Salah Persepsi Tentang Tuberkulosis (TB) Dan Penularannya

Berapa banyak dari kita yang baru aware terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan setelah mengalaminya sendiri? Saya termasuk salah satunya, dan pengetahuan itu dibayar dengan sangat mahal. Apalagi bagi penyakit yang tidak ‘sejuta umat’ seperti flu, seandainya tidak menjangkiti diri sendiri biasanya sangat males dan careless untuk mempelajari penyakit tersebut.

Trus, TB itu apaan sih?

Dulu biasanya di singkat TBC, sekarang hanya TB, penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis, dan Indonesia adalah pemasok pasien TB yang masuk dalam 5 besar di dunia setelah India, China, dan Afrika Selatan. Kuman TB tersebar di mana-mana, mungkin ada di sekitar tempat anda berada sekarang. Jadi semua orang beresiko terkena kuman ini. Nah masalahnya, situ sudah tahu belum apa sebenarnya TB, jenis-jenisnya, cara penularan dan cara pengobatannya? Infonya sebenarnya sudah banyak di internet, tapi balik lagi ke pernyataan saya di awal, biasanya kita baru ‘ngeuh’ kalau sudah mulai terjangkit.

Untuk rekomendasi bacaan, silakan situ bisa baca-baca di sini atau di sana.

Nah, di bagian pertama ini, saya ingin meluruskan persepsi sebagian besar orang tentang penyakit tuberculosis. Jujur saja, pada awalnya, setiap mendengar kata TB atau TBC yang terbayang di benak saya adalah seseorang yang kurus, pucat, ringkih, dan batuk tak berhenti bahkan sampai berdarah-darah. Dulu di kampung saya ada orang seperti itu, dan menurut rumor orang tersebut mengidap TB sehingga semua orang menjauhinya karena takut tertular.

Batuk = TB atau TB = Batuk

Seperti yang sudah saya tulis di atas, TB identik dengan batuk-batuk dan segala sesuatu yang berhubungan dengan paru-paru. Makanya ketika seseorang sudah di diagnosa dengan hasil positif TB tapi tidak batuk sama sekali, biasanya orang-orang heran dan bertanya-tanya “kok tidak batuk?”. 90% dari kawan saya bertanya seperti itu.

Ternyata, TB bukanlah melulu soal penyakit menyangkut paru-paru dan batuk, tapi itu hanyalah salah satu dari jenis penyakit TB saja, dimana kumannya nangkring di tempat tersebut. Maka namanya : TB Paru. TB Paru adalah jenis TB dengan penderita paling banyak/mayoritas di Indonesia, begitu munurut dokter, sedangkan yang lainnya masih jarang. Karena itulah, orang-orang akhirnya mengenal TB hanya sebagai penyakit paru-paru saja.

Ada beberapa jenis TB –mereka dinamakan sesuai bagian tubuh di mana mereka hinggap, yaitu TB kelenjar TB kulit, TB otak, TB tulang, dan lainnya.

TBC = Kurus

Nah, ini juga anggapan yang menyesatkan. Orang yang menderita penyakit TB memang berpotensi mengalami penurunan berat badan drastis, dan dalam jangka waktu tahunan akan kurus terus menerus, tapi tidak berarti bahwa orang gemuk bisa aman-aman saja dari kuman TB. Karena kurus itu hanyalah efek berkelanjutan dari penderita yang terus mengalami penurunan berat badan (jika tidak diobati segera).

Penderita TB Harus Dikarantina/Dijauhi

Tidak semua penyakit TB itu menular. Setelah mengetahui bahwa TB bukan hanya batuk-batuk dan penyakit di paru-paru, mesti diketahui juga bahwa hanya TB Paru yang menularkan, sedangkan TB lainnya tidak berpotensi menularkan. Justru, penyakit TB lainnya adalah bentuk penularan dari TB Paru. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa penderita TB Paru (yang berpotensi menularkan) membuat kita paranoid sehingga dijauhi dan dikucilkan. Penderita TB pun berhak untuk bersosialiasi. Makanya, perlu disadari bahwa sosialisasi yang aman adalah dengan cara menghindari semaksimal mungkin potensi penularan kuman. Penderita TB Paru-nya sendiri harus nyadar diri bahwa ketidakpeduliannya bisa merugikan orang lain, jadi dia harus menjaga kebersihan dirinya dan jangan lupa memakai masker, sekalipun itu saat bersosialisasi dengan keluarganya sendiri.

