Bersenang-senang Dengan Cara Manual dan Sederhana

Adik-adik sekalian yang baik hatinya.

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman mencoba 2 kegiatan buat mengisi waktu luang, dan menurut saya ini cukup menyenangkan. Hanya dibutuhkan ketelitian, kreativitas dan perhatian pada hal-hal detil. Sekalian bisa menggerakkan tangan karena yang akan kita lakukan adalah kembali pada keterampilan di masa lampau dimana kita membuat berbagai macam benda-benda hiasan tanpa alat bantu elektronik/gadget. Yang pertama adalah hiasan berbentuk bintang-bintang dari kertas kecil-kecil (yang sudah banyak dijual di tempat aksesoris wanita, serupa kertas origami tapi bentuknya panjang), dan kedua membuat dinding kamar lebih semarak dengan tempelan to do list dan sugesti positif buat penyemangat.

Tidak usah khawatir, mengerjakan hal-hal seperti itu tidak hanya buat abege atau remaja sekolahan saja. Semua bisa melakukannya, tentunya apabila punya waktu luang yang biasanya dihabiskan untuk melamun dan galau tidak jelas. Lebih baik membuat hiasan sederhana dari kertas yang bisa disimpan di kamar atau membantu kita mengingat berbagai macam jadwal pribadi yang sudah kita susun tiap harinya. Semenjak sekolah, saya biasa membuat tempelan-tempelan di kamar. Lalu kebiasaan itu mulai luntur saat bekerja dan tidak punya banyak waktu lagi untuk mengurusi hal-hal yang kelihatannya remeh temeh serta tidak menghasilkan duit =D

Sepertinya saya sudah lupa bagaimana rasanya mengerjakan 2 hal ini, kelihatannya ‘cewe banget’. Tapi sekarang, mari kita coba lagi.

Yang pertama, membuat bintang-bintang kecil sebanyak-banyaknya, disimpan di dalam botol atau tempat-tempat lain yang terbuat dari kaca (agar terlihat bintangnya). Bisa dijadikan hiasan unik dan manis di kamar, atau disusun memanjang menjadi tirai penghias pintu kamar. Suka-suka saja.

Membuatnya gampang, dan bahan-bahannya pun mudah didapat. Modalnya hanya membeli kertas kecil panjang berbagai motif yang dijual di tempat aksesoris seharga 5 ribuan per bungkus. Jadi kita hanya tinggal melipat saja dan memilih warna/motif sesuai selera. Di kemasan kertas tersebut sudah ada tutorial cara melipat kertasnya agar membentuk bintang yang bagus. Ikuti saja petunjuk melipat yang benar di kemasan tersebut, dalam beberapa kali percobaan pasti bisa (saya belum sempat membuat video atau foto-tofo tutorial cara membuatnya).

Saya juga sudah bisa, tapi hasilnya masih penyok-penyok. Saya diajari oleh teman satu kos yang sangat kreatif (beliau sangat suka berkreasi dengan kuteks dan berencana akan mempelajari nail art untuk dijadikan bisnis). Berikut ini gambar bintang yang sudah jadi.

DSC00064

Dan berhubung saya belum punya botol kaca, untuk sementara disimpan di dalam tempat plastik buat bekal makan, hehe.

DSC00061

Tapi, bintang yang saya buat ini agak berbeda. Saya mencontek seorang teman abege yang membuat hiasan ini ketika sedang galau. Sebelum melipat, beliau menuliskan berbagai macam hal di atas kertas lipat tersebut. Apapun yang ingin ditulis; emosi, kemarahan, rasa rindu, semangat, hal-hal yang lucu, aneh, dan apapun itu yang terlintas di kepala saat itu. Semacam curhat. Saya juga melakukannya, dan berharap agar kelak bintang-bintang ini tidak rusak, sehingga saat sudah mulai tua beberapa belas tahun kemudian, saya bisa membongkarnya suatu hari dan membacanya kembali. Pasti nostalgic sekali. Tapi rasanya hiasan ini agak sulit bertahan selama itu sih:mrgreen:

Di bawah ini adalah kertas yang dipakai untuk membuat bintang-bintangnya.

DSC00063

Yang kedua, membuat jadwal kegiatan sehari-hari/to do list, terutama bagi yang amat sangat pelupa (seperti saya). Ini bukan hal baru lagi sebenarnya. Kita hanya tinggal menempel kertas-kertas di dinding atau memakai to do list yang sudah jadi di toko buku, dan berfungsi seperti papan tulis yang bisa dihapus/ditulisi spidol.

Tapi saya membuatnya dari bahan yang tidak sehat, sterofoam. Saya belum mencari pengganti bahan seperti apa yang lunak dan mudah ditusuk jarum plastik kertas tempelan bisa diganti-ganti dengan mudah tiap harinya. Ada yang punya usul pengganti sterofoam?

Saya membuat 2 jenis tempelan, yaitu untuk jadwal kegiatan dan sugesti penyemangat diri sendiri. Saya bisa membuat tempelan seperti ini di kantor juga saat bekerja, karena dulu banyak sekali deadline atau kerjaan yang harus diselesaikan dalam satu hari. Ketika mulai tidak konsentrasi dan lupa target apa saja yang harus diselesaikan atau ditunda di hari berikutnya, saya harus menuliskannya di tempat yang mudah untuk dilihat. Maka dibuatkan tempelan seperti itu di dinding, beserta segala hiasan pemanisnya agar lebih semarak. Ketika melihatnya, saya seperti diingatkan untuk komitmen-komitmen pribadi pada diri sendiri beserta kata-kata penyemangatnya. Agar saya selalu ingat bahwa saya sudah berjanji untuk bisa menjadi seperti apa yang ditulis itu, menjadikan sugesti positif yang menempel terus di otak.

20130515_204651

Sebenarnya, jika tujuan akhir adalah bersenang-senang dengan lebih mudah, seperti misalnya membuat to do list, itu bisa dilakukan dengan lebih canggih di gadget kita sendiri. Atau membeli hiasan yang sudah jadi dan tinggal pasang di kamar. Namun buat saya, yang paling penting dari membuat hal-hal manual di atas adalah proses pada saat membuatnya.

Memang membutuhkan lebih banyak waktu dan sedikit repot karena harus menggunting ini-itu, melipat ini-itu, tapi justru pada saat itulah tangan dan otak bekerja terus menerus untuk menghasilkan  sesuatu, walaupun tampak sederhana, dan itu bisa jadi pengalihan yang positif bagi adik-adik yang sedang galau. Daripada meratapi sesuatu yang tidak berguna dan fokus pada gadget sambil bergosip ria, alangkah menyenangkannya jika beristirahat sejenak, fokus pada suatu hal yang melatih kreativitas dan sumber galau itupun jadi terlupakan. Walau temporer, tapi bagi saya ini berhasil mengusir rasa bosan dan puas dengan apa yang saya buat -seperti telah melakukan pencapaian yang melepaskan semua beban.

Oya, jenis bersenang-senang dan pengusir rasa bosan itu memang sesuai selera. Tapi jika mau mencoba melakukan sesuatu dengan kertas-kertas dan membuatnya menjadi hiasan yang lucu, ini adalah alternatif pilihan yang murah meriah. Dan membuat sesuatu dengan tangan kita sendiri itu butuh ketekunan ekstra.

Well. Sekian cerita hari ini, adik-adik.

Sekarang saatnya saya kembali ke deadline kerjaan:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s