Agus Noor dan Sajaknya Yang Bikin Galau

“aku inginkan waktu, yang tak membuatku pudar.

Waktu yang tak hanya menyelamatkanku dari ketiadaan tapi juga kesedihan.

Waktu yang seperti sebuah ciuman.”

 

“Waktu, cintaku, bukanlah kosmetik kecantikan

Waktu ialah caramu memberi harga pada kehidupan.

Seperti tungku, waktu, mematangkan jiwamu

Dan cinta tak pernah menjadi masa lalu.”.

 

“Maka hanya kuinginkan sebuah ciuman

Yang menyelamatkanku dari kesedihan”.

(Agus Noor. Ciuman Yang Menyelamatkan Dari Kesedihan)

 

Hedew. Jadi menginginkan ciuman =))

Sebenarnya, saya jarang membaca puisi atau sajak. Selain karena seringnya tidak terlalu paham dengan apa yang hendak disampaikan di dalam puisi (apalagi dengan bahasa langitan), juga karena saya memang tidak terlalu menyukainya.

Tapi suatu kali saya sekilas membaca makalah tentang sastra yang sedang ditulis seorang kawan. Dalam makalah itu, kawan saya menulis salah satu puisi seorang sastrawan bernama Agus Noor (terus terang, saya baru kali itu mengetahuinya) yang berjudul ‘Cinta Adalah Ribuan Peristiwa Dalam Satu Kepakan Kupu-Kupu’, dan saya menangis!

Apakah saya tiba-tiba menjadi seorang penikmat  puisi dan bisa memahami setiap makna dari puisi yang saya baca? Yah, bisa dibilang saya menikmati puisi Agus Noor. Dan ini jarang terjadi. Saya sedikit sekali membaca puisi, dan saya bisa begitu terharu dengan puisi-puisi Agus Noor justru karena bahasa yang digunakan, menurut saya, simpel dan lebih mudah dimengerti. Saya berpikir, Agus Noor pantas disebut sebagai pencipta puisi cinta yang bikin galau dan menye-menye, tapi bahasa yang dia gunakan tidak terkesan berlebihan. Tiap kalimatnya mengalir lembut, menyayat, menyampaikan perasaannya yang paling dalam.

Seram sekali, memang. Dunia sudah penuh dengan hal-hal yang tidak menyenangkan dan ditambah-tambah pula dengan bacaan berupa puisi yang menyayat hati tentang cinta. Tapi, sebenarnya mungkin sajak Agus Noor akan tampak biasa atau tidak berpengaruh bagi orang-orang yang emosinya stabil, tidak sedang galau, atau bahkan tidak punya emosi sama sekali =)

Warning saja buat yang sedang galau atau mudah galau, anda sebaiknya tidak membaca puisi Agus Noor deh =))

Berikut ini salah satu puisi Agus Noor yang paling saya suka dari buku kumpulan puisi berjudul ‘Ciuman Yang Menyelamatkan Dari Kesedihan’.

 

SAJAK –SAJAK KECIL KEPADA M

Agus Noor

Duka hanyalah mentega yang meleleh di penggorengan panas.

Sajak ini doa, tangan yang menampung luka

Yang menjagamu, agar kau tak pernah  merasa sendirian,

Dan ditinggalkan.

***

Mencintaimu merupakan caraku berdoa setiap hari,

Untuk semua kebahagiaan kita.

Kupandangi langit lembut itu

Seakan berada dalam keluasan matamu;

Dan kutemukan sebuah dunia

Yang lebih ajaib dari surga.

***

Kekasihku, selalu ada yang pantas kita muliakan

Yang membuat kita akan terus bertahan

Bahkan dalam kepedihan.

***

Sesuatu, yang kau sebut kenangan

Telah membukakan padaku rahasia,

Cara mencintaimu tanpa pernah merasa

Kehilangan.

Kangen ini. Laut tak bertepi…

Entah kenapa, aku ingin membelikanmu jaket

Yang setiap kali kaupakai, akan juga menghangatkan

Kerinduanku.

***

Aku masih saja menerka-nerka :

Lebih merah mana, senja ataukah luka

Yang kau sembunyikan sekian lama.

***

Ada banyak cara berbahagia;

Satu-satunya cara yang tak pernah kubisa

Ialah melupakanmu.

Darimu aku paham, airmata ialah rahasia

Penciptaan Tuhan, yang paling menakjubkan.

***

Bila maaf umpama pintu,

Di hatiku engkau bisa masuk, tanpa perlu

Mengetuknya lebih dulu.

***

Aku punya cara sederhana mencintaimu: dengan selalu mendoakan kebaikan dan keselamatanmu.

 

2010-2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s