Daddy, I’m Fine

Bapak, apa kabar?

Apakah Bapak baik-baik saja? Tapi Bapak pasti baik-baik saja.

Kamipun baik-baik saja.

Pak, ada beberapa hal di dunia yang tak pernah bisa saya mengerti. Bahkan banyak sekali hal yang tak bisa saya pahami. Sejujurnya, setelah Bapak pergi banyak hal yang terasa begitu sulit.

Saya sempat bertanya-tanya kepada Tuhan, kenapa mengambil Bapak ketika saya sedang dalam kondisi mental yang sangat buruk. Kenapa dan kenapa. Setiap foto Bapak membuat lautan air mata hingga kini, dan saya tetap berdelusi bahwa Bapak sedang pergi sebentar saja. Lalu nanti akan kembali. Bapak tidak pernah tergantikan. Rasa sayang saya terus bertambah-tambah ketika Bapak sudah pergi.

Lalu saya tidak punya pilihan lain selain menjadi kuat sebagai manusia. Saya kuat sekali, Bapak pasti percaya itu kan? Pasti Bapak ingat kalau saya tak pernah menangis dan meratapi kesedihan kecuali sekali saja. Tapi sekarang saya sudah lebih kuat lagi dari itu. Percayalah…

Saya sudah berusaha sekuat tenaga membangun kebahagiaan-kebahagiaan untuk menggantikan kesedihan-kesedihan. Tapi sebagiannya, saya malah melakukan banyak hal yang tidak tepat. Maafkan saya, Pak…

Kebahagiaan bisa menggantikan kesedihan, iya kan Pak? Saya pernah berpikir, mungkin saya akan begitu bahagia jika mencapai suatu harapan. Tapi harapan dan keinginan tak selalu bisa tercapai, itu juga membuat kita sedih, tapi saya tetap akan menjadi kuat. Masih ada banyak kebahagiaan lain.

Saya masih tidak memahami hidup, Pak. Tidak tahu mengenai masa depan. Tapi saya akan lebih kuat lagi. Bapak harus percaya bahwa saya akan menjadi seorang perempuan yang kuat.

Bapak, saya ingin sekali berbicara dengan Bapak seperti dulu. Tapi bahkan dalam mimpi pun Bapak tak pernah menemui saya….

mydad

 

 

 

 

Advertisements

Ibu, Mereka Bilang Hatiku Sudah Mati

Ibu, lihat itu gantungan jilbab-jilbabku.

Tahun ini tidak bertambah satupun koleksiku.

Aku belum ingin membeli yang baru.

Karena aku sedang tidak ingin memakainya lagi.

Ibu, tapi anehnya, aku tidak merasa bersalah sama sekali.

Mungkin karena itulah mereka bilang hatiku sudah mati.

Ibu, aku tak pernah takut karena aku tahu engkaulah yang selalu mencintaiku hingga kini.

Walaupun jika aku sudah benar-benar mati nanti.

selamat berbahagia

Kebahagiaan adalah ketika hari itu kau melihat beberapa potong tempe mendoan, lalu tiba-tiba kau merasa sangat lapar dan menginginkannya. Ketika kau memakannya, kau merasakannya -merasakan tempe itu di lidahmu, begitu nikmat, begitu memuaskan, begitu menyenangkan.

Itu hanyalah sebuah tempe. 

Sesederhana itu, bukan?

Kesedihan adalah dimana pada suatu hari kau tidak menginginkan apapun dan tidak merasakan apapun, bahkan pun setumpuk coklat yang biasanya melambaikan tangan kepadamu saat kau melihatnya. Kau telah kehilangan rasa. Dan setelah sehari penuh kau tidak menginginkan apapun, kau baru menyadari hal itu saat merasakan tubuhmu jatuh melayu karena tidak ada sedikitpun makanan yang kau konsumsi.

Sesederhana itu, bukan?

Selamat berbahagia 🙂

 

Sendal Putus Itu …

Kebayang ga sih jika kalian sedang berjalan dengan penuh semangat di pagi hari menuju tempat kerja yang jaraknya lebih dari 500 m, lalu tiba –tiba sendalmu putus tepat di tengah –tengah; mau balik lagi ke rumah kejauhan, melanjutkan perjalanan juga kejauhan ? masalahnya, kita tak pernah membawa sandal cadangan kan? Lalu bagaimana caranya kita melanjutkan perjalanan?

Ini kejadian kedua kalinya. Dan keduanya benar –benar terjadi di tempat yang tidak memungkinkan kita membeli sandal (walaupun sandal jepit) baru agar kita bisa berjalan lagi seperti biasa. Kejadian pertama, adalah saat  saya pulang dari daerah gegerkalong girang menuju ke jalan dimana saya bisa mendapatkan angkot. Lumayan juga jaraknya, lebih dari 1km lah. Saat itulah tali sandal saya putus dan saya tidak bisa berjalan dengan normal lagi. Tidak ada warung terdekat yang menjual sandal. Untungnya saya tidak sedang terburu –buru, jadi saya bisa berjalan pelan –pelan saja sampai tiba di tempat mangkal angkot dan sempat mencari sandal jepit dulu.

Benar –benar deh.

Continue reading “Sendal Putus Itu …”

Menyambut Kebaruan

http://pixabay.com/

Saat saya membuka mata, saya tahu bahwa hari ini adalah hari yang baru. Kemarin sudah usai beserta semua kesempatan –kesempatan yang berada bersamanya. Sejenak mengingat hari –hari kemarin adalah hal yang menyenangkan. Sejenak masa lalu kembali di ingatan seperti potongan slide –slide film yang diputar ulang. Kau seperti melihat melalui sebuah pintu besar –kau berdiri di ambang pintu itu, menyaksikan dirimu yang lain pada masa –masa yang sudah kau lewati sebelumnya.

Ada yang salah. Banyak yang salah di situ –kadang saya berpikir demikian. Tak sadar kaki melangkah melalui pintu itu untuk menggapai seseorang mirip diri kita sendiri di baliknya, untuk menariknya pergi dan mengingatkannya bahwa terlalu banyak hal yang salah yang telah dia lakukan. Tapi tak satupun bagian dari tubuh kita bisa menjangkaunya. Karena waktu tak pernah mengijinkan kita untuk sedetikpun kembali ke sana.

Continue reading “Menyambut Kebaruan”