Membuat Cemilan Rumahan Khas Sunda

Camilan favorit di rumah adalah Lagendar, atau biasa disebut gendar. Di tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan tentang Lagendar. Nah, kali ini juga saya masih seneng mencoba membuat makanan lain yang bisa dijadikan cemilan buatan rumah dengan bahan ala kadarnya tapi lumayan enak juga. Cemilan khas kampung =D. Oya, sebenarnya ini juga bukan saya yang bikin sih, tapi saya bantu-bantu Ibu dan Kakak saja. Haha.

Jadi, sejak kecil Ibu tidak membiasakan anak-anak untuk jajan di luar rumah ataupun menyediakan makanan ringan buatan pabrik, ataupun pengisi toples-toples terutama jika ada tamu. Ibu terbiasa membuat makanan-makanan khas sunda untuk cemilan maupun untuk tamu, terutama jika ada kegiatan seperti pengajian ibu-ibu, lebaran, atau hajatan. Walaupun kadang-kadang, ya Ibu membeli juga dari luar. Tapi jarang sekali. Mungkin karena penghematan juga, makanya Ibu memilih untuk menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah yang pasti harganya jauh lebih murah jika dibandingkan membeli makanan ringan dari luar.

Tapi sekarang sih biasanya membeli dari luar kalau butuh cemilan. Kecuali sedang tidak malas bikin:mrgreen:

Banyak sekali makanan ringan yang bisa Ibu bikin, tapi semuanya memang khas kampung dan bukan makanan atau kue yang lebih rumit dalam pembuatannya. Ibu hanya bisa membuat yang sederhana saja. Sebenarnya, kalau lebih rajin lagi, kami bisa bertanya pada ibu-ibu pembuat kue dan makanan lain yang lebih variatif, tapi sampai saat ini belum pernah bikin sendiri karena keterbatasan alat-alatnya. Sebenarnya, kalau alatnya lebih lengkap, membuat makanan itu ternyata bisa sangat menyenangkan.

Dulu saya pernah membuat sayur sop, kue bawang, bakwan nasi, kue bola-bola coklat dan kelepon khas saya sendiri yang bahan-bahan dan cara pembuatannya dikira-kira sendiri. Rasanya? Tak terbayangkan deh pokoknya, haha! Tapi lama-kelamaan saya tak sempat lagi memasak. Nah, karena sekarang banyak sekali waktu senggang di rumah, saya bantu-bantu Ibu membuat makanan kecil dengan bahan seadanya saja.

Yang sudah dibuat kemarin dan hari ini ada 4 macam :

  1. Keripik Pisang Nangka

Sebenarnya, yang paling enak dibuat keripik adalah pisang bagja dan pisang usuk (entah apa bahasa Indonesianya), karena lebih renyah. Tapi pisang nangka juga lumayan sih, asal pisangnya jangan yang matang karena rasanya asem dan cenderung basah sehingga boros minyak. Pisang diiris-iris tipis, bisa memakai alat khusus. Lalu ditiriskan agar getahnya mengering. Untuk bumbunya, cukup dengan garam, sedikit gula pasir agar gurih, dan bawang putih. Semuanya ditumbuk dan dicampur air putih.

Nah, pisang yang telah kering getahnya bisa langsung digoreng. Ketika sekitar semenit, bumbu berair itu di masukkan ke dalam penggorengan agar menyerap. Dikira-kira saja berapa sendok bumbu yang akan dimasukkan. Jangan terlalu banyak karena bisa keasinan. Biasanya sih Ibu saya begitu. Sebenarnya mungkin lebih aman kalau pisangnya direndam sajadi dalam bumbu sebelum digoreng ya?

Lalu gorenglah sampai kering.

  1. Comro (Pero sebenarnya, yaitu Tempe Dijero)

Bahan-bahannya : singkong yang telah diparut, sedikit parutan kelapa, tempe/oncom. Bumbu untuk parutan singkongnya : garam, bawang daun. Bumbu untuk isi comro : garam, bawang putih, bawang merah, cengek, kencur, gula merah. Semua bumbu itu ditumbuk masing-masing. Untuk isinya, bumbu ditumbuk dengan tempe/oncom sehingga menyatu sampai lembut.

Singkong diparut, lalu diperas airnya tapi tidak usah terlalu kering. Ampas singkong ini dicampur dengan parutan kelapa, campurkan dengan bumbunya. Cetak menjadi bulatan-bulatan berukuran sedang (atau sesuai selera), selipkan isi comro secukupnya. Setelah selesai semuanya, baru digoreng sampai kecoklatan.

  1. Misro (amis/manis dijero) alias Papais Singkong

Ini juga memanfaatkan singkong. Untuk bagian luarnya, parutan singkong yang sudah diperas airnya dicampur dengan parutan kelapa. Beri garam dan gula putih sedikit saja. Untuk isinya, bisa menggunakan pisang matang yang dipotong kecil sesuai ukuran luaran singkong. Atau bisa juga di isi dengan gula merah. Parutan singkong yang sudah dibentuk sesuai selera dan diisi dengan pisang/gula ini dibungkus daun pisang yang sudah dijemur/dipanaskan sebentar (maksudnya agar daun pisangnya gampang dibentuk dan lebih lembut). Lalu dikukus sampai matang.

Oya ternyata hanya ada 3 :mrgeen: . Yang keempat sebenarnya kelepon. Tapi karena masih gagal, jadi saya belum bisa menceritakan proses pembuatannya di sini😥

Hanya begitu saja. Gampang bukan? Rasanya mungkin tidak seheboh makanan-makanan kaya bumbu atau penuh warna, tapi justru lebih sehat dan mudah dibuat. Makanan khas kampung sekali pokoknya. Mungkin bisa divariasikan dengan menambahkan bahan atau bumbu yang lain. Tidak bid’ah kok, jadi bebas saja ditambah-tambahkan asal jadi lebih enak, hehe.

Ada jenis makanan lain sebenarnya yang sepertinya lebih enak. Tapi saya belum mencobanya. Mungkin lain kali saya tulis lagi makanan-makanan lain kalau saya sudah coba mempraktekannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s