Orang yang belum terjangkit (misalnya keluarga atau kawan dekat) harus tahu kondisi si penderita dengan sebaik-baiknya untuk menentukan perlakuan yang benar dan mendukung si penderita dalam proses penyembuhan. Sedangkan untuk penderita TB non paru, tidak ada salahnya untuk tetap berhati-hati walaupun tidak berpotensi menularkan, dan melakukan pencegahan yang sama.

Bagaimana Cara Penularan TB Paru?

Sebagai salah satu penyakit menular, idealnya penderita TB harus memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi kepada tubuhnya dan bahwasanya TB adalah penyakit menular yang rentan menjangkiti orang-orang di sekelilingnya. Dikarenakan masih banyak penderita TB yang sangat cuek dan tidak peduli bahwa sekali dia meludah atau batuk, kuman-kuman berkeliaran di sekelilingnya. Ini bukan untuk menakut-takuti atau menjadikan kita paranoid, tapi menurut saya, selain memikirkan bagaimana caranya agar bisa sembuh total, hal pertama yang harus juga dipikirkan oleh penderita TB adalah : bagaimana sebenarnya cara penularan penyakit tersebut dan bagaimana caranya supaya orang lain tidak tertular oleh penyakit yang sedang kita derita.

Mengetahui cara penularan, ini sangat penting, agar penderita menjauhi atau meminimalisir hal-hal yang bisa membuat orang lain ketularan, terutama orang-orang terdekat yang hidup bersama satu atap dengannya, seperti anggota keluarga misalnya.

Berikut ini adalah kegiatan-kegiatan yang berpotensi menularkan kuman TB Paru pada orang lain :

  1. Batuk/bersin tidak ditutup dengan cara yang benar. Sebenarnya ini sudah ada dalam aturan/tatakrama batuk/bersin di tempat publik yang baik dan benar. Namun kadang ada orang-orang yang tidak mempedulikannya. Saat batuk atau bersin, tutuplah dengan sapu tangan, tisu, atau kalau tidak ada maka benamkan muka ke arah lengah kita sendiri. Ingat, jangan ditutup dengan tangan! Bagi penderita TB paru, dia wajib mengenakan masker saat berada di tempat umum untuk menghindari tersebarnya kuman.
  2. Meludah sembarangan. Sama halnya dengan batuk/bersin di tempat umum, meludah pun jangan asal crot apalagi jika kita tahu bahwa di dalamnya terdapat kuman yang menular. Meludahlah di kamar mandi (jangan lupa di siram sesudahnya) atau di sungai/kali yang airnya mengalir.
  3. Menggunakan barang-barang pribadi secara bersama-sama, terutama yang memungkinkan kontak langsung dengan cairan dari sumber penderita. Misal, menggunakan sendok bareng-bareng saat makan, minum dari gelas yang sama berbarengan, dsb. Tapi barang-barang tersebut bisa tetap digunakan oleh orang lain setelah dibersihkan kembali.

TB bukanlah penyakit yang disebabkan oleh virus, melainkan berasal dari kuman seperti kuman-kuman lainnya yang berada di sekeliling kita secara alamiah. Karenanya, secara alamiah pula kuman TB bisa hancur dengan sinar matahari dan antibodi dari tubuh kita sendiri. Jika bisa dikronologiskan siklus hidup kuman TB secara sederhana, maka yang saya tangkap dari penjelasan dokter adalah seperti ini : sebagai salah satu kawasan penghasil kuman TB terbanyak, di Indonesia kuman TB bertebaran di mana-mana dan kita tak bisa menghindarinya.

Kuman tersebut hinggap di tubuh kita, di tempat manapun, dan tertidur. Nah, kuman-kuman ini akan hancur dengan sendirinya secara alamiah (seperti yang saya sebutkan tadi) dengan kekebalan dari tubuh kita sendiri. Yang apes adalah ketika kuman nongkrong di tubuh kita pada saat antibodi sedang drop atau jelek sehingga kuman tersebut bangun dari tidurnya dan menyerang tubuh kita yang lemah. Maka terjadilah infeksi sebagai cikal bakal penyakit TB itu tadi. Dan TB ini tidak timbul dalam hitungan hari atau bulan semenjak kumannya menempel di tubuh kita. TB bisa menjangkiti kita dalam kurun waktu tahunan sejak kita terkena kuman tersebut.

