Ci – : Euh….Ini Soal Makanan

Saya teringat ketika seorang kawan bloger mengatakan dalam obrolan kami beberapa tahun lalu, bahwa salah satu ciri khas Jawa Barat adalah nama kota-kotanya yang berawalan Ci. Misal, Ciamis, Cikoneng, Cimahi, Cibodas, Cisarua, Cisangkan, dan lain sebagainya. Saya pikir-pikir, benar juga ya. Ci memang telah menjadi ciri khas nama kota di daerah Sunda. Ci sendiri merupakan kependekan dari kata dalam bahasa sunda, yaitu cai (artinya, air). Konon menurut Jakob Sumardjo, penggunaan kata ci tersebut erat kaitannya dengan budaya air sebagai salah satu sumber kehidupan.

Ternyata, selain nama kota yang didominasi oleh awalan ci, nama jajanan khas sunda pun (terutama Bandung) ada yang menggunakan awalan ci. Tidak banyak sih-tentunya tidak sebanyak varian jajanan Bandung itu sendiri yang ampun-ampunan. Ci dalam nama makanan tersebut merupakan kepedekan dari aci (tidak jauh berbeda dengan cai ya, haha), atau dalam bahasa indonesianya berarti tepung maizena. Selain jajanan berawalan ci, ada juga beberapa yang merupakan singkatan dari bahan dasar jajanannya itu sendiri.

Nah, berikut ini ada beberapa nama jajanan khas di Bandung (bisa dibilang, jajanan masa kecil yang tetap digemari sampai sekarang), yang berawalan  ci, singkatan bahan dasar, dan juga nama-nama unik lainnya.

1. Cimol

Kalau tidak salah, singkatan dari aci dijemol. Saya sendiri kurang tahu apa maksud ‘dijemol’ di sini. Bahan dasarnya tepung maizena, dibuat bentuk bulat kecil-kecil dan digoreng. Hampir sama dengan cireng, namun bentuk dan bumbunya saja yang sedikit berbeda. Biasanya ditambah taburan bumbu pedas atau sesuai selera.

2. Cireng

Singkatan dari aci digoreng (tepung digoreng). Ya memang begitulah adanya. Ini ‘hanyalah’ tepung maizena yang digoreng. Sekarang, cireng semakin kreatif dan beragam. Kalau dulu bentuknya tradisional dengan rasa yang sama, sekarang sudah marak cireng dengan bentuk variatif, lebih besar, dan isi yang bermacam-macam. Ada isi daging, sosis, kornet, dan sebagainya. Cireng tradisional masih cukup murah. Namun yang sudah bermerk (seperti yang ada di Ciwalk) dan bentuknya beragam, harganya bisa lebih dari 2000 per buahnya.

3. Cilok

Singkatan dari aci dicolok. Ya lagi-lagi dari bahan tepung maizena dibuat bentuk bulat (ukurannya beragam) dan ditusuk (tusuknya biasanya hampir sama dengan tusuk sate). namun, bukan berarti cilok disajikan dengan ditusuk seperti sate, tapi hanya saat makannya sajalah yang menggunakan tusukan. Bentuknya nyaris sama dengan bakso. Biasanya dimakan dengan saos atau bumbu kacang.

4. Citruk

Saya belum tahu sejarah dari nama citruk ini. Citruk adalah makanan sejenis comet terbuat dari tepung. Agak mirip dengan keripik mungkin, namun bentuknya bulat kecil, tebal, dan agak keras saat digigit. Luarnya ditaburi bumbu pedas atau orisinil hanya asin saja. Konon Citruk berasal dari Tasikmalaya. Rasanya sangat enak menurut saya. Baru ada satu macam rasa, dan sepertinya belum ada kreasi lain dari citruk.

