This Too Shall Pass

Dulu saya pernah mengatakan pada diri sendiri, bahwa saya menyesal telah bertemu denganmu. Karena itu membuat saya sering merasa bersedih. Mungkin akan lebih baik jika kehidupan berjalan seperti dulu saja, saat saya tidak pernah mengetahui bahwa di dunia ini ada makhluk sepertimu. Sepertinya, itu akan lebih membahagiakan bagi diri saya.

Tapi, walaupun saya berpikir seperti apapun, pada kenyataannya saya sudah bertemu denganmu –dan kenyataan itu tidak pernah bisa diubah. Karena saya tidak mungkin membuat diri saya sendiri amnesia untuk menghilangkannya. Itu sudah terjadi, dan saya sudah mengalami berbagai hal, baik saya menyukainya ataupun tidak. Dengan menyesali semua itu dan berharap untuk tidak pernah mengalaminya di waktu yang sudah lewat, saya sudah mengeluarkan energi sia-sia bukan? Sedangkan hidup tidak berhenti sedetikpun, dengan atau tanpa saya memikirkan hal tersebut.

Dan sekarang, setelah semua berlalu begitu lama, saya tahu bahwa saya sangat bersyukur bisa bertemu denganmu. Saat pikiran-pikiran telah ditata kembali dalam ketenangan, saya yakin bahwa salah satu bagian penting dalam hidup saya sendiri adalah berterima kasih kepadamu karena telah memberikan masa-masa yang berharga dalam sebagian hidup saya. Saya telah belajar merasakan hal-hal baru, berpikir dengan cara yang berbeda, dan secara keseluruhannya saya telah mendapatkan seorang kawan yang hebat.

Jika pun saya tahu bahwa pernah ada luka sedikit, saya mengakui itu, namun setiap luka pasti sembuh adanya. Saya percaya itu. Dan pada akhirnya, saya merasa baik-baik saja. Semoga kau pun selalu begitu. Ah ya, this too shall pass, isn’t it ?

3 thoughts on “This Too Shall Pass

  1. hampir setiap luka akan berbekas teh, pengalaman saya pribadi, terakhir kali dapat beberapa jahitan, tidak juga hilang sampai sekarang. Apalagi luka di hati… mungkin efeknya sampai kebawa mati, hiiii…

    Like

    • Iya, memang. Karena konon katanya luka (di hati) itu seperti kita menancapkan paku pada bongkahan kayu. walau pakunya bisa dicabut, tapi bekasnya tidak akan pernah hilang sampai kapanpun (bahkan mungkin sampai mati). Dan itu ga masalah kok. Yang terpenting kan lukanya sudah sembuh, tidak terasa sakit lagi (walau ada bekasnya), lalu kita bisa terus melanjutkan hidup dan berbahagia dengan bekas tancapan paku tersebut😀. Kira-kira seperti itulah:mrgreen:
      haha.

      jahitan itu mungkin ga akan hilang secepat itu, mas guh. klo mau cepet hilang, coba dioperasi atau pakai krim apagitu yg buat menghilangkan bekas luka. Eh, sekarang luka jahitannya tapi udah ga sakit lagi kan?

      Like

      • Sudah ada teknologi dempul, Teh. Setelah itu masih bisa di pelitur atau cat sekalian. Analogi kayu sudah tidak berlaku lagi tuh. #dibahas

        Sudah tidak ada yang sakit lagi sekarang, sudah senang🙂

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s