Jadi sebenarnya, untuk menghindari terkena TB cukup sederhana saja, seperti juga penyakit-penyakit lainnya: tetap jaga imunitas tubuh dengan pola hidup yang sehat, dan jaga kebersihan. Apabila ada orang terdekat atau pernah dekat yang (kita tahu) pernah terkena TB, maka sebaiknya periksakan kesehatan diri kita sendiri pula.

Bagaimana dengan anda? Silakan share bagi yang memiliki pengalaman dengan TB atau apapun yang berhubungan dengan penyakit tersebut, dan atau mengoreksi statemen saya yang tidak tepat.

Untuk tahap selanjutnya, seperti gejala awal, tindakan awal dan proses pengobatan akan dilanjutkan pada tulisan selanjutnya.

69 thoughts on “Salah Persepsi Tentang Tuberkulosis (TB) Dan Penularannya

  1. Pingback: Obat TB Gratis di BBKPM Bandung (Bagian Terakhir) | Yang Ketiga

  2. artikelnya brmanfaat skalii🙂
    statement2nya jg sdh sesuai dgn apa yg dokter sya katakn bhwa trkena kuman skrg blm tentu skitnya skrg,bsa jd trjangkitnya bbrpa thn kmudian(mgkin sperti yg sy rasakn). tetap smangat dn sabar utk tmn2 yg kena TB🙂

    Like

    • terimakasih aFR. Semoga bermanfaat walau sedikit. Mudah-mudahan juga orang-orang menjadi tahu bagaimana sebenarnya TB itu dan pengobatan yang tepat hingga tuntas agar penularannya tidak semakin merajalela🙂
      Mari kita sebarikan informasinya.

      Like

  3. Pingback: Obat TB Gratis Dari Pemerintah | Yang Ketiga

  4. benaran TB kelenjar tidak menular???saya soalnya baru saja di diagnosis terkena TB kelenjar, tapi di beberapa artikel menyebutkan bahwa TB itu entah paru atau TB yang menyerang bagian lain itu semua menular, sebenarnya yang benar yang mana sih? saya soalnya takut kalau keluarga saya menjadi tertular gara gara saya

    Like

    • Mbak Titisari,
      Sebelumnya saya sudah konsultasi panjang lebar dengan dokter yang menangani saya di BKPPM Bandung. Kata mereka TB Kelenjar tidak menular kecuali benjolannya pecah. Ketika sedang dalam pengobatan, kemungkinan menular sangat kecil. Jadi yang menularkan ke orang lain itu hanya TB paru saja mbak. Saya juga mantan pasien TB kelenjar dan tidak bermasalah dengan penularan.

      Atau mbak bisa langsung konsultasi ke dokter yang menangani Mbak saja. karena tb harus segera diobati. Coba mbak cek ke BKPPM Bandung untuk dapat obat gratis dari pemerintah🙂

      Like

      • mbak maaf skg sudah sembuh dr tb kelenjar?yang mba rasakan waktu terkena tb kelanjar apa?soalnya saya juga ada benjolan di leher sebelah kanan

        Like

  5. Terus terang saya baru saja difonis kena TB paru. kaget banget bahkan syok… karna sudah separah itu. kegiatan sehari hari seperti biasa bersama keluarga. anak saya usia 2,5th.
    baru setelah vonis itu saya memproteksi diri. menggunakan masker, mengurangi aktivitas brsm si kecil. persn tidak enak menyelimuti saat bekerja.. bener2 takut klo anak tertular.
    saya juga baru tahu kalo TB tidak hanya paru saja. TB kelenjar biasanya di daerah mana…? apa berupa benjolan…? terimakasih.

    Like

    • TB kelenjar biasanya ditandai dengan ada benjolan kecil-kecil di bawah dagu atau sekitar leher atas. Awalnya mungkin tidak kelihatan, tapi lama-lama akan terasa sakit dan membesar. Tapi tidak setiap benjolan begitu adalah TB, makanya dokter jg akan mengecek dengan cara biopsy yaitu mengambil cairan dari benjolan tsb. Nanti akan diketahui apakah benjolannya mengandung kuman TB atau engga.

      Sama-sama mbak. Semoga segera sembuh ya, dan seluruh keluarga jg sehat slalu. Pengobatan TB butuh kesabaran serta dukungan dari semua orang terdekat. Jadi tetap semangat dan jangan hentikan pengobatan🙂

      Like

  6. Saya ingin bertanya apakah orang yang pernah terjangkit TB dan sudah sembuh, dapat kembali terjangkit karna tertular TB orang lain?

