Tuhan Mengijinkan! Mungkin Pindah Ke Lain Hati

foot

Beberapa percakapan saya dan Bapak puluhan tahun yang lalu :

“Teman-teman di sekolah dan guru membicarakan soal cita-cita, Pak.”

“Oya? Dan apa cita-citamu, Nak?”

“Ingin menjadi orang yang super pintar, belajar dan sekolah setinggi-tingginya!”

Bapak tersenyum lembut, “menjadi pintar itu baik sekali. Tapi orang tidak hanya harus pintar (pinter) tapi juga bener (benar). Memiliki sifat dan sikap yang baik.”

Saya pernah bertanya kepada Bapak di lain waktu, “kenapa Bapak memberi nama saya Ismawati? Apa artinya?”

“Sebetulnya tidak ada arti khusus”, jawab beliau. “Tapi nama itu bisa dipendekkan menjadi ‘Ima’. Lebih mudah untuk diingat. Bapak sering membaca di buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk anak SD. Ada tokoh bernama ‘Ima’ dan di situ, tokoh tersebut merupakan tokoh yang pintar dan baik. Seperti itulah harapan Bapak melalui nama tersebut.”

“Ima ya? Tapi kenapa hanya Ismawati saja? Tidak ada kepanjangannya? Saya pengen punya minimal 2 nama biar tidak terlalu pendek. Seperti orang lain.”

Bapak tertawa lagi, “ya tinggal diganti saja. Atau tinggal ditambah kepanjangannya.”

Tapi setelah dipikir-pikir, hal tersebut tidak terlalu penting. Sekarang ingin ketawa jika mengingatnya. Lagipula sekarang saya sudah menambahkan nama Bapak di belakang nama saya sendiri, walau tidak formal.

Saat saya bersedih, suatu kali ketika saya gagal lulus ujian masuk perguruan tinggi negeri (saya baru lulus setahun setelahnya), Bapak menyikapi kesedihan saya dengan santai dan tenang. Beliau tidak mengatakan apa-apa, hanya “masih ada tahun depan. Sekarang kita jalankan plan B yang sudah direncanakan. Tidak usah khawatir, tidak usah bersedih terus” katanya lalu mengajak saya makan bubur kacang di tempat langganan kami di dekat pasar. Bapak tidak pernah memperlihatkan kesedihan, atau membuat saya bersedih dengan apapun. Setelah saya ingat-ingat, Bapak tak sedikitpun pernah menyimpan kesedihan. “Bapak hanya ingin Ima bahagia dalam hidup yang singkat ini” perkataannya terus bergaung sampai sekarang.

****

Jadi kesimpulannya apa? Kesimpulannya, sepertinya saya akan pindah ke lain hati lain blog. Mungkin. Jika Tuhan mengijinkan😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s