Review Buku : Sang Iblis dan Nona Prym

“Seharusnya kau tidak percaya pada janji. Dunia ini penuh dengan janji : janji tentang kekayaan, keselamatan abadi, cinta tak berbatas. Ada orang-orang yang berpikir mereka bisa menjanjikan apa saja, ada yang percaya begitu saja pada apapun yang bisa menjamin masa depan yang lebih baik…” [Paulo Coelho. The Devil and Miss Prym].

Novel Sang Iblis Dan Nona Prym (versi terjemahan dari The Devil And Miss Prym) karya Paulo Coelho merupakan salah satu novel favorit saya. Bukan karena saya penyuka Paulo Coelho, tapi karena alur cerita yang keren dan karakter Chantal Prym yang menarik banget. Bukunya tidak terlalu tebal dan saya tidak bisa berhenti membacanya sampai betul-betul selesai. Seperti biasa, Paulo Coelho banyak menggunakan kalimat ‘melangit’ penuh metafora serta relijiusitasnya yang cukup kental.

Bab pertama dibuka dengan kedatangan seorang iblis dalam bentuk lelaki setengah baya (yang kemudian diketahui mengaku sebagai Carlos, berusia 50 tahunan dan berasal dari kota besar) yang datang ke sebuah desa kecil bernama Viscos. Desa itu digambarkan dengan detil oleh Coelho sebagai wilayah terpencil yang nyaris hilang dari peradaban karena tidak berkembang dari masa ke masa. Penduduknya saling kenal dan hanya berjumlah sekian ratus orang saja. Tak ada seorangpun tahu tentang rencana lelaki misterius itu, selain wanita tua bernama Berta yang meramalkan bahwa akan ada kejadian besar di desa mereka.

Kemudian sang Iblis memilih Chantal Prym, wanita muda yang cantik dan memiliki impian besar, untuk membantu membuktikan teorinya mengenai manusia.

Sang Iblis dan Nona Prym adalah dua karakter utama dalam novel ini. Coelho menggambarkan mereka dengan sangat kuat. Sang Iblis bercerita pada Chantal bahwa dia adalah mantan pengusaha besar yang kaya raya dan berpengaruh di kota asalnya. Dia kecewa pada kehidupan, terutama pada manusia, karena hidupnya dihancurkan oleh orang-orang jahat yang telah merenggut seluruh kebahagiaannya, terutama seluruh anggota keluarganya yang dibunuh oleh  penjahat tersebut.

Chantal sendiri adalah gadis biasa saja yang memiliki cita-cita dan impian seperti layaknya perempuan lain di dunia. Dia mandiri, ingin menemukan cinta, mendambakan seorang lelaki baik, dan pergi dari Viscos untuk mencapai kemapanan hidup, karena menurutnya Viscos tidak akan pernah membuatnya berkembang. Tapi dia yatim piatu sejak kecil dan harus berjuang sendiri untuk tetap bertahan hidup dengan bekerja sebagai pelayan di satu-satunya hotel kecil di Viscos. Kadang-kadang dia memberikan layanan plus-plus pada tamu lelaki yang datang dari  luar kota dengan harapan ada salah satu diantaranya yang akan jatuh cinta pada dia dan membawanya pergi dari Viscos.

Hingga akhirnya Chantal bertemu dengan Sang Iblis. Dan dari sinilah cerita ini bermula.

Sebenarnya, ide dasar novel Sang Iblis dan Nona Prym sederhana saja : pencarian jawaban atas pertanyaan paling mendasar tentang manusia, yaitu apakah manusia itu pada dasarnya baik atau jahat dan tentang memilih sesuatu dalam hidup dengan cara-cara yang sangat kompleks. Untuk membuktikan tentang sifat dasar manusia tersebut, Sang Iblis memberi pilihan pada Chantal. Sebuah pilihan yang akan mengubah seluruh hidup dan masa depannya sehingga Chantal harus berjuang sendiri untuk memutuskan apa yang akan dilakukannya untuk menjawab tantangan Iblis.

Sang Iblis membawa 10 batang emas yang dikubur di tepi hutan dan diperlihatkan pada Chantal seorang. Chantal diperbolehkan untuk memiliki seluruh emas itu dengan syarat dia harus membunuh salah satu manusia di Viscos. Jika dia tidak bersedia, maka Sang Iblis akan membuat penduduk Viscos membunuh dirinya. Dan inilah bagian menariknya, menurut saya. Yang membuat saya penasaran adalah, bagaimana Chantal akan menyikapi tantangan Sang Iblis dan apa yang akan dipilihnya kemudian. Dan tentu saja itu bukan hal yang mudah bagi gadis seperti Chantal dengan latar belakang kehidupannya yang sedemikian rupa. Dia juga tidak bisa menolak untuk tidak melakukan permintaan Sang Iblis karena lelaki itu sudah membuat setingan sedemikian rupa sehingga Chantal tidak akan bisa lari dari tantangan tersebut.

Setiap pilihan memang akan diikuti dengan berbagai resiko, seperti yang dialami Chantal Prym. Dia gadis biasa saja, yang pasti tidak bisa menolak begitu saja sebuah peluang untuk menjadi kaya dan pergi dari Viscos. Tapi apakah dia akan sanggup mengorbankan kehidupan orang lain? Dari ujian seperti inilah sifat asli dan karakter seorang manusia akan muncul. Karakter asli Chantal, dan karakter-karakter setiap penduduk Viscos yang terlibat dalam permainan Sang Iblis. Baik Sang Iblis maupun Chantal Prym kelak akan mendapatkan jawaban-jawaban yang mereka harapkan dari pengalaman masing-masing.

Jadi apa yang akan dilakukan Chantal Prym? Baca sendiri deh :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s