Menggilai Karakter Fiktif

Salah satu hal yang menyenangkan dari menulis fiksi adalah pembuatan dan pembentukan karakter-karakter beraneka ragam dalam cerita yang kita buat sendiri. Kita bisa menciptakan tokoh sesuka hati, yang keren ataupun sebaliknya, tentunya dalam persepsi keren kita sendiri. Dan bahkan, saat membaca karya fiksi orang lain, kita akan menemukan berbagai macam karakter manusia. Dalam pengalaman saya, sebagiannya ada karakter yang akan membuat kita benar-benar menyukainya. Iya ga sih?😀

Dan sepertinya, saya sangat berbakat untuk selalu suka atau tergila-gila (dalam artian benar-benar berpikir untuk bisa menemukan karakter seperti itu di dunia nyata) terhadap suatu karakter manusia fiktif yang memberikan kesan tersendiri saat membaca sebuah kisah fiksi. Barangkali saja memang tipe atau tokoh manusia dengan karakter seperti itu ada atau mendekati miripnya, toh itu dibuat oleh manusia juga dalam imajinasinya.

Makanya, saya pikir, orang-orang yang bisa membuat karakter kuat dengan amat keren itu sangat mengagumkan. Selalu ada kesan yang tertinggal untuk mengenang kembali ceritanya. Bahkan bisa ikut bersimpati atas apa yang dirasakan oleh sang tokoh imaji tersebut. Tak jarang pula membuat saya nangis sesegukan atau marah tidak jelas. Ah, apakah ini saya saja yang terlalu lebay dan melankolis ya? Haha.

Ada beberapa karakter yang teramat saya sukai dari dulu sampai sekarang. Mereka muncul dari novel dan film, dan membuat saya bisa mengambil berbagai hal dari mereka. Berikut ini adalah sebagian list-nya (urutan tidak menyatakan prioritas paling disukai) :

1. Tong Fang Fu Pay (dalam ejaan hokkian: Dong Bang Bubai)

Seorang transgender dalam film silat mandarin berjudul ”Swordsman”, dan merupakan karakter antagonis. Dia tidak menjadi seorang waria karena operasi plastik di Thailand tentu saja, melainkan karena ilmu terlarang yang ditekuninya, yakni Kung Fu Kasim. Fu Pay sangat ambisius untuk bisa menguasai dunia persilatan pada jaman itu sehingga menempuh cara-cara yang tidak manusiawi, bahkan yang merugikan dirinya sendiri. Namun dia sudah siap dengan segala resiko pilihan hidupnya, dengan alasan-alasan kenapa dia memilihnya.

Kung Fu Kasim mengharuskan penganutnya mengebiri alat kelaminnya sendiri, lalu pelan-pelan menjadi gemulai seperti perempuan. Fu Pay awalnya lelaki biasa, lalu gendernya menjadi bias. Dia menjadi seorang biseksual yang menyukai perempuan dan lelaki pada waktu bersamaan. Kadang-kadang dia muncul dalam penampilan perempuan yang amat cantik dan misterius. Kadang juga muncul dalam penampilan lelaki tampan yang dingin dan kejam. Saya suka dengan kompleksitas karakternya.Symphaty for the devil !

2. Raito Yagami (Light/Kira)

Well, dia adalah salah satu karakter dalam manga/anime ”Death Note” (siapa tak kenal?). Seorang remaja SMA yang terlalu pintar, merasa bosan, lalu menemukan kesenangan baru dengan membunuhi para penjahat melalui death note –dengan cara yang sangat mudah, milik sesosok setan pencabut nyawa. Dia menggadaikan nyawanya untuk melakukan hal itu. Dan sesudahnya dia menjadi sosok ambisius yang terjerumus dalam narsisme akut tentang perubahan dunia. Dia keren sekaligus mengerikan. Dan kematian dalam usia muda dari orang-orang berbakat selalu membuat saya sedih.

Sebenarnya saya suka juga pada Lelouch Lemperouge dari Code Geass (dia keren banget!), tapi Kira ini lebih down-to-earth.

3. Sikhandi ( Srikandi dalam versi Jawa)

Dulu saya suka wayang golek, karena bapak saya sering menontonnya. Yang saya tahu waktu itu, tokoh heroine dalam dunia wayang bernama Srikandi ini adalah perempuan jagoan nan cantik yang diperistri Arjuna (saingannya Subadra). Namun dari sejarah wayang India yang saya baca, ternyata Srikandi tidak seperti itu. Dia digambarkan dengan lebih kompleks dengan isu seksual yang kental : seorang putri yang sangat tomboy sehingga lebih suka berpenampilan lelaki.

