Beberapa Jenis Tumbuhan Yang Bisa Dijadikan Lalapan & Sayur

Setelah mengobrol sama Mbak Medi soal sayur-sayuran, akhirnya selesai juga menulis soal dedaunan (dan sejenisnya) liar yang ditemukan di kampung saya.

Pernah ada peribahasa seperti ini ‘ngasih makan orang sunda itu gak sulit, cukup simpan mereka di kebun atau ladang juga sudah bisa bertahan hidup’, haha. Itu artinya, karena mungkin mayoritas orang-orang kampung di sunda menyukai lalapan, maka segala macam tumbuhan yang sekiranya tidak beracun akan dijadikan makanan. Dan sebagian dari lalapan-lalapan yang sudah banyak diketahui itu tidak pernah sengaja ditanam. Tumbuhan tersebut tumbuh liar begitu saja di kebun, halaman rumah, petak sawah, atau di tanah-tanah gembur.  Dan siapapun bisa memetiknya dengan bebas, tentu saja.

Beberapa lalapan atau sayur mayur yang sudah dikenal secara umum di sunda misalnya daun singkong, kemangi, bayam, kangkung, katuk, oyong, kenikir (rangda midang), ja’at, daun tangkil, dan lain sebagainya. Nah, tapi ada beberapa jenis yang mungkin belum dikenal (mungkin sih).  Saya sendiri tidak terlalu familier dengan beberapa daun-daunan tersebut.

Berikut ini beberapa dedaunan yang sudah saya temukan dan bisa dikonsumsi (lengkap dengan gambarnya). Tapi maaf, hampir semuanya masih dalam penamaan sunda😀

  1. Daun putat

putat

Warna daunnya coklat tua, dan bentuk pohonnya besar seperti pohon mareme atau petai. Dipilih pucuk daunnya saja (bagian daun yang muda), dicuci, lalu dicocol sambal. Tidak perlu diolah dulu. Daun ini memang cocok dimakan mentah-mentah. Rasanya enak, saya doyan sekali.

 

 

 

 

 

  1. Hiris

hirisSebenarnya ini bukan daun, tapi jenis kacang-kacangan. Mirip kacang roay tapi  lebih kecil (saya tidak tahu apa bahasa Indonesia untuk kacang roay) dan ada  bulu-bulu halusnya gitu. Hiris bisa dioseng, dilalap mentah, atau dijadikan urap.  Kalau mau dilalap mentah, rendam dulu dengan air hangat baru dikonsumsi.  Rasanya enak banget!

 

 

 

3. Turubuk (Trubus)

turubukIni juga bukan jenis dedaunan, tapi mungkin semacam humut (batang kelapa muda). Bagian yang dimakan dari trubus hanya dalamnya saja yang berwarna putih dan lembut. Rasanya seperti apa ya… agak susah menggambarkannya, tapi enak kok. Bagian luarnya dibuang dan hanya diambil bagian dalamnya saja. Lalu dipotong kecil-kecil dan dioseng-oseng menjadi bahan campuran bersama sayuran lain.

 

 

 

 

 

 

  1. Antanan

antananTumbuhan merayap dengan daun bulat-bulat. Paling banyak ditemukan di petak sawah atau kolam secara liar. Rasanya agak pahit atau peuheur dalam bahasa sunda, jadi sebelum dimakan sebaiknya direndam air hangat dulu, mungkin untuk menghilangkan kesan pahitnya itu. Baru dicocol sambel tomat. Katanya, antanan bisa untuk proses penyembuhan luka habis operasi dan semacamnya. Tapi saya sendiri tidak kuat kalau harus memakannya terlalu banyak. Jadi ya, coba saja sendiri rasanya.

 

 

 

 

  1. Pakis

pakisPakis liar ini sungguh-sungguh enak. Cara makannya, dioseng-oseng seperti biasa.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Genjer

genjerSudah pada tahu kan? Genjer, daun-daun yang tak bisa dicerna tapi menjadi kesukaan para warga kampung. Genjer (atau gendot dalam bahasa sunda) bisa dioleh menjadi oseng-osengan, atau direbus lalu menjadi lalapan yang dicocol sambel pedas. Atau bisa juga diurap dengan sayur lainnya.

