Pandu Yang Jahat!

Update

Baiklah. Juru dongeng kali ini akan melanjutkan dongeng fenomenalnya mengenai kisah Mahabrata.

Episode kali ini, saya akan membahas mengenai salah seorang pemimpin terkenal dari Hastinapura, yaitu Pandu. Pandu merupakan bapaknya para pandawa lima yang menjadi icon kebaikan atau tokoh pahlawan di dunia mahabrata. Bah.

Sejak masih sangat muda, Pandu memiliki karakter kelas dewa. Ya iyalah dia adalah murid kesayangan Bhisma. Dia selalu adil, penyayang, baik hati, tidak sombong dan gemar menabung:mrgreen: Dia diangkat menjadi raja di Hastinapura menggantikan kakaknya yang buta sejak lahir. Dan memang kemudian Pandu menjadi sosok pemimpin yang dinantikan Hastinapura. Dia berhasil mempertahankan kejayaan kerajaan. Semua orang mengakui kualitas kepemimpinan dan karakternya.

Tapi Pandu mengkhianati istrinya yang baik dan shalihah. Karena itulah saya menyebut dia jahat, gagal membahagiakan istri dalam naungan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Iya saya menghakimi Pandu dengan sangat subjektif dan dipenuhi emosi khas perempuan karena melihat ada sesama perempuan diperlakukan tidak adil oleh suaminya. Hehe.

Menurut cerita yang saya ikuti di serial Mahabrata, ada beberapa poin kebrengsekan Pandu yang saya rangkum sebagai berikut :

  1. Pandu menikah lagi tanpa memberitahu istri pertamanya, Kunti.
  2. Istri baru Pandu (Madri) tentu lebih muda, lebih cantik, dan lebih seksi, tapi lebih menyebalkan sifatnya.
  3. Menurut pengakuan Madri, Pandu tidak bilang kepada dirinya dan keluarganya bahwa dia sudah memiliki istri.
  4. Setelah divonis tidak bisa punya anak, Pandu meminta Kunti untuk melakukan ritual pemanggilan dewa agar diberkati beberapa anak. Setelah punya 5 anak, Pandu termakan rayuan Madri sehingga melakukan hubungan intim dengan Madri dan mereka berdua mati. Padahal dengan Kunti dia tidak pernah melakukan hubungan intim. Pandu mati dengan meninggalkan 5 anak (3 dari Kunti dan 2 dari Madri) untuk diurus sendirian oleh Kunti yang dikhianatinya.

Melihat kasus poligami ini saya jadi ingat sama aa gim yang menikah lagi sampai saya kehilangan respek (walau aa gim menikah lagi dengan cara-cara yang lebih baik dari Pandu). Huh. Laki-laki dimana-mana emang saja ya! *generalisir membabi buta*

Padahal, Kunti itu cantik, setia, shalihah, dan lembut sekali hatinya. Kunti bahkan rela ditinggal pas bulan madu karena Pandu harus berperang. Jadi mereka belum sempat berhubungan intim. Bayangkan, pulang-pulang si Pandu ini bawa kemenangan perang sekaligus bawa istri baru yang lebih cantik dan lebih muda. Dan tentu saja Pandu memilih menghabiskan malam-malamnya bersama sang istri baru. Kurang jahat apa tuh Pandu?

Tapi dengan kebesaran dan kemuliaan hatinya (persis seperti istri pertama aa gim kan), Kunti menerima kenyataan itu meskipun harus hidup dengan menelan penderitaan. Emang siapa sih yang mau berbagi suami? Apalagi istri baru yang dipilih lebiiiih segalanya dalam hal fisik. Walaupun alasan aa gim, eh Pandu maksudnya, menikahi istri barunya itu sebagai rasa terima kasih dari kerajaan tetangga yang sudah banyak ditolong oleh Pandu. Jadi sebagai hadiahnya, kerajaan tetangga itu mengangkat Pandu jadi menantu. Tapi kalau Pandu emang niat setia, dia punya mulut dan dia bisa ngomong kalau dia tidak bisa menikah lagi.

Mungkin kalau di jaman sekarang, Kunti bisa menggugat cerai suami. Tapi menggugat cerai raja apa bisa? Raja itu seperti dewa, kekuasaannya absolut dan mutlak. Mungkin yang ada, malah dibuang dan tidak akan lagi menikmati limpahan kemakmuran sebagai ratu. Haha. Ini syu’udzonnya saya. Atau mungkin Kunti itu kelewat shalihah dan mulia jadi dia bisa menerima kondisi pernikahannya dengan ikhlas.

Atau jangan-jangan ini strategi Pandu untuk menyatukan kekuatan dengan negara sekutu? Entahlah. Tapi kalau kelakuannya sama istri saja sudah begitu, bagaimana dia bisa menjadi raja yang penuh kharisma dan mulia? Saya merasa heran, kenapa dia memiliki karakter setingkat dewa tapi istrinya menangis pilu karena terdzalimi oleh salah satu sikapnya. Atau memang pada dasarnya setiap orang yang merasa memiliki ‘kekuasaan’ atau ‘hak’ bisa berbuat seperti itu, apalagi perbuatannya tersebut sah secara agama eh…sah secara hukum dan tradisi kerajaan?

Iya, siapa sih yang bisa menolak kehendak raja. Raja lho! Jika lelaki biasa aja bisa menikah dengan banyak perempuan seenaknya, apalagi raja yang memang sudah dimaklumi sebagai sebuah tradisi, raja sewajarnya memiliki banyak perempuan. Pandu punya nilai jual tinggi : ngganteng, penguasa, berlimpah materi. Tidak ada yang memprotes kelakuan jahat Pandu itu. Bukan, bukan karena Pandu itu seorang lelaki sehingga dia dicap brengsek (dan doyan kepada lebih dari satu perempuan). Wanita juga bisa sama jahatnya, doyan pada banyak lelaki walau sudah punya pasangan resmi dan berkhianat pada janji. Jadi tergantung pribadi masing-masing juga.