    Like

  7. Mau tanya, tmn sya kna tb paru, nah potensi penularannya berapa blan setlah pngobatan sampai aman dn tdak menular , apakah bsa sembuh total dan kalau mnikah dng yg pnya pnykit trsbut bgaimna ? Apa bsa terinfksi tb jga ??trmksh

    Like

    • kalau dokter sudah menyatakan sembuh, berarti kuman sudah mati dan tidak akan menularkan lagi. Jadi sudah sembuh. Kalau menikah dengan orang yang pernah punya penyakit tb sih kayaknya gak apa-apa asal udah sembuh. Gak usah jadi paranoid juga, yang penting tetep jaga kesehatan seperti biasa. Atau langsung konsultasi dokter aja.

      Like

  8. Saya mau tanya,kebetulan dikantor saya ada yang terkena penyakit tb paru.kebetulan itu pimpinan saya sendiri dan satu ruangan dengan saya.yang saya tanyakan,bagaimana agar saya tidak tertular,jujur saya sangat takut tertular.Mohon informasinya,karena sangat saya butuhkan,terima kasih sebelumnya

    Like

    • pimpinannya harus pakai masker. Dan mbaknya juga mungkin harus menjaga kontak langsung seperti memakai barang yang sama pada saat makan. Sharing aja sama pimpinannya tentang tb paru dan pengaruhnya ke orang lain, misal jangan meludah sembarangan atau batuk harus selalu ditutup. Mbaknya klo konsultasi ke dokter pasti bakal diminta cek juga buat jaga-jaga. Tapi enjoy aja yang penting jaga kesehatan.

      Like

  9. Terima kasi infonya… Berguna sekali… Suami aq mgkn positif TB… Kmrn rontgent cek darah dan hari ini tes dahak… Rabu sore kmrn dia batuk darah dan kmrn test pertama dokter lgsng blg paru2 sobek… Sedih sbnr nya… Qt baru punya baby usia 8 bulan… Semoga dg pengobatan 6 bulan, dia lekas sembuh…

    Like

  10. saya punya sepupu 8 bulan yg lalu kena tb paru dan sudah menjalani pengobatan 6 bulan dan sekarang kami tinggal satu atap dan aq lihat dia mulai batuk lagi, apakah setelah pengobatan 6 bulan bisa kambuh lagi?

    Like

    • iya, bisa kambuh lagi. Kalau gejala batuknya mencurigakan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter yang sebelumnya menangani pengobatan tb-nya aja pak

      Like

  11. Saya terkena TB paru awalnya tidak terditeksi tanpa batuk dan berdahak hanya penurunan berat badan yang drastis dan masih terus menyusui anak yg berusia 14 bulan semoga anak saya selalu sehat dan tdk tertular

    Like

  12. Ke 2 anak sy di nyatakan positif tb. Hancur hati ini rasanya. Sy & suami sdh cek dan tnyata negatif. Apakah akan menular kpd kami org tuanya? Solusinya spt apa?

    Like

  13. mba saya mau tanyak.. saya sudah batuk brdahakhmpir 3minggu ..tapi saya tidak demam tidak keringat dingin saat mlem hari
    napsu mkan juga biasa aja.. apakah itu termaksud tb juga mba.. makasi mba

    Like

  14. punten, saya mau bertanya. saya di diagnosis terkena tb kelenjar. nah benjolannya sudah pecah. pecahnya seperti bisul, ada keluar mata buat keluarnya nanah tersebut. setiap hari saya ganti balutan kassanya. di rumahpun saya tutup pakai kassa. apakah tetap bisa tertular? karna di rumah saya banyak anak kecil. saya takut malah saya menularkan ke keluarga saya. terima kasih.

    Like

  15. terima kasih atas artikelnya , sangat bermanfaat.
    apakah tb kelenjar bisa menjalar ke otak atau organ lainnya?? soalnya istri sy sakit kepala hebat setelah adanya benjolan di leher. saat ini sedang minum obat tb.

