Penat dan sumpek karena rutinitas? Menarilah!

Iya, saya serius. Karena ternyata menari itu cukup menyenangkan. Ini berdasarkan dari apa yang saya alami saja –saya tidak punya teori-teori ilmiah atau medis untuk menjelaskannya, jadi mungkin bagi anda efeknya akan berbeda. Tapi setelah mencoba menari, saya mendapatkan kesenangan baru.

Tarian apa yang bisa dilakukan? Bebas saja. Tapi yang jelas, bukan tarian tradisional. Saya belum pernah mempelajari tari-tarian tradisional (dan tiba-tiba terpikir untuk mencobanya suatu hari nanti, mungkin).

Menari sekarang saya masukkan dalam salah satu alternatif pilihan untuk bersenang-senang saat terlalu cape, terlalu sibuk seharian dan terlalu-terlalu lainnya setelah aktivitas yang menguras energi fisik maupun mental. Banyak cara bisa dilakukan untuk membuat membuat badan rileks kembali dan menenangkan diri, misal ada yang biasa melakukan meditasi, wudhu dan sholat, mengasingkan diri ke tempat sepi yang natural (seperti taman atau hutan kecil), membaca qur’an/kitab suci, ke salon untuk perawatan spa/massage, dan lain sebagainya.

Saya memilih belajar menari sedikit-sedikit di tempat yang murah meriah, hehe. Ceritanya, sewaktu sedang mengikuti sesi senam/aerobic oleh instruktur baru yang masih muda, saya melihat gerakan tubuhnya sangat berbeda. Badannya yang sebenarnya cukup gemuk (beliau sedang dalam proses menurunkan berat badan) tampak begitu lentur dan bergerak ritmis seolah menyatu dengan musik. Lenggak-lenggoknya tidak kaku. Seksi sekali!

Saya kemudian ngobrol dengannya, dan ternyata beliau memang suka menari bebas sedari masih muda. Lalu dalam sesi senam, tarian itu dipadukan dengan salsa, zumba, dan kegel. Saya tidak tahu jenis tarian apa itu, tapi sepertinya memang perpaduan salsa dan zumba. Di youtube, anda bisa mendapatkan banyak sekali variasi tarian-tarian bernuansa latin seperti itu.

Setelah saya mencobanya, ternyata melenturkan bagian-bagian tubuh dan menyesuaikannya dengan musik itu tidak mudah. Gerakan saya masih sangat kaku (dalam istilah sunda namanya ngatog), belum menyatu sepenuhnya. Apalagi tarian yang dipadukan dengan salsa atau zumba ini sepenuhnya menggerakkan perut, pinggul, pinggang dan daerah di sekitarnya. Rempong beud! Kalau dipikir-pikir, gerakan-gerakan ini hampir menyerupai tarian erotis karena banyak sekali goyangannya *muka mesum*:mrgreen:

Jadi, sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Huh, maksudnya? Ya, karena sesi tarian ini dipadu-padukan dengan olahraga, maka selain dapat bersenang-senang saat menari (walau gerakannya masih kacau balau), juga bisa mengeluarkan keringat, melatih otot-otot daerah pinggang sampai lutut, dan kegel. Intinya, olahraga dengan cara yang lebih menyenangkan dan sambil menari pula.

Kata sang guru, pertama-tama yang penting diperhatikan adalah pemilihan jenis musik (jadi dapat ide untuk bikin tulisan terpisah mengenai pilihan jenis musik untuk senam, biar tidak dangdutan melulu). Pilihlah jenis musik yang sesuai untuk tarian ini. Di tempat saya biasanya memilih musik latin yang penuh semangat dan sesuai untuk gerakan-gerakan tariannya. Mulailah dengan menyukai musiknya itu sendiri, dan menyatulah dengan musik, begitu kata beliau. Makanya, sebenarnya jika ingin mendapatkan rasa rileks dan menyenangkan saat menari itu ya jangan menganggapnya sebagai beban dan lakukan dengan natural saja, mengikuti gerakan instruktur. Lakukan karena kita memang menyukainya.

Kadang-kadang ada orang yang sangat terbebani mengikuti sesi senam (atau tarian) hanya sebagai penghapus kewajiban saja dan ingin segera mendapatkan bentuk badan yang bagus/turun berat badan. Dalam prosesnya, mereka tidak begitu menikmatinya dan fokus pada hasil yang ingin segera didapat tapi belum juga didapatkan. Belum lagi sudah stres duluan melihat gerakan koreografinya yang memusingkan bagi pemula.

Makanya, nikmati saja dulu. Tidak akan ada yang menilai atau menyalahkan pada gerakan-gerakan yang tidak sesuai. Senangi dulu kegiatannya, dan nikmati prosesnya. Haha, ini saya ngomong begini karena saya doyan sekali senam dan pengen bisa menari selentur instruktur senam yang baru. Kalau tidak dilakukan dengan senang, akan ada banyak alasan untuk malas mengikuti senam lagi, atau mengikuti tapi tidak ikut bersenang-senang.

Orang-orang punya pe-er menurunkan berat badan, saya kebalikannya berusaha menaikkan berat badan beberapa kilo lagi. Berat badan setelah puasa satu bulan kemarin yang turun drastis belum kembali lagi sampai sekarang. Susahnya sama dengan orang yang berusaha menurunkan berat badan. Jadi, ayo bersemangat!

One thought on “Penat dan sumpek karena rutinitas? Menarilah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s