Bersenam-senam Dahulu, Bersehat-sehat Kemudian

Selama ini, saya tidak pernah mengikuti senam rutin yang diselenggarakan oleh sanggar-sanggar senam berbayar ataupun yang gratisan tiap hari minggu di lapangan atau di parkiran supermarket. Olahraga yang pernah saya lakukan dalam rangka mengamalkan ajaran hidup sehat hanyalah olahraga formal yang diselenggarakan sekolah (waktu jaman sekolah). Sedangkan setelah kuliah dan lebih tua dari itu, saya hanya berolahraga seperlunya dengan berlari, kadang-kadang badminton (dan saya tidak pernah bisa badminton sampai sekarang).

Ketika mendengar cerita teman-teman yang bergabung dengan klub sanggar senam, yoga, aerobic dan sejenisnya, yang terpikir oleh saya adalah kumpulan wanita-wanita kecentilan yang menghamburkan uang untuk kecantikan diri mereka, dan terutama karena ingin mendapatkan tubuh yang langsing. Saya membayangkan bahwa isi sanggar adalah tante-tante dan ibu-ibu muda/tua yang kelebihan berat badan, sejenis para perempuan arisan yang banyak duit dan banyak gaya. Buat saya itu terlalu glamor dan saya tidak terlalu merasa penting untuk mengikuti senam terprogram seperti itu karena sudah kurus.

Ya, sebenarnya itu tidak salah juga. Tapi ternyata tidak semuanya seperti itu lho. Ada mbak-mbak dan adik-adik yang muda belia juga. Bahkan tidak semua yang mengikuti senam tersebut adalah orang yang kelebihan berat badan. Yang kurus dan langsing pun ada. Saya jadi malu. Jadi sebenarnya, ya memang benar pepatah : don’t judge a book by its name.

Terserah orang mau melakukan senam dengan motivasi apapun, itu hak mereka masing-masing pribadi orang, karena buat saya ternyata senam di sanggar bisa memfasilitasi saya untuk mendapatkan kesehatan. Memang tidak gratis, tapi hasil yang didapat pun lebih maksimal. Olahraga memang disesuaikan kemampuan, jadi dengan berlari di kompleks perumahan juga sebenarnya ya tidak apa-apa. Tapi kalau ada uang berlebih, ya bolehlah digunakan untuk membiayai senam.

Nah, jadi akhirnya saya ikut senam di sebuah klub di Ciamis yang biayanya tidak terlalu mahal. Hanya membayar biaya pendaftaran 30 ribu di awal dan membayar 7 ribu saja tiap kehadiran. Jadi bayarnya tidak perbulan, sehingga kalau kita tidak bisa datang pun tidak merasa rugi karena sudah membayar di awal. Baju senam juga tidak perlu terlalu glamor kalau tidak punya. Sesuaikan dengan kemampuan saja (walaupun memang seluruh peserta senam memakai baju yang sangat , seksi, dan berganti-ganti, seperti pameran baju senam saja).

Kenapa saya ikut senam? Sebenarnya karena terlalu menganggur saja di rumah saya butuh kegiatan yang menyenangkan untuk mengisi waktu, haha. Tapi saya juga tersemangati karena ingin segera sehat seperti sediakala dan berharap dengan berolahraga rutin terprogram seperti ini akan lebih cepat pulihnya. Saya bisa saja memilih lari biasa, tapi senam saya rasakan lebih maksimal karena dia memiliki gerakan-gerakan teratur yang khusus dan berbeda untuk setiap bagian tubuh, bahkan untuk bagian paling pribadi sekalipun (area genital). Jadi, dari ujung kaki sampai ujung kepala bisa bergerak teratur dan lebih terlatih karena terus diulang sehingga otot-otot juga semakin terlatih.

Di sanggar yang saya ikuti, gerakannya sangat beragam. Durasinya satu jam saja. Urutannya adalah : pemanasan, aerobic, body language (bisa beragam, kadang sesi memakai alat, dari mulai berdiri sampai berbaring, termasuk kegel), kadang-kadang diselingi tarian chachacha (mirip salsa) dan pendinginan.

Di hari pertama saya ikut senam, ibu pemilik sanggar memberikan sedikit pengarahan tentang hal-hal yang baru saya ketahui mengenai senam terprogram, yang kalau dirangkum akan mencakup poin-poin seperti ini:

  1. Seperti yang sering saya tulis, olahraga apapun tujuan utamanya adalah sehat. Sedangkan bentuk fisik yang langsing dan seksi yang terbentuk karenanya adalah bonus.
  2. Wanita dan pria memiliki penurunan daya guna tubuh yang sangat berbeda.  Maksudnya, kalau tidak dilatih dengan olahraga secara maksimal, secara alamiah tubuh wanita cenderung lebih cepat aus dibanding pria. Dan, semakin menua tubuh wanita akan semakin melebar (gemuk) sedangkan pria sebaliknya.
  3. Wanita dan pria (terutama wanita) dengan usia di atas 25 tahun, idealnya harus berolahraga dan mengkonsumsi makanan dengan pola yang berbeda. Olahraga tentunya harus lebih sering (minimal seminggu 3 kali) dan pola makan yang lebih sehat serta mengurangi lemak/kolesterol, bahkan harus mengurangi konsumsi karbohidrat.
  4. Olahraga yang rutin akan memberikan efek yang berbeda pada tubuh, yaitu selalu segar dan awet muda. Segar, berarti kita tidak cepat cape/loyo dengan nafas ngos-ngosan meskipun beraktivitas seharian. Dengan waktu 24 jam kita dalam sehari harus menyertakan setengah jam untuk berolahraga (minimal stretching)
  5. Efek segar ini baru bisa dirasakan setelah minimal berolahraga secara rutin selama 4 bulan berturut-turut. Badan akan terasa selalu fit.
  6. Ikuti gerakan senam dengan benar agar hasilnya maksimal, jangan asal bergerak.
  7.  Biasakan mengecek denyut nadi sebelum dan sesudah senam. Pada orang sehat dan segar/fit, denyut nadi awal biasanya 8 ke bawah, sedangkan setelah senam biasanya di atas 14. Dan setelah pendinginan, denyut nadi harus kembali ke semula. Karena salah satu ciri bahwa kita segar/fit adalah denyut nadi yang cepat kembali normal setelah pendinginan dalam olahraga.
  8. Pada peserta pemula yang tidak pernah olahraga, badan akan terasa sakit sekali setelah bangun tidur. Tapi dalam beberapa hari, jika dilakukan dengan rutin, akan hilang dengan sendirinya dan mulai terbiasa.

Apa lagi ya poin-poinnya. Saya lupa. Nanti saya tambahkan kalau sudah ingat. Oya ini ada keuntungan melakukan erobik (bener gak nulisnya gitu dalam bahasa indonesia, hehe) dari sini.

Saya sendiri merasa tersiksa dengan sesi alat-alat yang terlalu berat, atau body language yang memerlukan kelenturan tubuh. Maklum, jarang olahraga. Sampai sekarang masih belum bisa lentur dan payah-payah kalau mengayun barbel. Bahkan badan serasa berantakan saat bangun tidur. Tapi ternyata mengasyikan, karena mengeluarkan keringat sealaihim gambreng sampai membanjir itu menyenangkan sekali. Sampai ketagihan berolahraga. Dan lama-lama badan pun mulai terasa enak. Masih sedikit-sedikit sih, tapi yang penting ada peningkatan.

Tertarik mencoba?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s