P M S

Saya jarang tertarik membicarakan PMS (premenstrual syndrome) secara medis. Yang bisa saya katakan dan percayai tentang PMS adalah bahwa itu adalah sebuah kondisi dimana seorang perempuan menjadi sangat menyebalkan dunia akhirat. PMS bisa dijadikan permakluman atau alasan yang mudah diterima dimana kita bisa marah-marah atau bête tanpa alasan yang jelas atau dengan alasan remeh temeh saja setiap bulannya. Setiap bulan! Dan, PMS itu sangat-sangat-sangat mengerikan. Dia sudah menyebabkan saya kehilangan blog pertama kesayangan (isinmawa) yang saya hapus semena-mena begitu saja pada saat sedang PMS hanya karena sebuah alasan yang tidak masuk akal, bertahun-tahun yang lalu.

Tuh kan, saya menyalahkan si PMS.

Menurut sumber di sini, PMS adalah semacam kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi perempuan. Gejala ini biasanya terjadi pada 2 minggu menjelang menstruasi, makin memburuk pada 2-3 hari sebelum menstruasi dan akan sembuh pada hari pertama perempuan mengeluarkan darah menstruasinya. Sampai definisi ini, saya berpikir ya bener banget! Mungkin kebanyakan perempuan mengalami gejala-gejala tersebut pada waktu yang sama.

Setelah saya membaca tentang PMS, tiba-tiba saya merasa bahwa sepertinya PMS itu adalah sebuah gangguan kesehatan (terutama mental) yang sangat buruk sekali. Dan itu juga terjadi kepada saya sendiri. Beberapa orang (lelaki dan perempuan) selalu mengatakan bahwa mereka memaklumi perubahan kelakuan-kelakuan perempuan pada saat PMS, sehingga hal tersebut patut dimaafkan walaupun mungkin tetap menyebabkan masalah di sana-sini, terutama menyangkut hubungan antar manusia.

Seburuk apa sih PMS itu? Sebagai pengidap PMS, bisa saya katakan seperti ini: bayangkanlah tiba-tiba pada suatu hari menjelang menstruasi setiap bulannya, kita menjadi sangat sensitif terhadap segala hal yang terjadi di sekeliling kita. Segala hal yang biasanya tidak berdampak apa-apa, menjadi terlihat buruk dan membuat kita emosi sampai tidak bisa mengontrol diri. Ada teman yang  bermaksud bercanda, bisa bikin bête. Ada kesalahpahaman sedikit, bikin muka cemberut dan ingin marah meledak-ledak, prasangka buruk bertebaran, mudah tersinggung oleh hal yang sangat tidak penting, kemarahan yang memuncak ini kadang bisa membuat kita ingin menyingkir dari orang-orang dan melakukan hal-hal yang bersifat destruktif tanpa berpikir panjang yang lantas disesali sesudahnya, dan lain sebagainya.

Tapi kemudian saya berpikir, sampai kapan hal menyebalkan ini akan terus terjadi? Sampai menopause? Mengerikan sekali. Menstruasi sendiri sudah menyebabkan kondisi fisik jadi payah, ini ditambah dengan gejala-gejala seperti itu, sungguh tidak menyenangkan. Sama tidak menyenangkannya di mana dalam setiap bulannya kita didera migren yang hebat di sekeliling kepala sampai rasanya lebih baik dicopot saja kepalanya, mulas kecil yang berdenyut-denyut tanpa henti yang terasa dari ujung kepala sampai ujung kaki, produksi keringat yang berlebihan sampai harus mandi lebih sering (bahkan memakai deodoran bagi yang tidak pede), rasa gerah yang berlebihan, dan rasa sensitif (mudah sakit) di sekitar perut sampai lutut.

Sungguh, itu adalah kenikmatan yang luar biasa bagi perempuan!

Kemudian ada teman mengatakan bahwa gejala PMS itu hanyalah mitos saja. Karena ternyata ada beberapa perempuan yang tidak mengalaminya (mungkin mengalami tapi tidak terlalu terlihat efeknya). Sebenarnya, gejala-gejala itu seperti sugesti saja karena seolah telah menjadi budaya dalam kehidupan perempuan, padahal pada akhirnya itu tergantung pada kepribadian si perempuan juga dalam mengatur emosi-emosinya. Saya berusaha mempercayai itu, tapi tetap saja ada saatnya dimana  pre-menstrual ini benar-benar terasa berat, apalagi ketika sedang terlalu cape dan agak stress (dengan hal apapun).

Cara terbaik menelurusi asal mula PMS ini adalah dengan mencari penyebab orisinilnya. Tapi ternyata, dibeberapa artikel, disebutkan bahwa penyebab PMS sebenarnya masih belum diketahui. Nah, lho, kalau PMS bisa didefinisikan secara medis, kenapa penyebabnya tidak jelas begitu? Tapi ada beberapa faktor yang konon katanya dicurigai sebagai penyebab PMS, saya rangkum dari sini dan sini sebagai berikut :

  1. Siklus perubahan-perubahan hormon
  2. Depresi, stres
  3. Perubahan kimiawi di otak
  4. Pola makan yang buruk
  5.  Kekurangan vitamin dan mineral
  6. Kopi dan kafein

Nah, nah, sepertinya saya kena di bagian stress dan hal-hal yang berhubungan dengan makanan, haha. Jadi sebenarnya, seperti yang sudah sering saya tulis sebelumnya, bahwa kunci untuk bertarung dengan PMS ini tetap ada pada :

  1. Melakukan hal-hal yang menyenangkan yang bisa membuat kita rileks dengan pelepasan dari otak. Buat saya sih biasanya bisa dilakukan dengan menulis, menonton film  rame-rame dengan geng teman perempuan di kamar, tidur, dan lain sebagainya.
  2. Pola makan yang sehat dan teratur
  3. Olahraga yang bisa mengeluarkan banyak keringat.

Oya, ada artikel menarik di sini tentang cara-cara kreatif menghadapi PMS. Sebagiannya saya setuju, tapi satu hal yang sangat tidak saya setujui yaitu :

Cuddle up on the couch with a box of tissues and watch a tear-jerker. Having a good cry just might make you feel better. And a sad movie is the perfect excuse!.

Sebenarnya, kalau ingin merasa lepas dengan mengeluarkan air mata sebanyak-banyaknya ya tidak perlu bermelow-melow ria dengan menonton film drama tragis yang tidak mendidik. Buktinya, saya sering melihat film drama mellow malah makin mellow dan tidak mengurangi kehebohan PMS sama sekali. Tidak usah menangis sebenarnya, karena kadang perempuan itu bisa menangis tiba-tiba tanpa harus ada trigger apapun terlebih dahulu. Jadi, menonton drama mellow saat PMS? Hell no!

Well, ternyata ingin tetap keren saat PMS itu tidak mudah juga. Yang paling buruk itu adalah saat ingin merusak sesuatu untuk merasa lebih baik, duh, parah sekali. Makanya ketika gejala-gejala bulanan sudah mulai datang, biasanya ingin segera mulai menstruasi, karena pada saat beberapa hari di awal menstruasi dimana darah keluar sangat banyak, rasanya begitu lega seolah semua emosi dan hal-hal mengesalkan itu keluar semua dari dalam otak dan tubuh, haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s