Buat Pak Kurir dan Pak Pos

Kalian tentu pernah atau sering bertemu dengan para kurir dari jasa pengiriman paket atau petugas pos yang datang ke rumah untuk mengantarkan barang kan? Apalagi kalian yang hobi berbelanja online, apa-apa pasti dikirimkan via jasa pos atau jasa pengiriman lain. Pada saat berbelanja online, kita tinggal klik sana sini lalu beberapa hari kemudian barang sudah sampai di depan rumah. Diantar oleh bapak petugas dari jasa pengiriman. Kita sih tinggal ongkang-ongkang kaki sambil tiduran.

Saya menulis ini karena tiba-tiba saja merasa kagum dengan pekerjaan para pengantar barang ke berbagai pelosok tempat di Indonesia (atau di belahan dunia manapun). Para pengantar barang/paket di perusahaan jasa pengiriman merupakan rantai terakhir dari sistem pengiriman barang sebelum barang tersebut sampai ke tangan kita. Mereka bekerja seperti layaknya tim marketing yang mobilitasnya tinggi kesana kemari, bergerilya ke berbagai alamat tujuan.

Ya, tentu memang itu sudah tugasnya. Tapi mengantarkan barang ke tempat tujuan tentu juga membutuhkan skill khusus, terutama untuk mengenali rute, peta, kondisi jalan yang akan dituju, cuaca, dan kejelian serta kesabaran mencari alamat seseorang di manapun mereka berada. Agar sebuah barang bisa diantar kepada pemilik sahnya dalam kondisi yang baik dan tidak kurang suatu apapun.

Beberapa hari kemarin, seorang teman mengirimkan sebuah paket kepada saya menggunakan jasa pengiriman REX. Terus terang saya baru mendengar ada nama perusahaan seperti ini, karena biasanya saya lebih sering pakai JNE atau yang lainnya. Teman mengatakan kalau REX itu paling dekat ke kantornya dan sudah langganan, jadi lebih mudah bagi beliau dalam mengirimkan barang. Katanya pula, barang akan sampai dalam waktu 2 hari karena kondisi mepet lebaran sehingga pengiriman overload di mana-mana.

Tapi ternyata, selang sehari paket tersebut sudah berada di tangan saya.

Waktu itu, seorang bapak-bapak tengah baya muncul di tengah lebatnya hujan, memarkir motornya di depan kantor. Saya segera menghampiri bapak itu lalu kami sempat berdialog sebentar. Ternyata memang itu adalah paket yang sedang saya tunggu. Saya merasa sangat senang, sekaligus tiba-tiba terharu karena bapak tersebut kehujanan. Saya bilang padanya, “bapak hujan-hujanan?”. Bapak itu hanya tersenyum kecil. Setelah memberikan tanda tangan dan mengucapkan terima kasih, bapak itupun segera pergi lagi.

Mungkin saya sedang sentimental, hehe. Tapi membayangkan bapak itu rela menembus hujan demi menunaikan tugasnya, mengantarkan sebuah paket yang mungkin nilainya tak seberapa, demi mengais rejeki untuk menghidupi diri dan keluarganya, rasanya kok ada sesuatu yang berbeda.

Bapak-bapak seperti beliau mungkin manusia yang mudah dilupakan orang, apalagi menjadi level terakhir dari sistem pengiriman barang. Beliau mungkin hanya menunaikan tugas sesuai bayaran yang diterima, tapi tanpa orang-orang yang rela bepergian jauh menembus panas dan hujan, menempuh setiap rute yang tak selalu mudah, berjudi dengan cuaca, kita pasti tidak akan menerima barang-barang yang kita butuhkan di depan rumah kita sendiri. Dalam kondisi yang baik dan utuh.

Karena itu, untuk seluruh bapak pos dan bapak pengantar barang dalam jasa pengiriman di manapun, terima kasih untuk kerja keras kalian. Saya salut dengan perjuangan yang tidak mudah itu. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s