Diet Candu

[#30HariMenulis]

Pernah mencandu pada sesuatu hal? Pernah penjadi pecandu?

Candu adalah segala sesuatu yang membuat hidup kita tergantung padanya sehingga menjadi sebuah kebutuhan, sulit melepaskan diri, menimbulkan penderitaan dengan ketiadannya dan menjadi sumber kebahagiaan dalam keberadaannya. Jelas sekali efek ketiadaan candu : menjadi sumber penderitaan. Sehingga kata candu kebanyakan menjadi konotasi negatif karena efek yang mengerikan tersebut.

Begitu juga ketika mencandu pada manusia atau cinta, atau apapunlah namanya.

Nah, misalnya begini. Anda sudah mencandui seorang mantan pacar atau siapapun-itu sehingga sulit melepaskannya dan selalu berkeinginan menghubunginya, padahal sudah berniat untuk berhenti mencandu selama-lamanya. Namun anda tak berdaya karena keinginan yang amat-sangat-kuat untuk melepaskan rindu, dan karena anda menjadi sangat menderita karena berjauhan dengannya. Lalu apa yang harus dilakukan agar niat awal untuk berhenti mencandu itu tidak tergoyahkan?

Mungkin petuah dari Guru Muda Seksi ini bisa menjadi inspirasi. Beliau bersabda dalam sebuah rangkuman begini :

Pertama-tama, a simple walk to move on starting from ‘kesadaran’. Mendengar dari dalam diri sendiri dan menggali dari dalam diri sendiri sehingga niat untuk berhenti mencandu itu muncul dari pemikiran sendiri. Keputusan ada pada diri kita sendiri, dengan segala konsekwensinya. Live with it, no regrets. Embrace it.

Lalu, semua keinginan itu (semisal keinginan berkomunikasi atau mengingat segala hal tentangnya) jangan ditahan atau dipaksakan. Sebab ‘what you resist, persist’. Makin ditahan, berarti in state of denial. Malah makin menjadi-jadi. Sulitnya melepaskan itu biasanya karena kita masih memberati dia. 

Prinsip untuk melepaskan candu itu sama seperti diet. Sudah pernah diet? Tahu diet yang sehat?

Diet itu bukannya puasa dan tidak makan. Tetap makan tentunya, tapi pilih makanan yang sehat dan dibutuhkan tubuh. Makanan seperti jeroan, coklat, gorengan dan lain-lain tidak apa-apa jika hanya sesekali dan sepotong kecil. Daripada ngiler dan ditahan, sekali saja kelepasan bisa langsung kalap memakannya.

Seperti buka puasa juga.Tahu kan kelakukan yang tidak baik pada orang ketika buka puasa? Karena menahan diri pas puasa, ketika berbuka langsung kalap, semuamua dimakan.

Ketika kita menyukai sesuatu dengan amat sangat, susahnya diet terhadap kesukaan tersebut menjadi sebuah tantangan.  Intinya adalah mengendalikan keinginan dan sadar sepenuhnya bahwa itu bukan kebutuhan.

Puasa bagi orang yang tidak doyan makan itu bukan prestasi. Setia, bagi orang yang tidak punya hasrat seks meledak-ledak dan lingkungan lurus semua, juga bukan prestasi. Bukan peminum bagi orang yang tidak doyan alkohol juga bukan prestasi.

Bagi orang yang doyan makan dan harus puasa/diet itu berat sekali. Orang yang dorongan seksnya tinggi sekali, didukung lingkungan sekitarnya yang permisif, dikelilingi bawahan yang seksi cantik bahenol manja, plus banyak duit, bisa setia sama pasangan itu luar biasa. Orang yang sebelumnya sehari merokok 3 bungkus terus memutuskan untuk berhenti merokok dan bisa sampai bertahun-tahun, itu keren! Pecandu narkoba dan obat-obatan yang memutuskan untuk berhenti dari kecanduannya, itu sangat keren! Apalagi kalau dia berhenti bukan karena sakit aids, tapi karena sadar, mumpung masih sehat.

Begitupun candu pada manusia/cinta. Ketika anda suka sekali pada seseorang, tergantung pada orang tersebut, kecanduan olehnya, ketika tidak ada, rasanya sakaw, maka orang tersebut sudah menjadi candu anda. Orang tersebut akan menjadi rokok bagi perokok berat, shabu bagi pecandu narkoba, seks bagi penggila seks, dan gorengan bagi pencinta gorengan.

Maka kendalikanlah, seperti diet, dan sadari bahwa itu bukan kebutuhan.

Ketika fikiran kosong dan terus melantur pada candu, cegahlah fikiran melantur tersebut dengan menyibukkan fisik. Fisik harus gerak : bersih-bersih rumah, olahraga, jalan-jalan, menari, berkebun, ikut komunitas baru, bertemu orang-orang baru, belajar hal baru, terlibat hal-hal baru, dan apapun yang bisa membuat fisik kita bergerak terus menerus dan otak pun bekerja secara bersamaan.

Demikian penyampaian dari sang Guru Muda Seksi.

Buat saya, tidak ada yang salah dalam seluruh rasa-rasa yang melibatkan hubungan antar manusia, dengan syarat kita bisa mengaturnya sehingga tidak menimbulkan rasa sakit buat diri kita sendiri. Sepertinya mengucapkan semua hal itu terlihat begitu mudah, tapi pada kenyataannya tidak ada yang mudah. Seseorang mengatakan : kamu akan baik-baik saja, dan tetap hidup. Sederhana, tapi memang begitu adanya. Karena itulah, sebesar apapun rasa sayang kita pada sang kekasih, tidak boleh mengalahkan rasa sayang pada diri kita sendiri agar tidak berpotensi menyakiti diri sendiri juga. Dan mengurangi potensi kecanduan.

Selamat menjadi keren!

One thought on “Diet Candu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s