Dia jatuh cinta dan menikah dengan seorang perempuan yang menyangka dia seorang lelaki. Istrinya kecewa begitu tahu yang sebenarnya. Srikandi pun merasa begitu terhina dan hendak bunuh diri. Akhirnya Srikandi bertapa di sebuah hutan dan memohon kepada dewa untuk menjadi seorang lelaki. Maka dia mendapatkan kejantanan dari seorang dewa yang bersedia ’menukar’ gendernya. Maka menjadilah ia seorang lelaki sejati, dan kembali pada istrinya.

4. Nick Knight

Tokoh protagonis dalam serial vampir jadul ”Forever Knight”. Entah ya, mungkin karena saya cukup suka pada tokoh franchise dunia tersebut sejak remaja dulu. Nick adalah seorang detektif dari spesies vampir berusia 800 tahun yang bersumpah untuk melindungi manusia demi menebus dosa-dosanya pada umat manusia di kehidupannya dahulu. Dia berpartner dengan seorang perempuan muda bernama Tracy Velter, dan mereka menangani kasus-kasus yang sering melibatkan dunia ghaib serta sisi gelap manusia.

Karena tidak bisa terkena matahari, Nick bertugas malam sampai menjelang pagi. Dia bertahan hidup dari transfusi darah. Lucu memang. Kadang dia suka kebablasan, karena naluri vampirnya tentu saja tidak bisa hilang, haus darah manusia dan nyaris mencelakai Tracy. Dia bergelut dengan naluri alamiahnya tersebut.

5. Chantal Prym

Sebenarnya saya terkenang pada novel Norwegian Wood-nya Haruki Murakami (yang disebut sebagai nabi baru dalam era penulis baru Jepang saat ini oleh kawan saya). Namun saya terlalu pelupa pada karakternya u_u.

Lalu saya malah teringat Nona Chantal Prym dari novel ”The Devil And Miss Prym” karya Paulo Coelho.

Chantal Prym, wanita muda yang terjebak dalam pilihan sulit memilih baik dan buruk yang mendatanginya setiap malam, dan membisikinya untuk menyelamatkan diri sendiri atau menyelamatkan nyawa orang lain di desanya. Klasik sekali memang. Namun saya suka cara dia yang  cerdas dan penuh keberanian menyelesaikan masalah pilihan baik dan buruk.  Sedangkan dia sendiri bukan perempuan baik-baik dalam pandangan orang lain (dia pelayan hotel yang gemar memberikan pelayanan plus pada tamu). Jadi pada dasarnya, manusia itu baik atau jahat? Itulah pertanyaan besarnya.

6. Saul

Yeah, ini yang sedang happening banget. Karakter utama cowok dalam proyek novel kawan saya yang berjudul Saul. Menurut saya, Saul si remaja berusia 17 tahun itu keren. Saya bisa ikut sesak nafas dengan hidupnya yang penuh drama (walau bisa dibilang absurd) tentang pilihan mencintai dan berusaha berbahagia dalam sulitnya kehidupan yang dialaminya. Ya, berusaha mencari kebahagiaan mereka (dia dan pasangannya) sendiri, walau kadang terdengar sangat egois, tapi pada dasarnya semua manusia itu begitu kan ya? Saya, terkenang berhari-hari kepada Saul setelah membacanya. Seolah dia sangat nyata (karena setingnya berada di Indonesia).

Saya kok jadi ikutan dramatis dan menye begini? Semoga Saul bisa memilih hal yang berbeda! Saya kok tidak rela dia dengan sesama lelaki. Hehe. Peace.

 

Demikianlah.

Dan, hei, bagaimana dengan anda?

14 thoughts on “Menggilai Karakter Fiktif

    • saya juga suka sama karakter anti-hero kok. bisa dilihat di atas, hampir semua karakter anti-hero atau antagonis. Tapi saya kebanyakan sukanya yang kompleks, yang tidak bisa dikatakan protagonis atau antagonis, karena memang kisahnya tidak berkutat soal kebaikan dan kejahatan saja sih. Tapi semua karakter kompleks, saya suka. Dan anti-hero itu juga termasuk dalam kompleksitas karakter tersebut😀

      Like

  1. Wah, Lelouch Lemperouge sih keren.😀 Saya aja habis nonton Code Geass yang season kedua rasanya hati ini terasa sedih, hampa gitu. Entah kenapa kok ikut2an sedih hati saya ngelihat ending-nya yang epic. Gitu juga waktu saya habis nonton yang season pertama.

