Membuat Lagendar

Lagendar atau biasa disingkat Gendar adalah camilan khas berasal dari daerah sunda. Mungkin sudah jarang ditemukan di toko, ataupun jika ada, rasanya tidak akan seenak Lagendar yang dibuat sendiri.

Ibu saya sering membuat Lagendar untuk camilan di rumah, karena di rumah jarang sekali ada makanan ringan yang dibeli dari luar. Selain Lagendar, Ibu kadang membuat keripik pisang (tentu saja, karena halaman rumah kami adalah produsen pisang hehe), ranginang dan kicimpring (atau emping singkong). Kadang-kadang bikin papais (atau orang biasa menyebutnya bugis). Sebetulnya dulu masih banyak panganan khas yang biasa dibikin ibu semacam kolentang dan saya lupa lagi namanya. Sepertinya makanan-makanan ini harus dilestarikan karena sudah sangat jarang ada.

Lagendarlah yang masih sering dibuat. Bahannya : sisa nasi, bawang putih, garam, bisa ditambahkan bumbu lain sesuai selera. Semua bumbu tambahan ini ditumbuk halus menjadi satu.

Cara membuatnya memang agak lama, tapi rasanya enak. Sebenarnya Lagendar hanya memanfaatkan sisa nasi daripada dibuang percuma. Misal nasi sisa kemarin yang masih sangat banyak tapi tidak terlalu enak buat dikonsumsi sebagai nasi. Tentu asal nasinya masih layak konsumsi saja, bukan nasi yang sudah busuk. Atau bisa juga menggunakan nasi yang masih baru.

Pertama-tama, nasi direndam selama satu jam sampai empuk dan mengembang. Setelah itu tiriskan beberapa menit. Lalu tumbuklah nasi menggunakan tumbukan yang bisa dipakai membuat getuk singkong atau apapun yang bisa dipakai untuk melembutkan nasi. Campurlah dengan bumbu yang sudah ditumbuk tadi. Aduk-aduk rata.

Untuk mencetaknya, ukuran dan bentuknya sesuai selera saja. ibu biasanya menjadikan adonan itu menjadi bulatan-bulatan sebesar lingkaran ibu jari dan telunjuk. Lalu bulatan itu diratakan oleh gelas atau benda apapun yang bisa dipakai untuk menggencetnya jadi rata dan melebar seperti bentuk emping/kicimpring. Simpan di atas nampan besar, lalu jemur sampai mengering selama beberapa jam. Setelah itu, Lagendar sehat nan lezat sudah siap untuk digoreng. Setelah digoreng, bisa dijadikan sebagai pengganti kerupuk saat makan atau jadi camilan saja.

Bagi yang menghindari gorengan atau yang berminyak, bisa dibakar di tungku menggunakan penjepit bambu, persis seperti saat kita membakar opak asin (makanan khas sunda yang lain).

Perlu diperhatikan. Agar hasil goreng/bakarnya mengembang dan tidak bantat, Lagendar sebaiknya diratakan dengan setipis mungkin dan dijemur sampai maksimal keringnya. Maka saat digoreng/dibakar, Lagendar akan mengembang sangat bagus dan renyah sekali.

Nah, selamat mencoba.

3 thoughts on “Membuat Lagendar

  1. Ooh itu toh yg namanya Lagendar.. Waktu itu mama pernah bikin, cuma agak keras jadinya. Ternyata harus tipis2 yah.. Tar coba bikin lagi deeh. Thx for sharing🙂

    Like

    • Kualitas nasi juga menentukan. Jangan memakai nasi yang sudah tidak layak makan agar warnanya juga bersih. Harus tipis-tipis dan dijemur dengan kering sekali agar hasilnya maksimal🙂

      Like

  2. penganan ini bisa mengentaskan kemiskinan jika dikerjakan dengan sungguh sungguh, modalnya kecil hasilnya bisa maximal , dari bahan sisa menjadi makanan luar biasa , goodlah brow !

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s