Menua Dengan Sehat

Sampai usia 80 tahun, bapak tetap sehat seperti biasa. Bahkan pada waktu-waktu menjelang kepergiannya, Bapak tak pernah merepotkan siapapun. Saya selalu bersyukur karena Bapak senantiasa sehat dan kuat di usianya itu, karena pada umumnya orang-orang yang sudah berusia lebih dari 70 tahun akan mengalami penurunan kualitas fisik yang makin parah.

Fisik manusia memang sudah sejatinya aus dan kadaluarsa bersama berlalunya waktu. Kulit yang kencang dan mulus akan berubah, wajah jelita dan tampan akan berubah keriput, segala keperkasaan dan kegesitan masa muda akan hilang, begitu juga dengan kondisi isi otak. Walaupun fisik bisa dipermak sama operasi plastik, tapi sampai kapan sih kemudaan artifisial begitu akan bertahan?

Penurunan fisik apa saja yang biasa terjadi pada orang tua?

1. Penurunan daya ingat

Dalam level yang sangat parah, akan terjadi kepikunan. Biasanya orang tua akan menjadi cepat lupa dan mengulang perkataannya dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Lupa menaruh barang atau mengingat hal-hal lainnya. Bahkan ada juga yang lupa letak kamar mandi atau rute kendaraan umum.

2. Kulit semakin keriput, garis urat terlihat jelas, muncul bintik hitam

Perubahan kondisi kulit ini terjadi misalnya di tangan dan kaki.

3. Punggung makin membungkuk

Semakin membungkuk sehingga harus memakai tongkat atau dipapah.

4. Pergerakan dalam aktivitas sehari-hari makin lambat

5. Mudah capek atau sesak nafas

6. Penglihatan makin berkurang

7. Pendengaran makin berkurang

8. Banyak juga yang terkena stroke, bahkan ketika usia muda

9. Berubah seperti anak kecil lagi

Misalnya penasaran dan memaksa mencoba makanan-makanan baru yang terlihat enak, padahal sudah diingatkan kalau makanan tersebut tidak sehat. Atau kencing/buang air besar bukan pada tempatnya.

Jika fisik orang tua sudah sedemikian lemah dan masih panjang usia, tentu dia tidak akan mampu hidup sendiri dan akan bergantung pada bantuan orang lain. Pada saat inilah peran keturunan-keturuan orang tua akan sangat dibutuhkan. Kalau misalnya anak-anaknya tidak bersedia mengurus, biasanya mereka menyewa suster khusus atau dimasukkan ke panti jompo.

Bapak saya mengalami beberapa penurunan fisik seperti yang saya sebutkan di atas. Tapi Bapak senantiasa terlihat sehat dan masih mampu melakukan segala kebutuhannya sendiri. Bapak hanya sensitif terhadap makanan pedas dan debu tebal karena memang memiliki alergi, lalu mengalami penurunan daya ingat, perubahan bentuk kulit, pendengaran berkurang, penglihatan berkurang, dan mudah capek. Selebihnya, beliau selalu bersemangat beraktivitas sehari-hari. Padahal para orang tua yang lebih muda dari Bapak sudah banyak yang kesulitan bergerak dan tampak sangat tua.

Lalu kenapa Bapak bisa tampak sehat terus? Saya hanya ingat sedikit sih. Jika dilihat dari riwayat masa kecil beliau, sama seperti anak-anak jaman dulu, Bapak juga pekerja keras dan banyak melakukan kegiatan yang berat seperti memanggul kayu bakar dan beras. Tapi setelah menjadi guru, beliau memang tidak pernah bekerja kasar lagi. Hampir lebih dari separuh hidupnya didedikasikan menjadi guru SD.

Sedikit yang saya ingat dari kebiasaan Bapak di rumah, sampai beliau tua tetap rutin dilakukan adalah :

1. Selalu berolahraga

Sewaktu masih muda, Bapak berolahraga macam-macam. Tapi setelah menua, Bapak biasanya hanya jalan kaki saja setiap pagi keliling kampung. Saya sering menemaninya jalan pagi.

2. Tidak pernah merokok

Sewaktu muda Bapak perokok yang cukup berat, tapi total berhenti sekaligus setelah sakit.

3. Mengkonsumsi makanan alami

Bapak jarang sekali makan makanan fast food atau junk food karena memang beliau tidak mengenalnya. Di manapun bapak berada, gaya makannya tak pernah berubah, selalu khas sunda dengan lalap dan lauk pauk seadanya.

4. Tetap melakukan kegiatan yang dapat mengasah otak sampai tua

Walaupun sudah tidak mengajar dan pensiun total, bapak selalu bilang kalau rasanya tidak enak ketika otaknya diam saja. Makanya beliau mencari kegiatan apapun yang bisa membuat beliau berpikir atau terlibat dalam berbagai macam aktivitas. Misalnya Bapak masih dipercaya untuk jadi ketua RT, komite sekolah, panitia arisan, dll.

5. Berpositif thinking dan tidak suka berkonflik saat semakin tua

Beliau seringnya berpikir positif kepada orang lain, cara berpikirnya sederhana, dan easy going. Bapak tak pernah absen dalam kegiatan di RT/RW, membantu tetangga saat hajatan atau renovasi rumah, tak pernah pilih-pilih orang dan bersikap netral kepada siapapun. Bapak tak pernah bergosip dan sepertinya tak pernah ambil pusing kalaupun ada orang yang suka atau tidak kepada dirinya.

6. Menjaga kebersihan dan tidak banyak terkena polusi udara

Bapak selalu menjaga kebersihan tubuhnya, dan selalu rapi jika bepergian keluar rumah. Dan karena sebagian besar hidupnya beliau berada di pedesaan, asupan polusi, radikal bebas, dan polusi jahat lainnya tidak banyak masuk ke dalam tubuh.

Mungkin itu sedikit rahasia sehatnya Bapak. Saya tetap suka pada beliau pada saat beliau muda (saya pernah lihat foto beliau sewaktu menikah) ataupun saat sudah sangat sepuh seperti tahun kemarin. Alangkah senangnya andai kita panjang usia tapi tetap dalam keadaan sehat. Saya sebenarnya tidak pernah berdoa untuk panjang umur seperti dalam doa ulang tahun. Tapi preventif terhadap kondisi tubuh sendiri tidak ada salahnya kan?

Selamat Idul Fitri, eh, dan selamat hari 17 Agustus. Bapak. Semoga tulisan tentang Bapak bisa berguna bagi orang lain dan saya bisa tetap belajar dari Bapak walau sudah tidak lagi berada di sini.

Selamat agustusan dan upacara bagi yang merayakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s