 

 

 

 

 

 

7. Jonghe

jongheSaya baru tahu kalau jenis daun ini bisa dimakan, sumpah! Rasanya ya hampir sama saja dengan umumnya daun. Biasanya Mamah mencampur daun ini dengan daun-daun lainnya untuk oseng-osengan atau urap.

 

 

 

 

 

 

  1. Tolod

tolodIni juga sama seperti Jonghe. Bentuk daunnya agak mirip dengan jenis tanaman hias sih kalau menurut saya. Daunnya kecil-kecil dan agak tebal. Saya takjub ketika menemukan dedaunan ini tumbuh subur dan bebas di sepanjang galengan sawah, dan kakak saya memetiknya. Katanya, bisa dimakan. Keren! Rasanya juga tidak terlalu spesial, sama seperti Jonghe, bahkan saking banyaknya daun-daun yang dicampur, saya sampai lupa rasanya bagaimana. Hehe. Tolod ini juga bisa dioseng atau diurap.

 

 

 

 

  1. Daun Mareme

Nah, ini salah satu daun favorit saya untuk lalapan mentah. Rasanya enak sekali. Sama seperti daun putat, di kampung saya sendiri sudah sangat jarang ditemukan jenis daun ini. Warnanya hijau muda, dan hanya dimakan bagian yang mudanya saja yaitu dari pucuk-pucuknya. Pohonnya juga besar seperti pohon putat. Bisa konsumsi langsung untuk cocol sambel, tak perlu diolah. Saya tak sempat membuat fotonya sendiri, dan belum nemu di google juga😦

  1. Salintrong

salintrongAwalnya saya tidak tahu kalau daun ini namanya salintrong. Mereka tumbuh begitu saja di belakang rumah, rimbun dan makmur tanpa terganggu apapun. Ternyata, kakak saya bilang kalau salintrong ini juga bisa dimakan. Nyaris sama seperti Tolod dan Jonghe, cara makannya dioseng-oseng dulu atau dibikin urap.

 

 

 

 

 

 

Segitu dulu. Karena informasinya begitu terbatas, mungkin lain kali bisa ditambahkan dengan nama-nama ilmiah serta khasiat dedaunan tersebut (jika memang ada). Bagi yang akan menambahkan, mengoreksi, atau merekomendasikan dedaunan dari daerah asalnya, silakan😀

 

 

11 thoughts on “Beberapa Jenis Tumbuhan Yang Bisa Dijadikan Lalapan & Sayur

  1. Peribahasa soal orang Sunda itu rasanya pertama saya dengar dari lawakan Warkop DKI. Dan dari beberapa orang Sunda yang saya kenal sepertinya membenarkan anekdot itu…😀

    Like

    • Hehe. Emang begitu kenyataannya. Ya tidak semua orang sunda sih. Berlaku kebanyakan untuk orang-orang yang tinggal di desa, saking banyaknya jenis dedaunan yang bisa mereka makan. Yang penting itu, kalau buat orang sunda, nasi dari beras bagus mengepul panas, sambel pedas yang diulek dari cowet plus lalapan kayak gituan udah mantap dan cukup. Tapi sekarang beras makin mahal. Orang-orang di kampung pun merelakan diri membeli beras yang sangat sangat murah (di sini disebutnya beras dolog) yang tidak enak sebenarnya.

      Like

  2. mestinya badan pom melakukan penelitian kandungan nutrisi dan efek samping dedaunan tsb, publikasikan hasilnya dg serta merta biar pilihan pakan orang kita tidak cuma berdasarkan enak/enek doang.

    Like

  3. lalapan daun mede atau juga ada yg menyebut dg(daun mete,daun jambu ukir,godong jambu mérék) orng jw menyebutnya begitu,tp emang enak/mak yooos.

    daun asam jawa,daun mlinjo yg masih muda

    Like

  4. urang sunda mah beuki dangdaunan herbivora,salian anu diluhur aya deui anu bisa dituang,nyaeta ki hapit,gelang,jotang,raramidang,mamangkokan,kadongdong,baruntas,kibeling,puring,mareme,putat,poh pohan,saladah,tespong,oyong,kelewih,benda,sukun,baligo,kunur,jeung rea rea deui.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s