Rumah Idaman dan Tumbuhannya

Setelah kemarin memikirkan cara membuat saringan air sumur yang sederhana (tiap awal musim hujan, air sumur jadi putih dan tampak agak keruh selama satu minggu), dan ternyata saya belum sempat merealisasikannya karena sekarang air sumur sudah kembali bening seperti semula. Sekarang saya bingung dengan halaman rumah yang sedang porak poranda.

Jadi, saya paling senang melihat sebuah rumah mungil dengan halaman sekelilingnya luas. Di halaman depan, penuh dengan bunga, di bagian belakang penuh dengan tanaman untuk bumbu dan sayuran (saya lupa istilahnya apa ya, apotek hidup kalau tak salah) semisal tomat, jahe, kunir, bayam, cabe, cengek (cabe kecil), pepaya, pisang, kelapa, dan sejenisnya. Seorang kawan juga memiliki minat yang sama. Karena itu, rumah baru ayahnya di kawasan kota Bandung dibuat dengan suasana pedesaan. Dia bilang, walaupun berada di kota yang panas dan penuh sesak, tapi dia ingin halaman sekeliling rumahnya seperti suasana pedesaan.

 

Dan memang benar. Halaman rumahnya sangat luas, semua areanya ditutupi rumput. Banyak sayuran, cabe, dan tomat. Bahkan ada singkong, ubi-ubian, pisang, cengkeh, dan pepaya. Ada kolam kecil yang memang didesain seperti kolam-kolam di kampung. Tanpa tembok, hanya tanah dan tumbuhan saja. Di bagian atas ada kolam bertembok yang rencananya akan digunakan untuk budidaya entah udang atau ikan. Kalau malam, suara-suara yang terdengar adalah jangkrik dan hewan-hewan yang biasanya saya dengar di dekat rumah saya di Ciamis. Benar-benar khas pedesaan. Sejuk dan tenang tanpa polusi.

Di rumah saya sendiri, tidak perlu susah-susah mencari lahan dan menciptakan suasana seperti itu. Karena memang sudah desa dari sononya, haha. Dekat dengan hutan dan kebun, sawah, dan kolam. Halaman rumah sudah cukup luas, banyak pohon pisang (bapak sangat senang menanam pohon pisang), sayuran, kelapa dan beberapa pohon kecil lainnya. Di halaman depan, dulu sempat tumbuh subur sekali bunga kertas, kemangi, dan melati. Orang-orang selalu meminta kemangi untuk memasak. Tapi sejak jarang hujan awal tahun ini, mungkin karena tidak diurus juga, semuanya mati meranggas dan bapak membersihkannya. Yang tersisa hanya pohon pisang dan melati yang sudah liar tak terawat.

Saya ingin menanam beberapa pohon lagi di halaman depan, dengan agak rapi, dan beberapa jenis bunga. Sepertinya tak akan sulit mencari bibit, sepertinya sih. Mungkin bisa minta sama tetangga (gak bermodal haha). Tapi sekarang halaman depan penuh dengan bekas-bekas bongkahan bangunan rumah yang baru saja dibongkar. Berserakan begitu saja sehingga tekstur tanah jadi tidak rata dan tak bisa ditanami. Jadi pertama-tama yang harus dilakukan adalah membereskan bekas-bekas bata, batu, dan sisa tembok yang memenuhi halaman depan. Sebenarnya di halaman samping banyak juga yang seperti itu, jadi akan butuh waktu yang sangat lama membereskannya. Jika dikerjakan sendirian, kira-kira butuh waktu berapa lama ya?

Ah, tidak akan beres kalau hanya dipikir-pikir saja tapi tidak mulai dikerjakan, hehe. Pohon-pohon warisan bapak akan tetap dbiarkan begitu adanya. Lagipula pisang juga sangat berguna untuk dimakan keluarga kami. Ini akan jadi penghematan juga buat Ibu, sekaligus tetap mengkonsumsi makanan sehat buatan sendiri, yang ditanam sendiri pula.

Seperti itulah kira-kira halaman rumah idaman. Halaman yang luas dan dimanfaatkan untuk tumbuhnya segala macam kebutuhan pangan, serta tetap enak dipandang juga. Tumbuhannya tidak akan diberi pupuk buatan, hanya kompos alami atau hanya disiram air saja. Kelihatannya, menata rumah sendiri dan halamannya akan menjadi kegiatan yang menyenangkan, ya.

 

One thought on “Rumah Idaman dan Tumbuhannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s