    Like

      • Saya juga sering pusing sakit kepala sebelum di vonis tb kelenjar, tapi tanya dokter katanya bukan karena benjolan itu, sampe sekarang saya jg masih bingung hihi ternyata yg lain juga ngerasain yg sama. Salam kenal🙂

        Like

      • Apakah efek samping terkena tb kelenjar selain itu ada mbak? Kalau minum obat tb haruskah di barengi terus dengan vitamin? Karna saya disarankan untuk terus minum vitamin dgn dokter. Mohon pencerahan dr pengalaman bak🙂

        Like

      • saya penderita tb kelenjar, selama ini saya mengonsumsi vitamin yg disarankan dokter, yaitu neurobion yg biru

        Like

  16. Cara penyembuhannya itu bagaimana yah ?
    Harus rutin minum obat dari dokter ?
    Jadi, kalau membersihkan nana yg keluar itu harus sendiri agar gk menularkan ke org lain ?
    mohon jawabannya☺

    Like

  17. Saya ini penderita TB. Menurut pengalaman saya, sebenarnya masih ada lagi mitos tentang TB yg lebih berat untuk ditanggung daripada yng ditulis di artikel ini:
    1. Kalau masih batuk-batuk artinya Anda tidak minum obat secara benar.
    2. Sekali terkena TB Anda harus terus pakai masker, kalau bisa seumur hidup. Di mata orang lain, orang yg kena TB itu tidak pernah sembuh. Cap mantan penderita akan terus Anda sandang, seolah-olah Anda ini mantan narapidana kelas berat.
    3. Kalau ada rekan kerja juga kena TB, itu artinya Anda yg menularkan, biarpun kita sudah berhati-hati terus pakai masker setiap hari, atau kita sudah dinyatakan sembuh oleh dokter.

    Tiga poin di atas adalah pengalaman pribadi sebagai penderita TB. Bahkan saya sempat berdebat untuk poin no 2 dengan rekan kerja.

    Like

  18. permisi, mau tanya. apakah penularan tb itu dari dahak yg keluar saat kita bersin atau batuk saja? atau hanya dari pernapasan kita orang lain jg bs tertular. contoh: jika kita meludah biasa, dengan meludah saat batuk pasti berbeda di dahaknya. apakah ludah yg tdk berdahak jg bs menimbulkan penularan. tks.

    Like

    • Kalo logika saya saat batuk kuman lebih sedikit keluar dari saluran pernafasan kita, dibandingkan pada saat bersin. Jd batuk dan bersin bisa menularkan bakteri yg ada di paru-paru keluar ke saluran pernafasan dan rongga mulut. Itu yg saya alami.

      Like

  19. Dok, sy sdh mkn obat tbc hampir 2 bln, dan sorga ini sy mengalami sakit sesak kenyang selepas makan dan tenggorokan trsa ad yg mengganjal sampai kepada, dan sering tarasa pusing,, mohon penjelasannya dan cara mngatasinya. Trmksih

    Like

    • sebelumnya, saya tekankan bahwa SAYA BUKAN DOKTER. Saya cuma seorang survivor tb kelenjar🙂
      Untuk lebih jelasnya mengenai gejala yang anda derita, sebaiknya segera cek ke dokter yang biasa menangani TB yaa

      Like

  20. Saya juga mantan penderita tb kelenjar, alhamdulillah setelah 12 bulan minum obat saya akhirnya dinyatakan sembuh, sampai sekarang tidak ada benjolan yg keluar lagi . Tapi yang jadi pertanyaan sampai sekarang rasanya badan saya cepet cape. Apakah hal yang saya rasakan sama?

    Like

    • Selain cepet capek, apa lagi mbak yang dirasakan setelah mengalami tb kelenjar? Apakah selama minum obat tb itu mbak harus disertai dengan vitamin juga? Karna saya disarankan seperti itu harus dibarengi dgn vitamin.

      Like

      • Saya minum obat tb hampir setahun n dibarengi vit b6, kalo gak minum vitamin, tangan jadi keram gitu, efek dari rimfapicin n inh. Jadi saya rajin minum B6 n makan bubur kacangijo n susu kedelai, walau uda bersih jadi keterusan minum B6 n makan kacang ijo, n susu kedelai

        Like

  21. Mba .. Ketemu blog ini jdau sharing. Mba mantan pasien tb kelenjar skrg sudah sembuh tanpa operasi yaa? Saya bingunh. Hasil rontgen bagus normal; dahak negatif. Tp test mantoux di cek dokter positif, tb kelenjar. Saya dikasih obat buat seminggu utk cek apa jendolan di leher mengecil atau tidak. Jendolan di leher saya kecil dan todak terlihat, hanya bs dirasa saat di sentuh atau dipegang, krna jendolannya ada di dalam. Yg saya mau tanyakan, apa bs sembuh dr tb kelenjar tanpa operasi? Mohon info

