“Mengakrabi Tubuh Sendiri” (Bag. 2): Berkenalan Dengan Vagina

Melanjutkan tulisan soal pengenalan tubuh di sini, sekarang saatnya mengenali salah satu bagian yang sangat penting di tubuh perempuan, yaitu vagina.

Pernah tidak kamu, para perempuan, melihat secara dekat dan detil vaginamu sendiri? Coba ambil cermin, beri penerangan yang cukup, lalu lihatlah sendiri. Apa yang kamu lihat merupakan bagian-bagian dari alat kelamin yang masing-masingnya memiliki fungsi tertentu dengan bentuk yang unik. Nah, sudah dilihat? Yuk mari dibahas sedikit-sedikit, terutama bagi para newbie atau amateur  :mrgreen:

Bagian-bagian Vagina

Oya, pernah tidak kamu penasaran kenapa vagina disebut juga pussy? Katanya pussypedia ini, pussy adalah kata yang lebih mengacu pada seksualitas dan lebih akrab, sedangkan vagina lebih bersifat ilmiah yang biasanya muncul di istilah-istilah biologi. Di situ juga disebutkan, untuk mempelajari karasteristik vagina baik dari segi bentuk maupun respon-responnya terhadap interaksi dari luar, pertama-tama kamu harus melihatnya secara langsung, lalu menyentuhnya. Vagina dibagi menjadi dua kategori besar sesuai fungsinya, yaitu eksternal dan internal. Kedua bagian ini sebagiannya bisa dilihat dengan cermin dan diraba dengan jari untuk mempelajarinya. Menyentuhnya harus dengan amat sangat hati-hati, jangan terlalu bersemangat sampai bikin lecet atau kesetrum =))

Kali ini saya akan membahas vagina eksternal dulu. Secara singkat, berikut ini adalah bagian-bagian vagina eksternal yang saya ambil dari pussypedia :

  1. The Mons Veneris/Pubic

Bagian lembut yang menonjol di atas tulang kemaluan yang biasanya ditumbuhi rambut halus (pubic hair) atau jembut. Bulu-bulu tersebut tumbuh di bagian bawah perut, diantara pantat, di labia luar, dan memanjang ke dekat anus. Sebenarnya rambut/bulu tersebut berfungsi untuk menjaga daerah sekitarnya dari udara panas. Tidak apa-apa kalau kamu suka mencukurnya, dan ini tidak berbahaya asal dilakukan dengan alat pencukur yang baru, tajam, dan terjaga kebersihannya.

  1. The Inner and Outer Labia (Labia luar dan Labia dalam)

Labia luar (labia majora) merupakan lipatan kulit, terdapat di bagian paling luar yang biasanya ditumbuhi bulu pubis dan berwarna lebih gelap dari kulit tubuh yang lain.  Katanya, labia luar ini terdiri dari jaringan lemak untuk memberikan perlindungan terhadap radang.  Ketika sedang terangsang, labia luar akan membengkak berisi darah dan warnanya menjadi lebih gelap.

Labia bagian dalam (labia minora), berada di balik labia majora. Bagian ini yang paling dekat dengan vagina dan uretra, berbentuk lipatan-lipatan yang ujungnya membentuk klitoris (di bagian atas). Selalu lembab, sangat sensitif dengan banyaknya saraf di sana, berlendir, penghasil kelenjar keringat dan kelenjar bau. Ketika kamu terangsang, labia dalam juga akan membengkak.

  1. The Clitoris

Klitoris terletak di depan bawah tulang kemaluan (mons veneris). Ujung-ujung labia dalam bertemu di bagian sudut belahan vagina atas membentuk sebuah tonjolan kecil sekali. Itulah klitoris, dekat dengan uretra. Selama pubertas, klitoris tumbuh dengan warna yang gelap. Kadang orang menyebutnya sebagai kacang atau kelentit, karena memang bentuknya kecil seperti biji-bijian. Terdapat banyak sekali syaraf di klitoris, karenanya klitoris peka sekali terhadap sentuhan. Apalagi yang belum terbiasa mengeksplorasi bagian-bagian ini dengan tangan, mungkin akan terasa agak sakit saking sensitifnya. Karenanya, kamu sendirilah yang harus tahu bagaimana sensitivitas bagian klitoris sehingga kamu akan mengatur bagaimana cara menyentuh klitoris agar tidak menyakiti diri kamu sendiri.

Klitoris juga bisa ereksi ketika kamu sedang terangsang secara seksual. Daerah sekitar klitoris akan membengkak, dan klitoris sendiri akan menegang dengan ukuran yang lebih besar dan lebih menonjol sehingga lebih mudah untuk diraba. Menurut pussypedia, mungkin satu-satunya fungsi klitoris adalah untuk menerima rangsangan seksual, dengan kata lain, untuk memberikan kenikmatan.

  1. The Perineum

Perineum adalah daerah antara anus dan ujung pertemuan labia luar, terletak di bagian paling bawah vagina luar. Bagian ini juga bisa sensitif terhadap pemakaian celana ketat, G-string, pantyliner sehingga bisa menyebabkan radang. Radang juga bisa terjadi saat berhubungan seks jika terlalu banyak gesekan. Mencuci terlalu bersemangat juga dapat menyebabkan kekeringan di bagian ini. Untuk menghindari radang atau menyembuhkan radang, kamu bisa menggunakan minyak atau baby lotion, dan sering-sering memakai celana longgar.

vagina-illustration

Gambar diambil dari sini.

