Berdakwah ala ‘It Follows’ : Jangan Ngeseks Sembarangan!

David Robert Mitchell bersabda : “barang siapa diantara kalian, terutama muda-mudi liar yang haus petualangan, melakukan seks bebas sembarangan maka bersiaplah mendapat kutukan mengerikan sampai mati”

Mungkin, om David berpikir bahwa menakuti orang-orang dengan ancaman neraka setelah kematian atau penyakit menular sudah terlalu mainstream atau bahkan terlalu basi dan tidak ‘nyeni’ sehingga dia membuat sebuah cerita yang absurd di film indienya, ‘It Follows’.

Bayangkan saja, kamu ngeseks sembarangan misalnya dengan orang yang tidak begitu kamu kenal, membayar PSK, atau via one night stand dan ternyata ada hal mengerikan yang ditularkan partner seks kamu itu. Bukan penyakit kelamin, melainkan sebuah kutukan : kamu akan dikuntit makhluk (semacam hantu) yang akan terus berusaha membunuhmu!

Makhluk ini akan terus menguntitmu sampai mati. Dia bisa berbentuk manusia asing yang tiba-tiba muncul dari keramaian atau menyerupai orang yang sangat kamu kenal, bahkan bisa sama persis dengan orang yang kamu sayangi. Kadang-kadang muncul secara tiba-tiba dalam bentuk fisik yang cukup menyeramkan. Hiy, kedengaran lebih buruk dari ancaman neraka bukan? Neraka sih menunggu nanti sampai mati. Lha kutukan versi om David ini kontan saat itu juga setelah kamu selesai berasik-asik masyuk.

Film dibuka dengan adegan seorang gadis muda pontang panting berlari seperti menghindari sesuatu yang sangat berbahaya. Lalu dia pergi mengendarai mobil dan berhenti di tepi pantai saat malam menjelang. Dia merasakan ada seseorang di dekat mobilnya. Lalu gadis ini menelpon orangtuanya sambil menangis, dan mengatakan kalau dia sangat mencintai mereka. Pada pagi harinya, si gadis ditemukan tewas di tepi pantai dalam kondisi mengenaskan.

Saya tidak tahu bagaimana cara gadis itu dibunuh karena tidak diperlihatkan. Tapi kondisi mayatnya cukup disturbing buat saya.

Cerita beralih pada seorang gadis muda, bohai nan cantik bernama Jay. Jay adalah tipikal gadis muda pada umumnya yang punya banyak teman dan tinggal di daerah perkotaan Amerika. Suatu ketika Jay berkencan dengan seorang pria muda yang baru dia kenal dan berakhir dengan ehem-ehem gitu deh. Setelah selesai, si pria membius Jay dan membawanya ke sebuah tempat yang sepi di dekat hutan. Lalu setelah Jay tersadar, pria itu bercerita bahwa dia telah menularkan sebuah kutukan pada Jay, dengan sangat terpaksa, untuk keselamatan dirinya sendiri. Untuk meyakinkan Jay, pria itu sengaja membawa Jay ke tempat sepi tersebut dan menunjuk pada sosok wanita aneh telanjang bulat yang datang dari kejauhan mendekati tempat mereka.

Pria itu juga menjelaskan bahwa kutukan yang ditularkannya adalah penguntitan oleh makhluk semacam hantu yang akan terus berusaha membunuh Jay di manapun dia berada. Jay hanya terus berusaha untuk menghindari makhluk tersebut. Jay bisa menularkan lagi kutukan tersebut kepada orang lain dengan cara berhubungan seks dengan orang yang bersangkutan. Tapi itu juga bukan pemutus mata rantai kutukan, sebab jika orang yang terkena kutukan telah terbunuh, maka makhluk itu akan memburu pemberi kutukan sebelumnya, dan terus begitu.

Jay sendiri tidak bisa berbuat apa-apa toh dia belum begitu mengenal si pria.  Akhirnya dia meminta bantuan kepada teman-temannya untuk menyelamatkan dirinya dari kejaran si hantu penguntit. Nah, bagaimanakah nasib Jay selanjutnya?

Terlepas dari ide ceritanya yang absurd, It Follows merupakan film indie yang keren bahkan ada yang memasukkannya sebagai salah satu film terbaik tahun 2014. Sebuah pencapaian luar biasa bagi genre horror. Karena walaupun temanya soal seks, tapi it follows tidak jatuh pada film horror murahan yang penuh adegan klise dan eksploitasi tubuh seksi atau adegan seks tidak penting. Adegan seksnya tentu ada, toh cerita utamanya sendiri mengenai kutukan yang menular lewat hubungan seks, tapi dengan cermatnya Om David membuatnya hanya sebagai bumbu walaupun seks merupakan pusat dimana horror itu berasal.

Terus, jika kalian menyukai jenis horror yang penuh adegan kejutan mendadak yang bikin menjerit (jump scare), maka It Follows bukan jenis menakuti seperti itu. Kengeriannya timbul dari situasi dan mood, serta kondisi tertekan secara psikologis. Bayangin aja kamu harus terus waspada melihat gerak tiap orang di sekeliling karena siapa tahu itu adalah si makhluk pemburu, bahkan orang biasa yang lewat pun bisa jadi terlihat serem saat terus berjalan tanpa henti mengikuti Jay.

Nah. Sudah mulai tercerahkan oleh dakwah Om David? Mangkanyah, hati-hati yah kalau mau pilih partner atau mau esek-esek gituan. Setelah nikmat sesaat didapat, malang berkepanjangan menanti hiiiiy😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s