Dialog Dengan Tubuh

Seandainya Tubuh perempuan yang indah itu bisa bicara, kira-kira apa yang akan dikatakan olehnya? Saya ingin mengenalmu, wahai Tubuh. Apakah kau cuma onggokan daging yang dipahat Tuhan menjadi sebentuk keindahan yang sangat berbeda dengan kaum laki –laki, ataukah kau bisa memberikan lebih? Apa yang bisa saya lakukan denganmu? Mengapa ya, Tuhan menciptakanmu dengan demikian indah, katanya, dan mempesona? Kenapa lekukanmu begitu halus dan keseluruhanmu adalah seperti magnet bagi jenis yang lainnya?

Apa saya sudah memperlakukanmu dengan baik?

Mungkin jika saya bisa berdialog dengan bagian–bagian Tubuh itu, mendengarkan mereka, beginilah mereka akan berbicara :

Pertama-tama, Rambut mengeluh : berapa lagi macam merk shampoo yang akan kau tempelkan kepadaku sampai sakit sekali rasanya? Zat kimia telah meresap padaku selama bertahun-tahun. Belum lagi produk perawatan rambut dan kulit kepala lainnya. Aku marah. Lihat, warnaku malah jadi putih.

Pipi berkata : apa kau ingat berapa tahun kau menempelkan bedak padaku? Aku sudah bersenyawa dengan berbagai zat kimia. Itu kau katakan untuk merawatku dan membuatku lebih cantik. Apa kau ingat berapa tahun menempelkan pelembab padaku? Krim ini itu, obat ini itu. Dan segala macam benda yang kau tempelkan di muka itu hanya membuatku makin pusing saja.

Bibir berkata : berbagai lipgloss dan lipstick yang kau pakaikan padaku agar aku menjadi lebih merah, mengkilat dan menarik itu sungguh telah menyakitiku. Apa kau tahu? Atau kau tak pernah peduli. Itu juga zat kimia.

Mata berkata : kau inginkan aku seperti apa? Bulu mata yang lebih tebal dan hitam? Lebih lentik? Garis-garis pinggir mata yang lebih tajam? Warna-warna di sekitar mata yang sesuai dengan riasan wajah? Aku lelah sekali menghadapi maumu. Semua produk pabrikan yang kau niatkan bikin aku terlihat lebih bagus itu hanya membuatku berat saja. Siapa yang menciptakan standar mata seperti itu hingga disebut sebagai mata yang cantik dan indah?

Kulit Tubuh meringis : kau menggombaliku setiap saat, mengatakan bahwa aku akan lebih cantik dan senantiasa terawat. Lebih indah. Mau kau apakan lagi aku? Tak cukup dengan body lotion, lulur, atau minyak zaitun saja? Masih perlu suntikan vitamin pemutih? Krim-krim pemutih dan penghilang bekas luka? Laser untuk meremajakan kulit? Apa yang akan kau lakukan kepadaku setelah itu? Ketuaan bisa disembunyikan, temporer. Tapi setelah lebih tua lagi, apa hal-hal macam begitu masih bisa menyembunyikannya?

Kuku meracau : apakah aku memang perlu diwarnai dan dihias sedemikan rupa supaya jadi cantik? Aku merasa tidak menjadi kuku lagi, baunya juga tidak enak.

Kaki protes : lotion-lotion macam apa lagi yang akan kau berikan padaku sebagai makanan? Aku sudah kau tempatkan dalam sepatu high heels itu, dan benarkah aku tampak jadi lebih cantik karenanya?

Hidung menyeringai : melaluiku berbagai macam udara yang tidak pernah kita tahu apa kandungannya telah masuk dan menyatu dengan keseluruhan Tubuh. Kau tahu itu kan? Sumber polusi di mana-mana, baik yang kau mau atau tidak, kau telah menyesapnya tiap saat. Kau tambah-tambah lagi dengan memaksaku agar berbentuk lebih mancung dan manis?

Selangkangan dan Sang Nona berkata :  zat kimiawi apa lagi yang akan kau tambahkan selain produk datang bulan? Celana jeans pensil dan legging-legging itu membuatku pengap dan tak bisa bernafas. Biadab sekali kau, tak tahu cara memperlakukanku dengan baik!

Saya mendengarkan mereka. Astaga, ternyata Tubuh itu isinya racun semua! Sungguh kamu sangat beracun, Tubuh!

Tubuh mungkin akan berkata lagi : huuh, katanya kamu mencintaiku. Ternyata hanya gombal saja. Mana bukti cintamu?

Ya, kasihan sekali kamu, Tubuh. Harus bagaimana saya memperlakukanmu? Saya mencintaimu. Saya tidak sedang menggombal. Ya, hanya sedikit sih. Saya masih dan akan terus bercinta denganmu. Walaupun nantipun kamu akan menua dan mati, lalu menyatu kembali dengan tanah. Itupun kalau tanah mau menerimamu yang beracun itu, kalau tidak, berarti kamu bakalan jadi zombie!

[tiba-tiba dapat ide untuk menulis tentang zombie]

One thought on “Dialog Dengan Tubuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s