O C D (Bagian 1)

Apa itu OCD? Metode diet ala Deddy Corbuzer yang sedang tenar itu? Oh, bukan. Tapi ini mengenai sebuah gangguan kejiwaan atau mental yang disebut Obsessive Compulsive Disorder. OCD, dari link ini, diibaratkan suatu kondisi saat otak kita terpaku pada sebuah gambar atau pemikiran tertentu, lalu gambar atau pemikiran tersebut terus berputar ulang di dalam otak, tanpa bisa dikendalikan dan dihentikan, tapi sebenarnya kita tidak bisa menerima kondisi tersebut. Hal tersebut menjadikan sebuah kecemasan, kegelisahan, dan ketakutan yang menjadikan kita insecure dan merasa tidak aman. Lebih jelasnya, OCD bisa dilihat di sini atau sana.   

Seorang penulis muda, Na, berusia 21 tahun (kenapa saya menyebutkan usianya karena saya selalu kagum dengan kemudaan usianya yang tidak sebanding dengan pola pikirnya yang sudah jauh melampaui standar pada umumnya) membahas tentang perasaan suka sepihak, lalu berujung pada kasus OCD yang terjadi di dekatnya. Beliau menceritakan seorang perempuan yang pernah dikenalnya sewaktu masih SMP. Perempuan itu sebaya dengannya, cantik, pemalu, dan rumah mereka hanya terpisah beberapa rumah tetangga saja. Tapi mereka tidak berteman pada waktu itu, hanya kenal selintas. Setiap pagi saat beliau berangkat sekolah, perempuan itu selalu mengintip dari jendela rumahnya, memperhatikannya lewat di depan rumah. Begitulah setiap hari. Perempuan itu sudah sangat tahu jadwal beliau berangkat sekolah dan selalu tepat mengintip dari rumahnya. Hal tersebut terjadi selama beberapa tahun sampai mereka lulus SMP.

Kebetulan, ketika masuk SMA mereka berada di sekolah yang sama. Di sanalah mereka berkenalan dan menjadi teman, apalagi dengan jarak rumah mereka yang berdekatan. Tapi hanya teman biasa. Mereka kerap mengobrol tentang ekstrakulikuler sekolah, dan berdiskusi. Tapi akhirnya tentu beliau tahu dengan jelas, bahwa perempuan itu menyukainya. Tapi tidak ada yang terjadi, karena beliau tidak pernah menyukai perempuan tersebut. Beliau sibuk dengan hidupnya, dengan dunianya, dan teman-temannya di bidang kepenulisan. Setelah masuk kuliah, suatu hari saat berada di luar kota, seorang temannya menghubungi beliau dan memintanya untuk segera pulang ke kampung halaman.

Sang teman hanya memberitahu, bahwa perempuan itu sakit.

Beliau pun pulang, lalu menjenguk perempuan itu. Dan barulah beliau tahu alasan kenapa sang teman mengharuskanya pulang dan melihat perempuan itu. Ketika muncul di rumah perempuan itu, semua mata keluarga sang perempuan menatapnya dengan tajam seolah menghakimi dan menunjuknya ‘ini dia penjahatnya!’. Pada waktu itu, perempuan tersebut melihat kedatangannya dan menjerit histeris, tidak mau bertemu, dan meminta beliau untuk pergi. Menurut keluarganya, perempuan itu sudah sakit beberapa bulan lamanya, dan tak ada yang tahu penyebab sakitnya. Tubuhnya kurus tak terawat seperti orang gila. Setiap hari yang disebutnya adalah nama beliau. Kadang perempuan itu menjerit-jerit ‘Na jahat! Na Jahat!’ terus begitu sampai semua orang pun mendengarnya.

Saya bertanya padanya, apa yang sudah kau lakukan pada perempuan itu? Beliau menjawab, sama sekali tidak ada. Beliau pun memutuskan untuk tidak pernah lagi menemui perempuan itu untuk mencegah terjadinya hal-hal yang lebih buruk. Lalu setelah beberapa lama, orangtua perempuan itu bercerita, bahwa perempuan itu sering tiba-tiba pergi dari rumah sendirian tanpa pamit. Perempuan itu berjalan-jalan di sekitar kampung, menelurusi setiap tempat yang pernah didatangi beliau. Jalan yang pernah dilalui, tempat nongkrong, taman-taman, tempat olahraga, dan seluruh tempat yang sering dikunjungi beliau di kota itu, perempuan itupun mengunjunginya dan berdiam diri di sana. Seolah-olah sedang bernostalgia saat melihat beliau sedang berada di sana.

Perempuan itu dibawa pindah keluar kota oleh orangtuanya, dan dalam beberapa tahun dia pun mulai sembuh. Sampai saat ini.

‘Itu terjadi karena pikirannya tidak bergerak’ beliau menjelaskan. Perempuan itu mencintai beliau dengan dalam, cintanya tidak berbalas, lalu mencintai dalam diam dan mempelajari beliau dari apa yang beliau tulis, termasuk tulisan-tulisan di sosial media. Saat beliau mulai berubah dalam pola pikir dan gaya penulisan, perempuan itu merasa tidak rela karena telah kehilangan beliau yang lama. Dan kesedihan itu bertumpuk-tumpuk sehingga menjadikan pikirannya terkunci, lalu sakit jiwa. Saya tak bisa membayangkan sekacau apa hidup perempuan itu, atau proses seperti apa yang terjadi dalam otaknya sehingga bisa terperangkap seperti itu. Bahkan hubungan mereka tidak pernah lebih dari teman diskusi yang rumahnya berdekatan saja.

Na menyebutkan bahwa perempuan itu mengalami gangguan psikologis OCD. Ada obsesi, kecemasan yang berlebihan dan tindakan yang diulang-ulang tanpa sadar saat dia sering berjalan menelurusi tempat-tempat yang pernah beliau datangi.

Sadar tidak kalau kadang kita mengalami gejala OCD, walau mungkin levelnya masih sangat rendah? Hal seperti ini, kalau terjadi secara berlebihan tentu akan sangat menganggu, terutama mengganggu kehidupan sosial dan produktivitas kita sendiri. Sebab, ciri-ciri atau diagnosa OCD itu begini nih katanya (ciri-ciri ini yang akan dilihat oleh seorang terapis OCD) :

  1. Orang yang sangat terobsesi pada sesuatu, obsesi ini adalah menginginkan sesuatu secara berlebihan tanpa bisa berpikir jernih lagi.
  2. Melakukan kebiasaan yang berulang-ulang. Mungkin, seperti perempuan dalam contoh di atas, atau kegiatan stalking pada akun-akun si dia yang dosisnya lebih dari dosis minum obat sehari (haha), atau rutinitas melihat hal-hal yang berhubungan dengan si dia secara terus menerus.
  3. Obsesi dan tindakan kompulsif di atas akan menyita banyak waktu kita sehingga akan mengganggu produktivitas kerja, sekolah, waktu bersama teman-teman dan aktivitas sosial lainnya.

Lalu apa lagi? Di sambung nanti. Belajarnya belum selesai, hehe. Kalau ada yang pernah memiliki kasus atau lebih paham tentang OCD, silakan share yaaa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s