Tuberkulosis (TB) Bisa Disembuhkan Lho

Indonesia Darurat Tuberkulosis Ketiga Di Dunia! Kenapa ya?

Sekilas membaca seputar fakta-fakta tuberkulosis (TB) di Indonesia memang mengerikan juga. Menurut beberapa artikel yang saya di sini dan di sana, TB merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia (sesuai data yang dikeluarkan WHO tahun 2010). Kematian akibat TB ini 95% terjadi di negara-negara miskin dan berkembang. Indonesia sendiri berada pada urutan ketiga dengan masalah TB terbesar di dunia. Nah lho. Setiap tahun, di Indonesia terjadi peningkatan sekitar seperempat juta kasus baru dan sekitar 140,000 kematian yang diakibatkan TB.

Trus, kenapa masalah TB di Indonesia bisa demikian parah? Apakah karena ini sesuai dengan fakta bahwa TB banyak terjadi di negara miskin dan berkembang, mengingat Indonesia sendiri termasuk salah satu negara miskin/berkembang ? Jika demikian, apakah TB merupakan penyakitnya orang-orang miskin?

Fakta memang menyebutkan bahwa TB mayoritas muncul di negara-negara miskin dan berkembang, tapi bukan berarti TB melulu adalah penyakit orang miskin sih. TB bisa menyerang setiap golongan, baik kaya maupun miskin. Tapi ya tidak bisa dipungkiri juga bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan TB cukup rentan menyerang golongan kurang mampu, terutama di Indonesia.

Setelah membaca beberapa artikel di sini, sana, dan situ, bisa saya simpulkan bahwa angka kasus TB yang masih tinggi di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor ini :

  1. Berhubungan dengan tingkat kemampuan pelaksanaan suatu negara untuk menangani TB seperti menyediakan layanan kesehatan untuk menangani TB terutama di kawasan-kawasan dengan sebaran TB yang sangat tinggi. Sebagai negara dengan darurat TB ketiga di dunia, pemerintah harus lebih gencar berkampanye turun ke pedesaan misalnya, untuk memberikan edukasi mengenai penyakit ini.
  2. Tingkat pendidikan/pengetahuan masyarakat mengenai TB yang masih rendah. Mereka kadang tidak mengetahui bahwa tubuhnya sudah terjangkiti kuman TB. Masyarakat banyak yang sama sekali tidak mengenali gejala-gejalanya karena kadang TB terlihat seperti penyakit biasa. Dan mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika diketahui terjangkiti kuman TB.
  3. Berhubungan dengan gaya hidup. Kalangan menengah ke bawah rentan terkena infeksi TB biasanya karena tingkat kecukupan gizi yang kurang, kualitas tempat tinggal yang kumuh, dan kurang higienis. Sedangkan untuk di perkotaan misalnya disebabkan oleh sebaran asap rokok.
  4. Masih banyaknya mitos yang berkembang di masyarakat berkenaan dengan TB, misalnya TB merupakan penyakit keturunan atau penyakit kiriman sehingga tidak ditangani secara medis.
  5. Kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Mayoritas masih menganggap bahwa TB merupakan penyakit yang bersifat aib sehingga mereka malu untuk mengungkapkannya. Di tambah dengan banyaknya mitos tentang TB sehingga orang cenderung mengisolasi penderita TB. Selain itu, TB dianggap masih susah diobati karena proses pengobatannya yang sangat panjang. Masyarakat cenderung enggan berobat karena tidak memiliki cukup biaya (padahal sekarang sudah ada program pengobatan TB gratis lho ya).
  6. Belum adanya survei untuk mengetahui berapa jumlah pasien yang kebal terhadap obat TB di Indonesia dan adanya kelompok-kelompok masyarakat yang memang lebih rentan terjangkiti penyakit ini.

Walaupun Demikian, Tuberkulosis Bisa Sembuh Kok

TB berasal dari kuman, dan kuman bisa dimatikan sehingga penderita TB bisa sembuh total. Sederhananya seperti itu. TB juga bukan penyakit yang bisa menjadi aib sehingga kita tidak usah malu jika terkena penyakit ini. Tapi tentu saja TB tidak bisa sembuh begitu saja, melainkan harus ada usaha yang kuat dan disiplin tinggi jika kita ingin benar-benar sembuh total.