5. Comet

Singkatan dari comro sa-emet (comro sedikit/kecil), yakni bentuk kecil dari comro. Karena bentuknya kecil, maka rasanya pun kriuk renyah (mirip citruk). Tapi comet tidak berarti oncomnya di dalam singkongnya, tapi menjadi taburan dalam bulatan singkongnya itu sendiri. Karena bentuknya tipis, jadi memang lebih mirip kerupuk kecil.

6. Comro

Singkatan dari oncom di jero (ada oncom di dalamnya). Ya. Comro terbuat dari parutan singkong yang dibentuk menjadi bulatan-bulatan (atau sesuai selera) mirip perekedel, dan di dalamnya dikasih oncom. Lalu di goring.

7. Gehu

Singkatan dari toge dan tahu. Namun sebenarnya bukan bahan itu saja yang melengkapi gehu. Gehu merupakan tahu goreng yang isinya berupa sayur-sayuran (termasuk toge) dan tahunya sendiri digoreng dengan lumuran tepung. Sekarang ada banyak variasi dari gehu. Bentuknya dibuat lebih besar dan pedas minta ampun. Namanya gedas (gehu pedas) atau gehu jeletot (sangat pedas).

8. Batagor

Siapa yang tidak mengenal makanan satu ini? Makanan khas Bandung yang sudah sangat terkenal. Singkatan dari baso tahu goreng, karena memang digoreng. Namun, ada juga yang memakai kuah sehingga sebutannya menjadi batagor kuah (tapi batagornya sendiri tetap digoreng, hanya saja diberi kuah seperti bakso malang). Batagor telah menjamur dimana-mana, dengan mudah ditemukan di seluruh pelosok Bandung. Ada beberapa merk yang terkenal dengan harga yang mahal tentu saja. Namun bagi saya sih, rasanya sama saja, haha.

9. Cuanki

Jajanan sejak jaman kecil. Sebenarnya, cuanki sangat mirip dengan bakso. Namun tidak memakai mie. Bisa dibilang, cuanki merupakan bentuk murah dan sederhana dari bakso dan batagor yang diberi kuah. Cuanki hanya dapat ditemukan di pinggir-pinggir jalan atau mamang-mamang yang lewat di jalan kompleks perumahan. Saya belum pernah menemukan ada kios atau café khusus yang menjual cuanki.

10. Cakue

Ini juga sudah cukup terkenal kan ya? Bahannya sebenarnya kecil saja, namun setelah digoreng, cakue ini mengembang sekali. Dimakan dengan cocolan saos. Di BTC ada cakue yang enak sekali, saos-nya pun beda. Saya lebih sering membeli cakue mini, bentuknya kecil-kecil dan harganya dimulai dari seribu rupiah saja.

Iyuuh. Sepuluh saja dulu. Ini belum termasuk cemilan ringan khas yang bertebaran dimana-mana, terutama cemilan pedas yang akhir-akhir ini sedang happening banget. Ah, saya jadi ingin membuat sebuah page khusus (atau kumpulan album khusus di facebook yang memuat ensiklopedi jajanan dan cemilan khas sunda, terutama Bandung).

Jajanan dan cemilan ini beragam juga harganya. Yang bermerk, tentu saja lebih mahal, walau rasa tidak menjamin akan lebih enak dengan harga yang lebih mahal. Saya sendiri lebih senang jajan di mamang-mamang pinggir jalan dengan harga masih sekitar seribuan ke atas. Rasanya seperti kembali ke jaman sekolah dasar dulu, jajan dan ngemil dari pedagang yang lewat di pinggir jalan. Asik sekali. Rasanya enak juga. Err, soal kehalalan, kebersihan dan kesehatan? Hehe, ya memang tidak semua terjamin juga. Namun, sekali –kali saya membolehkan diri sendiri untuk menikmati jajanan seperti itu. Toh sekarang ini banyak pedagang di kios-kios yang lebih aman dan harganya masih terjangkau.

Jika kalian mampir ke Bandung dan sekitarnya, cobalah. Worth to eat.

6 thoughts on “Ci – : Euh….Ini Soal Makanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s