikenal (mungkin sih).  Saya sendiri tidak terlalu familier dengan beberapa daun-daunan tersebut.

Berikut ini beberapa dedaunan yang sudah saya temukan dan bisa dikonsumsi (lengkap dengan gambarnya). Tapi maaf, hampir semuanya masih dalam penamaan sunda 😀

Continue reading “Beberapa Jenis Tumbuhan Yang Bisa Dijadikan Lalapan & Sayur”

The art of making sambel [bonus track : gula merah kawung]

Update

Ibu-ibu dan sebagian besar perempuan di desa saya bilang ‘salah satu keberhasilan perempuan dalam kehidupan rumah tangga itu dinilai dari masakannya, terutama sambel! Jadi kalau sambelnya enak, maka masakannya juga enak dan bisa memuaskan suami’. Mitos apalagi ini ya?

Saya sempat tidak mempercayainya. Kalaupun tidak bisa bikin sambel yang enak, ya tinggal belajar bikin masakan-masakan lain yang sehat, enak, dan penuh variasi. Sambel boleh tak enak tapi masakan lain bisa jadi enak. Lagipula kenapa penilaiannya, lagi-lagi, hanya untuk perempuan? Kalau laki-laki yang sambelnya tak enak kenapa tidak dipermasalahkan juga ya?

Ya memang sih, kemarin saya bikin kelepon dan gagal lagi! *gigit-gigit kaki meja*

Continue reading “The art of making sambel [bonus track : gula merah kawung]”

Membuat Cemilan Rumahan Khas Sunda

Camilan favorit di rumah adalah Lagendar, atau biasa disebut gendar. Di tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan tentang Lagendar. Nah, kali ini juga saya masih seneng mencoba membuat makanan lain yang bisa dijadikan cemilan buatan rumah dengan bahan ala kadarnya tapi lumayan enak juga. Cemilan khas kampung =D. Oya, sebenarnya ini juga bukan saya yang bikin sih, tapi saya bantu-bantu Ibu dan Kakak saja. Haha.

Jadi, sejak kecil Ibu tidak membiasakan anak-anak untuk jajan di luar rumah ataupun menyediakan makanan ringan buatan pabrik, ataupun pengisi toples-toples terutama jika ada tamu. Ibu terbiasa membuat makanan-makanan khas sunda untuk cemilan maupun untuk tamu, terutama jika ada kegiatan seperti pengajian ibu-ibu, lebaran, atau hajatan. Walaupun kadang-kadang, ya Ibu membeli juga dari luar. Tapi jarang sekali. Mungkin karena penghematan juga, makanya Ibu memilih untuk menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah yang pasti harganya jauh lebih murah jika dibandingkan membeli makanan ringan dari luar.

Tapi sekarang sih biasanya membeli dari luar kalau butuh cemilan. Kecuali sedang tidak malas bikin :mrgreen:

Continue reading “Membuat Cemilan Rumahan Khas Sunda”

Membuat Lagendar

Lagendar atau biasa disingkat Gendar adalah camilan khas berasal dari daerah sunda. Mungkin sudah jarang ditemukan di toko, ataupun jika ada, rasanya tidak akan seenak Lagendar yang dibuat sendiri.

Ibu saya sering membuat Lagendar untuk camilan di rumah, karena di rumah jarang sekali ada makanan ringan yang dibeli dari luar. Selain Lagendar, Ibu kadang membuat keripik pisang (tentu saja, karena halaman rumah kami adalah produsen pisang hehe), ranginang dan kicimpring (atau emping singkong). Kadang-kadang bikin papais (atau orang biasa menyebutnya bugis). Sebetulnya dulu masih banyak panganan khas yang biasa dibikin ibu semacam kolentang dan saya lupa lagi namanya. Sepertinya makanan-makanan ini harus dilestarikan karena sudah sangat jarang ada.

Lagendarlah yang masih sering dibuat. Bahannya : sisa nasi, bawang putih, garam, bisa ditambahkan bumbu lain sesuai selera. Semua bumbu tambahan ini ditumbuk halus menjadi satu.

Continue reading “Membuat Lagendar”