    Like

  22. Pingback: Salah Persepsi Tentang Tuberkulosis (TB) Dan Penularannya | Agung Nurcahyo

  23. Sy penderita TB kelenjar n benjolan di leher saya sdh di biopsi. Dokter menyarankan saya untuk meminum obat OAT selama 6 bln dan setelah hampir 2 minggu saya meminum obatnya di seluruh tubuh saya timbul bercak merah dan rasanya gatal banget. Selain itu luka bekas biopsi itu belum benar2 sembuh krn masih suka terasa sakit n tiba2 kayak bernanah didalamnya padahal udh 1 bulan lebih.
    Mohon penjelasannya.

    Like

  24. saya terkena tb kulit dan harus minum obat selama 9 bulan.. ini baru jalan 2 minggu minum obat.. terasa kulit sering gatal di bagian punggung belakang.. stress juga begitu tahu hasil pathology anatomy menyatakan positif tb kulit.. tapi belum pasti menular atau tidak? ada yg bisa bantu? manular atau tidak?

    Like

    • assalamualaikum mbk julina, maaf sya mau mnanyakn, gejala yg mbk alami, atau perubahan apa yg ada di kulit mbk, kq mbk bsa smpai di diagnosa tb kulit, apa kaki mbk sblmnya merah2, kmudian bengkak smpai gak kuat jalan atau bagaimana, mohon infonya mbk. krna 3hari yang lalu dr memfonis sya trkna tb kulit, pdahal hasil lab, rongsen smua normal,

      Like

  25. Mba mau tanya klo pengobatan tb kelenjar itu sebaiknya hanya dengan minum obat saja (6-9 bln) atau bisa juga dgn cara lain seperti dioperasi?

    Like

  26. Dok, sya mw tnyak bln fbuari lalu sy penh skt btuk trs mnrs, dan bdan smkn krus, dr 49 mnjd 35 kg smpai sya tdk bs apa2 lg, smpi akhr@ sy msuk rmh skt, dan d yatkn skt tb dgn BTA (-), sy mlai mnum obt tb slm 6 bln, alhmdllh btuk sdh hilg dan bdan smkin naik, dan sy brhnti mnum obt@ krn sy merasa sudah smbh, wlpn blm d blg smbh dr dktr,alhmdllh smpai skrg btu sy tdk prnhkmbuh, wlwpon kdang2 ada dahak kluar tnpa btuk, dn bdan sy skrg sdh 55 kg, apa kah sy sdh smbuh dok??? Dah ap sy sdh blh ikt promil?? Krn sy sdh kpngen hmil dok

    Like

    • Mbak novi, saya mau tanya, sy ni lg proses penyembuhan , sy skit TBb tulang, sudah mau 2 bulan minum obat, dan kata dokter proses penyembuhan dgn minum obat itu minimal 4 bulan. Nanti klo sudah naik berat badannya, baru bs diketahui sudah sembuh atau belum, atau masih hrus mnum obat. Nah saya mau tanya sm mba novi yg pernah ngalamin penurunan berat badan, smpai bs naik berat badannya. Kaya gmn ya prosesnya yg dilakuin sm mba novi? Harus terus rutin mnum obat sesuai kata dokter ya, atau kah mempunyai pendapat lain.

      Like

  27. Sblmny sy ucapkan trima ksih atas ilmunya, sya mau tanya skitar 2 bulan yg lalu magh sya kambuh masuk skitar hari ke 10 sya mulai merasakan tidak nyaman diseluruh prut hingga ketulang belakang sampai sesak didada dan terasa ada yg mengganjal ditenggorokan, sy coba kedokter ktnya kmungkinan ada gerd 1 minggu kmudian gejala itu tdak berkurang hingga dokter menyarankan dirontgen dan akhirnya sya terkena bronchitis (padahal sya tidak batuk2), 3 hari stelah itu sya dirawat 1 minggu di rs krn tidak tahan lagi menahan sakit didada, lalu dokter menyarankan rontgen ulang dan hasilnya sedikiit lgi terkena TBC, disuruh jaga pola makan dan jgan smpai terkena angin,debu, dingin, makan asam dll, krn kalau terkena sdikit sja positif kena TBC. Nah yg sy ingin tanyakakan mungkinkah ada kesalahan diagnosis???, krn sepengetahuan saya kalau org terkena bronchitis ataupun tbc pasti identik dgn batuk2..