Tidak seperti virus HIV, TB sudah terbukti ada obatnya. Penyakit TB tidak perlu ditakuti tapi harus dilawan. Cara terbaik untuk penyembuhan penyakit ini adalah dengan berobat ke dokter atau dilakukan tindakan secara medis. Lakukan tindakan pengobatan yang benar, maka TB bisa disembuhkan.

Berdasarkan pengalaman, ketika saya belum tahu mengenai penyakit ini, saat mendapatkan vonis dokter itu rasanya seperti terkena vonis sebuah penyakit paling mengerikan sedunia dan membayangkan hal-hal yang mengerikan. Duh, apakah nanti saya akan sembuh atau tidak, ya, begitu pikir saya. Mengingat pengetahuan saya sebelumnya yang meyakini bahwa TB itu penyakit yang susah sembuh, memalukan, dan lain sebagainya. Saya sempat down dan putus harapan. Ketika diberitahu bahwa pengobatan TB akan memakan waktu yang sangat lama, saya tambah down lagi.

Tapi beberapa orang teman kemudian memberikan semangat. Mereka memberi pengertian tentang penyakit TB yang sebenarnya dan bahwa TB BISA DISEMBUHKAN asalkan kita taat terhadap aturan main dalam pengobatan TB. Memang prosesnya lama, tapi asal kita disiplin dalam pengobatan, maka hasilnya tidak akan sia-sia.

Aturan main dalam proses kesembuhan TB sebenarnya sederhana saja : disiplin mengonsumsi obat TB yang diberikan dokter dan melakukan kontrol secara rutin sesuai anjuran dokter. Lalu pelajari semua hal yang berkenaan dengan TB dari dokter-dokter yang menangani kita, tanyakan semua yang masih membuat kita penasaran. Toh itu hak kita untuk mengetahui apa yang sedang terjadi kepada tubuh kita sendiri.

Berikut ini ada tahap-tahap yang mungkin bisa diterapkan sebagai kunci kesembuhan TB (dan ini berhasil untuk saya) :

  1. Setelah positif mengidap TB, segera lakukan tindakan pengobatan. Jangan ditunda-tunda. Lakukan tindakan pengobatan yang benar (secara medis). Konsultasikan kepada dokter semua hal yang kita rasakan pada tubuh berkenaan dengan TB tersebut.
  2. Disiplinlah dalam minum obat sesuai aturan, jangan pernah lupa dan bosan. Cek rutin kondisi tubuh kita sesuai petunjuk dokter.
  3. Karena pengobatan TB merupakan tindakan yang berkesinambungan, mintalah kepada pihak keluarga atau kerabat dekat dan teman-teman untuk selalu mengingatkan kita terutama dalam hal konsumsi obat.
  4. Penderita TB tidak hanya harus ditolong secara medis oleh obat, tapi juga oleh dukungan mental dari orang-orang di sekitarnya. Walaupun penyakit ini menular, tapi tidak berarti harus dikucilkan. Terus berikan semangat untuk berobat secara tuntas, ingatkan untuk selalu minum obat secara teratur dan untuk selalu memakan makanan yang bergizi. Itu mungkin bentuk dukungan yang bisa kita berikan untuk kesembuhan mereka.
  5. Tentunya, menerapkan pola hidup sehat dalam segala aspek, seperti menjaga kebersihan, menjaga pola makan, dan berolahraga secara teratur. Ini akan membantu dalam proses penyembuhan juga.

Jadi sekali lagi, tidak usah takut menghadapi penyakit ini sebab kita bisa sembuh. Demikian. Semoga bermanfaat. Tetaplah jaga kesehatan dan tetaplah bersemangat🙂

2 thoughts on “Tuberkulosis (TB) Bisa Disembuhkan Lho

  1. Pingback: Mari Berpartisipasi Dalam Penanggulangan TB | Yang Ketiga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s