Flatliners [1990] – Mempelajari Kematian

Disclaimer :

Sangat dimungkinkan bahwa tulisan ini akan mengandung (banyak) spoiler. Dan saya menonton film ini pada saat kecil dulu di televisi swasta, dan belum sempat menonton lagi. Jadi ulasannya mungkin tidak akan terlalu akurat/detail.

Pernahkan anda membayangkan bagaimanakah proses kematian mendatangi seorang manusia dan apakah yang akan terjadi pada jiwa manusia tersebut setelah mati (jika memang kehidupan setelah kematian itu ada) ? Bagi para pemikir rasional dan tidak percaya terhadap Tuhan, hal tersebut harus dibuktikan secara ilmiah, dengan mengalaminya sendiri. Mengalami mati (atau setidaknya mendekati kondisi mati/ Near Death Experience) dan tentunya hidup kembali untuk menceritakan pengalaman tersebut kepada orang lain ( mungkin akan mengingatkan anda pada buku Journey of Souls –nya Michael Newton, saya belum membacanya).

Nelson (Kiefer Sutherland), seorang mahasiswa kedokteran yang terobsesi pada penelitian tentang kematian nekat melakukan sebuah percobaan illegal nan berbahaya di sebuah ruang kampus yang dirahasiakan. Dia mengajak beberapa rekannya – beberapa diantara mereka adalah ateis, untuk membantunya melakukan percobaan tersebut. Nelson ingin membuktikan dan merasakan sendiri sensasi berada dalam kondisi ‘mati’ secara klinis dan dibangunkan kembali. Percobaan tersebut dilakukan pada malam hari dengan asumsi bahwa jika dia berhasil, maka mereka akan menjadi terkenal dan memecahkan misteri kematian. Jika tidak, maka dia akan mati.

Pada awalnya mereka berdebat karena tidak setuju dengan percobaan gila tersebut. Namun Nelson berhasil meyakinkan mereka untuk melakukan percobaan itu kepada dirinya sendiri. Dia akan disuntik sampai berada dalam kondisi koma dan mati secara klinis dalam sepersekian detik, lalu teman –temannya akan membangunkannya dengan memberikan kejutan listrik di dadanya.

Dan apakah yang dilihat Nelson dalam kematiannya ?

Melihat film ini pada kondisi yang terlalu muda membuat saya kesulitan memahami berbagai persoalan relijius, psikologis, dan bahkan horror yang terjadi pada film ini. Namun bisa saya bilang bahwa Flatliners merupakan perpaduan drama horror –psikologis yang membuat nyali saya kelimpungan dengan beberapa scene menegangkan (baca: mengejutkan) pada waktu itu. Premis awalnya begitu menarik. Tapi eksekusi selanjutnya lebih menitikberatkan pada horornya itu sendiri (saya benar –benar ketakutan waktu itu).

Pada kelanjutannya, Flatliners -yang disebut -sebut sebagai science fiction ini, berkembang menjadi kisah tentang bagaimana tokoh –tokohnya menghadapi trauma masa lalu mereka masing –masing yang terus membayangi dan belum terselesaikan (dan harus diselesaikan). Masing –masing tokohnya akan mengalami serangkaian pengalaman yang akan mengubah hidup mereka, bahkan lebih mengerikan daripada perjalanan mengalami ‘kematian’ itu sendiri.

Flatliners adalah salah satu film berkesan yang saya tonton sewaktu kecil (selain The Secret Garden, Sleepers dan Three Seasons) karena walaupun reka adegannya sudah mengabur dalam ingatan, namun beberapa scene memorable masih lekat dalam pikiran. Dan walaupun film ini juga sepertinya tidak mendapat rating bagus (sepertinya sih, saya kurang peduli juga), namun pengalaman menontonnya menjadikan saya bertanya –tanya, adakah jiwa kita nanti akan melihat hal –hal yang dilihat Nelson dalam detik –detik ‘dekat kematian’-nya? Adakah manusia bisa membuktikan fenomena kematian dan melihatnya sendiri tanpa benar –benar mati ? Dan, jika anda percaya pada kehidupan sesudah mati, apakah manusia bisa ‘mengintip’nya terlebih dahulu dengan kecanggihan teknologi ? satu hal yang pasti : setiap manusia akan mati dan tidak tahu kapan waktu kematiannya.

Flatliners (United States, 1990)

Kategori : Dewasa

Cast : Kiefer Sutherland, Julia Roberts, Kevin Bacon, William Baldwin, Oliver Platt

Director : Joel Schumacher

 

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “Flatliners [1990] – Mempelajari Kematian

  1. orang barat selalu berusaha bikin semuanya make sense. seperti mengejar bayangan, tanpa menyadari bahwa ada cahaya (Tuhan) yang menyebabkan bayangan itu muncul.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s