    Like

  28. Apakah mantan penderita TB paru benar2 tidak bisa gemuk?
    Lantas apakah Tb kelenjar sangat berbahaya jika tidak ditangani sama sekali.
    Tolong dijawab ya

    Like

  29. Terimakasih, artikelnya sangat membantu. Rasa takut saya sudah terjawab, bahwa TB yang saya derita tidak menular pada orang-orang sekitar saya.

    Like

  30. assalamualaikum, saya punya adik kandung, dan baru baru ini diagnosis dokter terkena TBC, nah setelah saya baca2 di tentang penyakit TB ini, kita membedakan alat makan minum dg pengidap TB, saat saya mencoba memisahkan alat makan / minum, mama saya menangis karna dia berfikir saya menjarak atau mengasingkan adik saya, mohon solusinya, saya harus bersikap bagaimana?? saya bingung😥

    Like

    • Dear Rina,
      Sy pasien TB Paru sedang menjalani pengobatan saat ini 4bln,
      Selama 2mgg awal diagnosa TB positif, sy memisahkan barang pribadi sy sndiri, (alat makan,handuk,alat mandi) spon pencuci piring, sikat baju, dll yg bs menularkan jg sy cuci bersihkan dgn detol dan memakai masker, smpet mengasingkan diri tdur dikamar sndiri yg tdk ber ac, krn tkt ac kamar menyimpan kuman tb nya..memang masa berat, itu kesadaran diri sndiri, krn sy tidak ingin menular kan ke keluarga tercinta, utk kasus anda, sy tidak tahu apakah sm tb paru yg jelas2 info ny dpt menular..jika sama mgkn berikan saja pemahaman ttg pemisahan barang trsbt utk memutus mata rantai penularan..anda boleh memisahkan barang tp support apa yg dibutuhkan adik anda..ajak adik anda ngbrol ttg kondisi nya, apa yg dibutuhkan, dukung dia utk smbuh, berikan adik anda makanan bergizi, mudah2an ibu anda jg mengerti anda peduli akan kesembuhan adik anda dan kesehatan keluarga smua.. Sekian tq

      Like

  31. Selamat sore semuanya, saya mau share tentang pengalaman pribadi, saya menderita penyakit lambung , dan saya sempat di rawat juga. Dan begitu di rontgen saya malah di katakan menjangkit juga tb paru. Padahal gejala tb paru tersebut tidak saya alami sama sekali. Batuk tidak, turun berat badan itu karena saya diet, demam tidak, keringit dingin, dan sesak juga tidak, tapi dr menyarankan saya untuk trapi obat tb 6 bulan. ada yanh pernah seperti saya sebelum nya ?

    Like

  32. Selamat malam, saya ingin mengetahui dengan detail pengalaman anda sebagai mantan penderita TB kelenjar, bagaimana gejala awalnya, apa saja test yang perlu dilakukan dan bagaimana langkah tindakan medis yang perlu di ambil. Terimakasih sebelumnya. saya sangat memerlukan informasi tersebut, karena saya juga diperkirakan mengalami kondisi yang sama, dulu sempat ada benjolan di leher, kecil dan sempat pecah sehingga meninggalkan bekas luka, terjadi thn 2014 lalu. sekarang thn 2016 saya mengalaminya kembali tetapi dengan kondisi yang lebih dari kondisi awal saya, karena dulu tidak sempat di lakukan penanganan medis akibat ketidak tahuan. trmksh

    Like

  33. Ikut share sebentar,pengalaman ikut seminar dari dokter paru dan ketua PPI (pengendalian dan pencegahan infeksi) indonesia kalau tb baru saat batuk kuman hanya bisa terbang sejauh 2 meter.itupun kalau misal belum sampai 2 meter sudah menyentuh tanah kumannya pun sudah mati.untuk rontgen thorak misal hasilnya positif,tetapi asal hasil dahak negatif tetep aman dan tidak menular.yang penting kita harus yakin bahwa kita sehat dan harus melakukan PHBS(Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

    Like

  34. slamat sore,sy mau tanya?TB tulang itu bisa nular gak ia?soal nya saya pny anak umr 2 th.sllu ingin makan,minum,tidur,kdang mandi bareng..kalo satu peralatan gt gmn iaa..sy syang bgt sm anak sy.tolong share nya..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s