I’m Not A Virgin Anymore

Kau mengatakannya bertahun-tahun yang lalu. Dan mendengarnya aku menjadi seperti tiba-tiba mati. Menangisi sesuatu yang tidak aku tahu apa sebabnya.

Terkadang, suatu hal yang paling kuinginkan adalah kembali kepada tahun itu, dimana aku mendengar kau mengatakannya dengan lantang pada malam yang tak kulupakan seumur hidupku. Aku ingin kembali, kadang, karena merasa harus menyelesaikan sesuatu, karena kupikir aku bisa bersikap lebih baik pada waktu itu.

Seringnya aku berpikir, mengapa kita tidak selamanya menjadi kanak –kanak saja? Menikmati setiap waktu sepuasnya, seakan kita akan hidup selamanya, tanpa harus memikirkan masa depan, tanpa harus memikirkan menjadi perempuan dewasa.

Aku mungkin masih berpikir bahwa kita terlalu muda –kita sudah melampaui 20 tahun tapi kita masih saja seperti anak –anak yang menghabiskan waktu bermain bersama, membicarakan hal –hal tidak penting yang hanya kita saja yang tahu. Aku adalah perempuan muda, dan hidup dengan amat ceria seperti itu selamanya, kita bersama –sama. Menikmati hidup. Memikirkan diri sendiri, tak peduli apa yang akan terjadi nanti.

Tetapi saat kau mengatakannya pada malam itu, aku tahu bahwa ada sesuatu dalam hidup kita, dalam tubuh kita, yang kelak akan berubah.

Kita, perempuan. Jika aku melihatmu seperti kupu –kupu mungil bersayap dua yang terseok –seok berusaha terbang lebih tinggi menuju langit, maka sekarang sayapmu sudah berkembang lebih besar, lebih kuat dan terbangmu lebih tinggi menuju hamparan angkasa nan luas.

Saat itu aku merasa sedih. Mengapa sekarang? Mengapa waktu terlalu cepat? Mengapa kita berubah menjadi seperti itu? Aku tidak siap. Aku ingin kita raga kita tetap suci sampai saatnya kita benar-benar tahu untuk apa kita memutuskan sebuah pilihan hidup.

Maka, jika aku bisa kembali ke tahun itu untuk bisa bersikap lebih baik, sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa hal seperti itu tidak mempengaruhiku karena engkau tetap orang yang terpenting bagiku. Sampai sekarang. Aku iri karena kau sudah bisa berpikir dengan cara yang berbeda, memandang kehidupan dengan cara yang berbeda –yang tentu tak pernah aku tahu bagaimana. Tetapi waktu tidak akan pernah mengijinkan siapapun untuk kembali. Aku hanya bisa terus hidup untuk masa depan, dengan menjadi lebih baik dari apa yang bisa kupikirkan di masa lalu. Sayang sekali, waktu itu aku tidak bisa menyampaikannya padamu, dengan baik.

Sekarang aku akan belajar untuk terus memandang ke depan –ke dalam kehidupan yang menantiku. Dan semua itu belum pasti adanya, jadi aku tak perlu khawatir lagi, bukan? Kita akan terus berkembang, dan aku akan membiarkan diriku untuk menjadi seperti itu. Kau sudah bahagia, menjadi lebih baik di masa kini –itu yang terpenting. Jika dulu aku menangis tak henti –hentinya karena suatu alasan yang tidak aku tahu, sekarang aku tahu, dan akan kusampaikan suatu hari nanti jika kita bertemu lagi.

Terimakasih, karena menjadikanku bisa berpikir dengan cara baru. Kita masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki apa yang kita anggap salah di waktu lampau.

One thought on “I’m Not A Virgin Anymore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s