Genji, Playboy Kelas Dinosaurus

Karena terlalu malas, saya tidak jadi pindah.

Sekian:mrgreen:

Kali ini saya mau bercerita soal Genji Monogatari (The Tale of Genji), sebuah fiksi klasik dari Jepang yang konon merupakan sastra tertua di dunia. Kisah Genji yang melegenda ini dikarang oleh Murasaki Shikibu pada era Heian (sekitar abad ke 11). Saya sendiri belum membaca novel aslinya, baru membaca manga saduran yang sangat jauh berbeda dengan versi orisinil, juga sebuah anime yang lebih mendekati cerita aslinya. Judul anime tersebut ‘Genji Monogatari Senneki’ yang terdiri dari 11 episode dengan artwork yang keren sekali. Tapi sebagaimana rating novelnya yang khusus dewasa, anime yang saya sebut di atas juga hanya bisa dinikmati oleh para dewasa saja. Karena selain aspek cerita yang kompleks, anime-nya juga lebih mengeksplorasi petualangan cinta Genji yang tentu dibumbui oleh adegan-adegan seks.

Lalu kenapa saya menyebut Genji sebagai playboy kelas dinosaurus? Sebenarnya itu untuk memperlihatkan bahwa Genji adalah tokoh yang keplayboyannya sudah sangat nista sehingga saya bisa menyumpahi dia untuk disunat berkali-kali sampai habis atau terkena penyakit kelamin menular yang mematikan. Haha, kejam banget ya.

Bagi yang tidak suka kisah percintaan, Genji Monogatari mungkin akan membuat anda muak sampai ingin muntah darah (lebay) karena cerita ini akan didominasi oleh drama dan kisah-kisah percintaan Genji dengan wanita-wanita cantik nan seksi (seperti Cassanova mungkin, tapi sepertinya lebih parah). Tapi tenang, Genji Monogatari lebih kompleks dari melulu kisah cinta. Di sini akan banyak intrik dan tipu daya politik khas kehidupan kerajaan.

Dari animenya yang sudah saya tonton sampai 11 episode, garis besar kisah percintaan Genji dimulai dari sang tokoh utama yang masih abege bertemu dengan Ibu tirinya yang masih sangat muda dan hanya lebih tua 5-6 tahun saja darinya. Genji, kalau tidak salah, adalah putera raja dari salah satu selirnya. Jadi posisinya di kerajaan tidak terlalu kuat dibanding saudara-saudaranya sehingga dia hidup terkucil. Sewaktu ayahnya menikah lagi dengan permaisuri terakhir, ternyata permaisuri itu masih sangat belia, lebih pantas jadi kakak perempuannya. Genji jatuh cinta yang segila-gilanya pada ibu tirinya itu (namanya Lady Fujitsubo), sampai akhirnya dia menjelma jadi playboy kelas dinosaurus karena tidak bisa memiliki perempuan yang dicintainya. Sudah kebayang kan bagaimana kisah ini selanjutnya?

Berbeda dari saudara-saudaranya, Genji lebih cenderung mirip sastrawan yang gemar membuat puisi. Sampai umur belasan tahun, Genji diurus oleh sang permaisuri seperti adik sendiri sampai tumbuh ikatan emosional diantara mereka. Tapi sesudah umur sekian belas tahun (saya lupa tepatnya), menurut adat kerajaan seorang anak lelaki tidak boleh akrab-akrab dengan perempuan bukan muhrim apalagi permaisuri (hehe), sehingga Genji terpaksa dipisahkan dari kekasihnya. Genji pun tumbuh akhirnya tumbuh jadi seorang petualang cinta yang gombal tiada tara dengan puisinya, hobi mengejar para wanita cantik dan menidurinya.

Anehnya, Si Genji ini tidak takut terserang penyakit kelamin ya, pada jaman Heian mungkin belum ada kondom *plak*. Oke, serius. Genji dalam cerita ini tumbuh menjadi pemuda tampan yang suka mengobral janji tapi hidupnya penuh dengan kesedihan karena selalu mencintai perempuan terlarang, yaitu ibu tirinya. Saya lupa tepatnya berapa orang  cewek cantik yang sudah ditiduri Genji. Tak pernah ada satupun rayuan mautnya yang meleset. Dari mulai janda hampir tengah baya yang sudah punya anak sampai cewek baik-baik yang polos dan masih perawan, yang tadinya tidak mau dia tiduri, semuanya disikat dengan rayuan dan janji gombalnya.

Dia bahkan berselingkuh dengan para istri pejabat, dengan istri kenalannya dan tentu saja dengan Lady Fujitsubo sendiri (ibu tirinya) setelah sang raja meninggal. Dia sempat menikahi seorang perempuan yang dijodohkan dengannya, bahkan memiliki satu orang anak. Sayangnya, masa bahagia tersebut tidak berlangsung lama. Istrinya meninggal saat melahirkan, padahal waktu itu dia sudah mulai menyukai istrinya. Kesialan-kesialan yang menimpa Genji ini konon diakibatkan kutukan seorang janda tengah baya yang pernah ada affair dengan Genji lalu ditinggalkan begitu saja oleh Genji (seperti kebiasaan dia). Janda tersebut rupanya memiliki ilmu hitam yang mengerikan.

Daaaan, bagian yang saya suka sebenarnya cuma ini : saat Genji berusia 18 tahun bertemu dengan seorang anak perempuan berumur kurang dari 8 tahun dan tiba-tiba dia merasa begitu bahagia. Anak itu bernama Lady Murasaki (sepertinya si Genji in ada bakat pedofil juga). Genji mengadopsi anak tersebut saat orang tuanya meninggal. Ternyata itu dilakukannya karena anak tersebut sangat mirip Lady Fujitsubo (dan mereka memang masih ada ikatan saudara jauh). Genji tidak begitu memperhatikan pertumbuhan Murasaki, tapi setelah bertahun-tahun berpetualang (wanita), suatu hari saat pulang ke rumah dia disambut oleh seorang perempuan muda yang sangat cantik. Ternyata Murasaki sudah tumbuh dewasa. Begitulah.

Sayangnya, anime yang cuma 11 episode tidak membahas kisah Genji sampai akhir. Dan mungkin ada beberapa bagian yang berbeda antara versi asli dengan versi anime. Saya sendiri mencari ending kisah ini dari google, dan ternyata kehidupan Genji semakin rumit penuh intrik politik. Walau dia seperti biasa mengumbar janji pada Murasaki untuk menikahi (tapi tidak meniduri dia sebelum menikah), Genji tetap jadi playboy menjijikkan. Mungkin dia memang terlahir untuk menjadi playboy kelas dinosaurus. Bagi anda yang ingin tahu bagaimana nasib Genji, misal ingin tahu apakah dia mati tersambar petir atau bagaimana, silakan cari sendiri:mrgreen:

Genji sendiri sebenarnya tokoh yang patut dikasihani. Tapi tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang dia. Masa lalu, pola pengasuhan, dan latar belakang keluarga yang carut marut membentuknya menjadi lelaki yang terlalu melankolis dan menderita. Mungkin dia mencari ketenangan dengan cara tidur dengan banyak perempuan? Entahlah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s