    Dulu rasanya pernah saya tulis di blog saya…😀

    Like

  2. Pingback: Kopdar “Ngopi Doeloe” Dua Giliran di Teuku Umar « Hidup Itu Harus Dinikmati…

  3. srikandi yang saya baca di Mahabharata adalah lelaki tulen yang mungkin agak kemayu karena dia reinkarnasi dari dewi Amba, wanita dari masa lalu Bhisma yang cinta berat ke Bhisma:mrgreen:

    Like

  4. oh ya satu lagi.. daripada chantal Prym, saya justru lebih tertarik pada sosok wanita di “By The River Pidera i sat down and wept”. atau Veronica dalam Veronica Decides to Die yang *kata saya* lebih kompleks dan lebih bernas cara berceritanya😀

    Like

  5. tokoh2 kesukaan saya tetaplah yg ada dalam cerita2 karya bubin LantaNG, walau ternyata nama itu ada benarnya *hloh* , ya asik aja dengan nama ‘Ra, Kekes, Kori, Fay ..
    Singkat tapi keren dan berkarakter😀

    Like

  6. @Asop
    iya saya juga suka banget karakter anti-hero itu. Saya nanti nagih serial Code Geass ya, sop!

    @Red
    Oya? itu versi asli dari india atau versi apa ya? soalnya yang pernah saya liat di film animasi atau cerita-cerita hasil gugling, dalam versi asli dari India konon Sikhandi itu perempuan tulen tapi tomboy. lalu nikah sama seorang putri dan bertapa sehingga menjadi lelaki tulen.

    @Nuwanda
    Silakan🙂

    @Warm
    wah saya baru tahu. itu novel atau apa, bang?

    @Alex
    Iye, iye..dari dulu ga berubah ya kesukaannya sama si rambut ijuk yang temperamen dan bodoh itu LOL **plak*

    Like

  7. Tem-temperamen dan bodoh?😯

    Aku suka dengan kejujuran Sano. Dia tidak berpura-pura mencitrakan diri untuk tobat macam Kenshin, untuk kemudian meledak jadi battosai lagi😛

    Like

    • Lha iya toh? Saya sampai dibuat ngakak jumpalikan kalau melihat tingkah lakunya yang ‘kampungan’ itu (semisal gemetaran saat naik kereta dan ga mau difoto karena takut nyawanya berkurang haha). Yah, tapi soal kejujurannya, saya sepakat banget denganmu. Sano itu jujur dan (menurut saya sih) lugu:mrgreen:

      Itu pembandingnya, Kenshin, karena saya dikira suka Kenshin kah? :p
      Saya pertama kali liat film ini memang mengidolakan Kenshin. Namun kemudian saya lebih menyukai Aoshi Shinomori. Sekarang sih saya cenderung lebih menyukainya secara keseluruhan (pada ceritanya itu sendiri) dibandingkan pada karakter-karakternya. Namun apabila diminta siapa yang paling disukai, ya masih tetap Aoshi sih:mrgreen:

      Like

  8. Saya paling suka sama karakter yang ada di game Suikoden V, yaitu Viki. Dia gadis cantik, imut, manis, dan polos, berguna lagi dalam hal teleportasi. Bahkan saking sukanya aku sama dia, aku malah membayangkannya jika saya ada rasa pahit di dunia nyata dan ada rasa senang di dunia nyata. Bahkan aku selalu memadukan cerita khayalannya dari banyak game lain (Minecraft, COC, GTA SA, Bully, Suikoden V, Haegemonia Solon Heritage, dan Euro Truck Simulator 2) dengan dunia nyata. Di cerita khayalan saya (Jaling), Viki suka dan mencintai Rizky Pramudya (saya), begitu juga dengan Rizky yang akhirnya Si Viki juga diangkat menjadi Co-leader Jaling Empire, asisten pemimpin perusahaan Jaling (truk, teknologi, laptop, dll), dan sebagai pelindung Rizky Pramudya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s