Walaupun pada akhirnya, Pandu menerima balasan atas kelakuannya tersebut. Saat jalan-jalan di hutan bersama dua istrinya, Madri meminta Pandu untuk menangkap seekor kijang untuk dijadikan hiasan. Demi cinta, Pandu memenuhinya. Dia memanah kijang itu pas ketika si kijang sedang berpacaran sama pasangannya.

Siapa sangka, kijang tersebut adalah jelmaan seorang istri resi sakti. Sang resi murka karena istrinya meninggal. Dia mengutuk Pandu : Pandu akan mati kalau melakukan hubungan intim dengan wanita. Jleb. Mwahahahahahah. Saya seneng banget mendengar kutukan ini. Rasain! *ups*. Karena merasa berdosa, Pandu melepas posisinya sebagai raja untuk menebus dosanya pada sang resi (dia tidak ingat tuh dosanya karena menyakiti hati istri pertama). Seperti yang udah saya tulis di atas, karena Pandu dikutuk tidak bisa berhubungan intim, Kunti mendapatkan anak bukan secara biologis dari Pandu. Kunti mendapatkan anak dari upacara ritual pemanggilan para dewa (saya lupa nama ritualnya). Jadi seharusnya, secara manusawi, Pandu tidak perlu terlalu bangga dengan keturunan-keturunannya yang menjadi pahlawan legendaris. Wong bukan dia yang membuahi kok.

Kunti juga berbaik hati membagi mantranya dengan Madri, sehingga Madri juga bisa dapat anak dari ritual yang sama, yaitu 2 anak.

Dan puncak dari pengkhianatan itu adalah saat sesudah berhasil memiliki anak (untuk mewarisi generasinya dan menjadi penguasa lagi di Hastinapura), Pandu malah tergoda untuk bermesuman sama Madri. Lalu dia mati. Madri yang merasa bersalah, ikut bunuh diri. Jadilah Kunti yang harus mengurus 5 anak Pandu (yaitu anaknya sendiri 3 orang dan 2 anak Madri, madunya).

Karena itulah, dari satu aspek tersebut saya semakin tidak respek sama Pandu (dari awal juga emang tidak respek sih). Apapun alasannya, seorang suami tetap harus memperlakukan istrinya dengan baik, dan begitu juga sebaliknya. Apalagi Pandu adalah seorang pemimpin. Dia akan dilihat bukan hanya dari kehidupan karir politiknya saja, tapi juga kehidupan di dalam keluarganya. Karena katanya kan, rumah tangga yang bahagia menjadi salah satu cikal bakal kesuksesan seorang lelaki dan perempuan.

7 thoughts on “Pandu Yang Jahat!

    • Setelah dibaca lagi dan disamakan dengan cerita yang pernah saya lihat, mohon maaf ternyata ada kesalahan fatal.
      harusnya anak pandu total ada 5. Yang lahir dari mantra yang diucapkan Kunti ada 3 : Yudistira, Bima, Arjuna. 2 lagi berasal dari mantra yang diucapkan Madri yaitu Nakula dan Sadewa. Dengan demikian total anaknya ada 5.

      mohon maaf. Sudah dikoreksi.

      Like

  1. Mf,permisi numpang nimbrung.Saya sedang *gentayangan di dumay *cari Pandu & Kunti diantara Madri.N then,gak sengaja nemuin rumahmu n saya tertarik mampir krna tergelitik dgn ide *tulisanmu >Pandu Yang Jahat<

    "Hei,ada seseorang sedang *membicarakan Pandu(sbg salah seorang yg sedang saya cari)." Begitu refleksi pikiran saya ketika itu.

    Like

  2. Pandu di hakimi scra subjektif…. ya ya ya,gpp jg krna emang sah2 z.🙂

    Btw,stau saya di India,kisah Mahabharata ini jg byk versi’y.

    Yg saya tau,vrsi asli’y,kisah awal Pandu & Kunti dan Madri gak sprti di serial vrsi Star Plus.Tapi…Kerajaan Kuntiboja ngadain sayembara bagi Kunti u/ nanti’y bisa memilih seseorang sbg pendamping.N Pandu adlh orang’y.Dlm perjalanan pulang,mrka bertemu rombongan pangeran Narasoma(Salya) yg ternyata telat mengikuti sayembara.Salya menantang Pandu berduel.Kalo dia menang,Kunti jadi milik’y n kalo Pandu yg menang,Salya menjadikan Madri(adik’y) sbg taruhan u/ jg menjadi milik Pandu.N semua yg ada sepakat.Meski berat buat Pandu n Kunti krna jadi kayak makan simalakama.Duel di menangkan Pandu.Jadilah Pandu bersama Madri sepengetahuan Kunti kan ya..

    Like

  3. Bagus kebetulan aku juga benci sama pandu udh pulang2 ke hastinapura bawa istri dan tanpa musyawarah terhadap istri pertama nya (kunti)

    Like

  4. ngomong asal jeplak aja gk ngerti sejarah tuh begitu adab adat skrang dlu beda bu..dlu gak pake baju celana doang udh sopannya mnta ampun bangsawan coyy..skrng dblang gila kalee.pemikiran kaya gtu dangkal sejarah kok disama2in sama jaman sekarang hadehh tamat sd kayanya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s