 Secara lengkapnya, sekali lagi saya sarankan agar kamu membaca beberapa referensi tentang bagian-bagian vagina, misalnya di pussypedia, sini, atau wiki, atau bisa cari sendiri yang lain.

Vagina memang lebih kompleks dan rumit dibandingkan alat kelamin lelaki karena  seluruh komponennya (baik eksternal maupun eksternal) berada secara tertutup di balik labia majora (outer labia). Untuk melihat bagian vagina eksternal secara detil, kamu harus menyingkap labia majora agak lebar. Kamu juga harus selalu ekstra hati-hati karena sensitivitas vagina pada sentuhan sekecil apapun. Selalu gunakan tangan dan jari yang bersih, tidak usah menggunakan media lain seperti lap saat berinteraksi langsung dengan bagian sensitif tersebut.

Kamu boleh melihat gambar-gambar vagina untuk mengetahui bagian-bagiannya, bukan untuk membandingkannya. Ketika melihat contoh-contoh gambar vagina, apakah kamu merasa kalau bentuk vaginamu agak berbeda dengan yang ada di gambar? Atau ketika melihat gambar-gambar vagina di konten pornografi bentuknya jauh berbeda? Tidak usah khawatir, karena vagina tiap perempuan memiliki bentuk dan desain yang berbeda namun tetap dengan komponen dan fungsi yang sama. Setiap vagina memiliki bentuk yang unik dan khas untuk tiap personal perempuan, jadi selama bagian-bagian yang sudah kamu pelajari itu ada melekat pada alat kelaminmu, berarti semuanya normal. Soal apakah bisa berfungsi sesuai dengan seharusnya, itu akan menjadi kasus dan pembahasan yang berbeda nanti, makanya harus coba disentuh agar kamu tahu apakah vagina kamu bereaksi wajar terhadap sentuhan tersebut atau tidak.

Adapun vagina-vagina indah yang biasanya ada di gambar porno itu mungkin sebagian besarnya adalah tipuan, untuk memperlihatkan kesempurnaan dan tentunya sudah disesuaikan dengan standar yang ditentukan si pembuat film porno tersebut. Semuanya sudah diatur demi kelancaran bisnis, mungkin juga ada motif lain agar kamu-kamu yang awam menginginkan vagina berbentuk seindah itu dan menganggap bahwa punya kamu sendiri tidaklah normal, lalu para pebisnis bedah vagina dan yang semacamnya menjadi laris manis diserbu kaum perempuan yang menginginkan vaginanya seperti yang dilihat di film-film porno. Karenanya, kamu perlu mempelajari hal-hal semacam ini agar lebih percaya diri dengan segala hal yang ada pada fisik kamu sendiri, termasuk sesuatu di bawah sana.

Gambar-gambar bentuk vagina bisa kamu lihat di sini, sebagai referensi.

Bagaimana warna vagina yang sehat dan normal?

Sebagaimana bentuk vagina yang berbeda-beda di setiap orang, maka warna vagina pun beragam. Tapi untuk bagian-bagian lipatan di beberapa bagian tubuh tersembunyi dan jarang terlihat, warna kulitnya akan lebih gelap dari bagian yang lain. Misal dalam lipatan pantat atau sekitar vagina. Warna di bagian itu biasanya lebih tua dari bagian kulit lainnya, karena memang begitulah warna yang normal dan alami. Warna vagina di bagian labia majora biasanya berwarna lebih tua, begitu juga di bagian yang ditumbuhi bulu pubis. Menurut situs ini, warna vagina biasanya ada yang pink cerah, coklat tua dan merah-pink. Yang terpenting adalah vagina bisa berfungsi dengan normal.

Bagaimana bau vagina?

Bagaimana sih seharusnya bau vagina yang normal dan sehat itu? Vagina memang memiliki bau yang khas. Menurut situs ini, kamulah yang paling tahu tentang tubuhmu. Jadi seharusnya kamu tahu ketika vagina kamu beraroma normal atau tidak, seperti halnya ketika kamu membaui nafas dari mulut atau kaki. Jika kamu mencium aroma menyengat yang tidak biasanya, mungkin memang ada sesuatu yang salah di situ. Misal, jika tiba-tiba ada aroma amis yang menyengat, mungkin ada bakteri jahat yang tumbuh di situ.

Aroma-aroma di daerah kewanitaan ini berhubungan dengan keputihan, karena keputihan bisa menjadi penyebab munculnya bau tersebut. Keputihan itu normal saja, karena bisa berfungsi sebagai lubrikasi dan pembersih dari segala macam bakteri. Tapi keputihan bisa menjadi bahaya jika warnanya sudah kekuningan atau bahkan kehijauan dan mengeluarkan bau menyengat. Jika kamu sudah mencurigai adanya gejala-gejala yang tidak aman pada area kewanitaanmu, sebaiknya segera konsultasi ke dokter saja secepatnya.

Untuk selanjutnya, berbagai macam cara membersihkan vagina agar tetap higienis dan fungsi seksualnya, akan dilanjut pada tulisan yang lain.

Nah, yang memiliki pengalaman lain silakan share, siapa tahu kita bisa mendapatkan ilmu baru kan ya😀

4 thoughts on ““Mengakrabi Tubuh Sendiri” (Bag. 2): Berkenalan Dengan Vagina

  1. Pingback: “Mengakrabi Tubuh Sendiri” (Bag. 3): Jangan Resah Jika Basah | Yang Ketiga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s