BELAJAR DI PABRIK SABLON #2: STANDAR KAIN KAOS

Sebelumnya, saya sudah menulis sedikit soal pabrik sablon sebagai pembuka, di sini. Walau jedanya sangat panjang, sekarang saya akan menambahkan hal-hal yang lebih detil mengenai usaha persablonan pemula, dan kebetulan saya juga sangat pemula, jadi saya akan menulis apa yang sudah saya alami dan pelajari secara langsung selama ini di lapangan. Oya, karena pabrik sablonnya masih manual saja, jadi semua hal yang akan saya tuliskan hanya menyangkut sablon manual.

Dalam dunia sablon menyablon, 2 bahan baku utama yang penting adalah kain kaos dan tinta/obat sablon.

Jadi, kain kaos apa saja yang biasa dipakai?

Kalau disebutkan semua, tidak akan habis satu episode deh, hehe. Lagipula ada banyak kain kaos yang belum pernah saya pegang langsung. Jadi di bawah ini saya kasih list kain kaos yang banyak beredar di pasar Indonesia aja dulu ya

  1. Katun Combed

Di Indonesia, rata-rata standar bahan kaos yang digunakan untuk kualitas bagus adalah katun combed. Saya belum tahu kenapa dinamakan combed.

Katun combed dipilih karena biasanya paling nyaman dipakai. Bahan baku katun combed sebagian besar adalah benang yang terbuat dari kapas. Itulah kenapa harganya lebih mahal sehingga harga jual kaosnya pun pasti lebih mahal dari jenis kaos katun lainnya.

Katun combed juga banyak jenisnya, tergantung ketebalan serat, yang dibedakan dengan angka. Ada combed 20s, 24s, 30s, dan 40s. Agak sulit menyebutkan perbedaannya kalau tidak dipegang langsung. Tapi secara umum, semakin banyak s-nya, maka serat benang semakin tipis tapi kain semakin lebar dan ringan. Semakin tipis serat kain, tidak berarti semakin jelek lho.

Orang awam selalu beranggapan bahwa semakin tipis serat benang, semakin jelek suatu kaos. Memang bisa jadi seperti itu. Tapi setelah dipegang, harusnya kita bisa membedakan bahwa serat benang yang lebih tipis tidak selalu jelek. Combed 20-30s adalah standar kain yang biasa dipakai untuk kaos-kaos dengan harga standar. Kainnya bisa ditemukan dengan mudah di supplier-supplier kain. Tapi combed 40s tidak banyak ditemukan suppliernya, kecuali di kota besar seperti Bandung. Jenis 40s digunakan di level paling mahal dan paling bagus. Kaos-kaos distro dan branded biasa memakai  kain ini. Coba deh pegang kaos distro bermerk terkenal, pasti kaosnya akan terasa ringan, teksturnya sangat lembut dan empuk.

2. Katun Carded

Kaos katun yang kualitasnya di bawah combed. Tekstur agak keras dan berbulu. Tapi ada jenis carded yang bagus, tidak jauh dari combed level biasa. Jenis ini banyak dipakai dalam produksi massa, misalnya untuk merchandise atau seragam yang jumlahnya ribuan.

3. Katun PE (polyester) dan Hi-get

Namanya juga polyester, bahan baku kainnya kebanyakan adalah plastik. Teksturnya kasar, keras, dan berbulu. Apalagi jika sudah dicuci. Jika kalian menemukan kaos sablon yang murraaah banget di toko-toko dengan ciri-ciri di atas jika dipegang, sudah dipastikan itu adalah katun PE. Jenis yang paling murah dari kaos katun. Pengalaman menyablon manual di atas kain PE, jenis ini harus hati-hati karena tidak terlalu tahan pada panas berlebihan. Mudah terbakar, maklum plastik. Hi-get juga tidak terlalu jauh seperti PE. Saya belum pernah pakai hi-get.

Oya, PE juga ada beberapa macam. Ada jenis PE super yang lebih lentur, tapi sensivitasnya terhadap panas sangat berbahaya. Mudah meleleh!

