Mengalahkan Rowling ?

Saya tidak ingat kapan tepatnya suka pada tulis –menulis. Namun bertahun –tahun yang lalu, saya terbiasa menulis buku diary seperti para anak gadis pada umumnya, sehingga penuturan bercerita dalam tulisan menjadi terasah tanpa sengaja saya melatihnya. Saya butuh menulis sesuatu setiap mengalami atau merasakan berbagai hal, walaupun hanya satu kalimat saja. Dan ternyata, itu adalah hal yang sangat menyenangkan. Sepertinya segala sesuatu telah keluar begitu saya saat saya menulis. Namun saat itu saya hanya menulis untuk itu saja, dan menjadi termudahkan dalam pelajaran Bahasa Indonesia (waktu itu saya sangat senang jika ada tugas mengarang bebas).

Hingga suatu ketika saya terbata –bata membaca sebuah cerpen yang ditemukan di sobekan koran bekas bungkus bumbu yang dibeli ibu dari warung. Pada saat itu saya merasa bahwa ternyata manusia bisa menciptakan dunia indah dan aneh tak terkira dari pikirannya. Dan jika pikiran itu disampaikan dengan baik, maka orang –orang akan membayangkan dunia tersebut serta merasa berada di dalamnya. Sungguh hebat ! Dia, penulis cerpen itu, seperti menciptakan sebuah kehidupan. Sobekan koran itupun saya simpannya baik –baik. Kisahnya terus membayang dan saya bisa mengingat dengan jelas tiap adegannya. Sungguh mengagumkan.

Sejak saat itulah, setiap malam menjelang tidur saya menulis impian di dalam hati untuk bisa menciptakan tulisan seindah cerpen yang pernah saya baca di koran bekas tersebut. Walau saya belum tahu bagaimana cara mewujudkannya di tempat semacam kampung saya itu –bahkan koran atau majalah nasional yang bagus saja sulit mendapatkannya. Saya ingin terus menulis. Saya ingin menjadi penulis. Saya ingin menulis sesuatu yang hebat dan mencerahkan. Sepertinya itu akan menjadi lebih menyenangkan lagi.

Karenanya saya membutuhkan banyak bacaan agar selalu bisa menulis hal –hal baru. Di rumah saya jarang ada buku yang menarik, selain tentunya buku pelajaran, pun juga jarang membeli majalah. Sayapun sering mengambil potongan koran bekas dari dapur ibu, dan membaca apapun yang masih bisa dibaca di situ. Atau saya membaca novel yang dibawa kakak saya ke rumah, dan setiap membacanya, saya hampir bisa mengingat seluruh detail adegan yang saya baca. Beberapa hari setelah itu, saya akan menuliskannya kembali di buku tulis bekas dengan sedikit mengubah cerita tersebut. Saya telah menjadi menjadi pencontek kecil.

Saat itu, saya tidak memiliki mesin ketik atau apalagi komputer. Saya menulis di buku tulis biasa, dan teman –teman sekolah saya mulai bergantian membacanya. Mereka mengatakan bahwa mereka menyukai tulisan saya. Bagi saya itu sudah cukup, saya sangat senang. Ada beberapa diantaranya yang menangis saat membaca cerita fiksi drama saya, dan sebagiannya lagi merasa ketakutan saat saya menulis cerita fiksi horror. Saya tidak bisa berhenti menulis. Saya mengumpulkan puluhan buku tulis berisi karya pertama saya saat remaja (walaupun sayangnya, sebagian dari buku –buku itu sudah hilang sekarang).

Lalu, di sinilah sekarang saya : menyatu dengan impian yang kian lama kian membumbung tinggi ke langit sehingga saya kadang berpikir bisakah saya terbang ke langit juga, untuk menyentuh mimpi saya tersebut. Sampai sekarang, impian itu tidak pernah terbunuh oleh apapun, walau saya belum menghasilkan satu karyapun yang masterpiece. Kebanyakan kumpulan cerpen dan novel saya ditolak penerbit. Mengikuti lomba penulisan tidak pernah menang, dan mengirim cerpen ke media pun jarang dimuat.

Tapi, saya berpikir, bukanlah tujuan utama saya untuk selalu mendapatkan keuntungan berbentuk materi dari kesukaan saya pada menulis, melainkan karena memang saya membutuhkannya. Walau belum berhasil secara komersil, tapi saya tidak akan pernah berhenti menulis. Saya akan terus menulis. Di tahun –tahun mendatang, saya akan membuat sebuah novel masterpiece saya sendiri, ya, tahun 2012 adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mewujudkannya. Tanpa alasan penundaan lagi. Dan suatu waktu nanti, saya yakin saya pun akan bisa menjadi seperti J.K Rowling –sang pendongeng yang dicintai dunia. Bahkan saya ingin mengalahkannya!

 

(tulisan ini saya ikutkan pada Lomba Annida –Online “Saya Punya MIMPI SEJUTA DOLAR”)

One thought on “Mengalahkan Rowling ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s