4. Lycra

Orang-orang biasanya menyebut jersey. Tekstur kainnya lembut, jatuh, adem di kulit dan halus banget. Tapi lycra juga tidak semua berkualitas. Ada bermacam-macam lycra. Bahan ini biasanya dibuat khusus untuk teknik printing digital atau DTG. Bisa disablon full badan, kayak motif-motif kekinian atau kaos-kaos superheroes dan desain-desain 3D yang rumit dan campuran warna yang sangat banyak. Cocok juga buat kaos slimfit atau dress bagi wanita.

Harga bahan lycra, sepanjang yang saya tahu dari supplier yang sama, tidak terlalu jauh dari combed 30s. Tapi lebih murah dari combed 40s kualitas distro. Harga jualnya juga biasanya lebih mahal dari kaos biasa.

5. Lacoste

Ada 2 jenis lacoste yang saya tahu: PE dan pique. PE, seperti halnya di kaos katun, juga adalah verse jelek dari lacoste (agak tebal dan tidak terlalu halus). Sementara pique lebih halus dan ringan. Bentuk lacoste itu mirip kaos yang berlubang-lubang kecil sekali. Saya jarang menemukan kaos bahan lacoste di toko-toko sih, biasanya kaos-kaos seragam yang khusus dibuat sendiri ada yang berbahan lacoste. Soal harga, bahan lacoste lebih murah dari katun combed.

6. Dryfit

Pernah melihat/memegang kaos-kaos seragam sepakbola, sepeda atau basket? Tekstur kaosnya berlubang-lubang, tapi tidak sama dengan lacoste juga sih. Biasanya bahan dryfit digunakan untuk fashion cowok dan lebih bernuansa sporty.

7. Spandek

Untuk spandek ini agak panjang pembahasannya, karena banyak sekali jenis spandek. Spandek korea, misalnya, atau spandek kaos. Tapi rata-rata di pasaran sekarang kedua jenis kaos ini sedang Berjaya. Fashion cewek kualitas menengah ke bawah di dominasi bahan spandek kaos karena harganya murraaaah banget. Bayangkan aja, setelan-setelan yang lagi musim sekarang ini dari mulai jilbab, outer, sampai dress sepaket bisa murah banget. Gila kan? Gimana kualitas bajunya coba?

Jika kalian melihat cewek-cewek memakai dress atau tunik panjang dengan bahan kaos yang mencetak badan dan agak berbulu/tampak kumal jika sudah dicuci, ya itulah spandek. Tapi tentu ada juga bahan spandek yang cukup bagus. Saya sendiri tak suka spandek karena ya itu tadi, mencetak di badan dan terlalu jatuh sehingga model baju jadi tidak karuan dilihatnya, hehe.

8. CVC

Masih bagian dari keluarga katun. Agak sulit menjelaskan bagaimana perbedaan CVC dan combed sih, hehe. Nyaris mirip sekali, tapi kalau dipegang akan terasa beda. Tekstur CVC lebih terasa serat-serat benangnya gitu dan lebih keras dibanding combed. Tapi CVC menawarkan motif yang lebih beragam. Ada kaos-kaos cvc corak yang lucu-lucu. Harganya hampir sama dengan combed standar (bukan 40s).

9. Ada satu lagi kain kaos yang pernah saya pegang, tapi saya belum tahu namanya, hehe. Konon itu adalah bahan kaos distro. Kainnya agak mirip lycra, lembut, empuk, dan jatuh.

Ternyata sudah panjang juga ya, padahal sudah berusaha dipendek-pendekin biar gak cape baca. Tapi semoga sedikit bisa memberikan gambaran bagi para newbie perkaosan dalam memilih jenis kaos saat belanja. Jadi kalian bisa membedakan mana kaos yang emang betul-betul bagus serta berkualitas dari segi bahan saat memegang kaosnya langsung. Tidak tertipu dengan harga terlalu murah atau brand-minded padahal ada kaos bagus tanpa brand yang ternyata lebih murah. Kalau tahu barang bagus, ya berbelanja bakal jadi lebih hati-hati dan hasilnya memuaskan, iya kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s