Sendal Putus Itu …

Kebayang ga sih jika kalian sedang berjalan dengan penuh semangat di pagi hari menuju tempat kerja yang jaraknya lebih dari 500 m, lalu tiba –tiba sendalmu putus tepat di tengah –tengah; mau balik lagi ke rumah kejauhan, melanjutkan perjalanan juga kejauhan ? masalahnya, kita tak pernah membawa sandal cadangan kan? Lalu bagaimana caranya kita melanjutkan perjalanan?

Ini kejadian kedua kalinya. Dan keduanya benar –benar terjadi di tempat yang tidak memungkinkan kita membeli sandal (walaupun sandal jepit) baru agar kita bisa berjalan lagi seperti biasa. Kejadian pertama, adalah saat  saya pulang dari daerah gegerkalong girang menuju ke jalan dimana saya bisa mendapatkan angkot. Lumayan juga jaraknya, lebih dari 1km lah. Saat itulah tali sandal saya putus dan saya tidak bisa berjalan dengan normal lagi. Tidak ada warung terdekat yang menjual sandal. Untungnya saya tidak sedang terburu –buru, jadi saya bisa berjalan pelan –pelan saja sampai tiba di tempat mangkal angkot dan sempat mencari sandal jepit dulu.

Benar –benar deh.

Nah. Lalu hari ini pun terjadi lagi. Saya terbiasa jalan kaki ke tempat kerja karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dan bisa dijangkau dengan jalan kaki sekitar 15 menit. Dan terjadilah insiden itu. Saya terburu –buru sekali (tiap hari juga sebenarnya saya jalan dengan cepat sih) karena waktu sudah mepet, takut kesiangan. Dan tiba –tiba, saat sedang berjalan dengan khusyu, sandal saya menubruk  batu kecil di pinggir jalan dan saya agak terlipat –tapi tidak terkilir atau jatuh, hanya sandal saja yang terlipat (saya selalu merasa bahwa cara jalan saya memang aneh jadi sepatu atau sandal saya tidak pernah tahan lama). Dan putuslah tali sandal bagian depan yang dijepit ibu jari dan jari tengah kaki saya.

 

Saya sempat bingung karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan yang masih panjang dengan terpincang –pincang (kebayang lambatnya). Saya memeriksa kondisi sandal dengan sedih sambil berpikir bagaimana caranya melanjutkan perjalanan. Pada saat itu ada seorang ibu –ibu berjalan melewati saya –sepertinya dia memperhatikan saya meratapi nasib si sandal. Beliau menghampiri saya sambil mengangsurkan sebuah peniti gede banget untuk menyambung tali sandal saya yang putus., sambil berkata “putus? Mau pakai ini dulu?”. Duh, malu sekali. Tapi saya menolaknya karena saya pikir peniti itu tidak akan cukup kuat menahan kaki saya nantinya.

Bagaimana kesudahan dari sandal saya yang malang itu? Ya, sekarang dia terbujur kaku merana di rak sepatu untuk nantinya dibuang. Saya tidak berniat memperbaikinya. Toh memang sandal itu sudah berumur cukup lama dan dulu saya membelinya cuma seharga sepuluh rebu saja di Gasibu, hehe. Dan hari dimana saya putus  tali sandal lagi itu, saya menelepon teman kantor dan meminta tolong untuk menjemput saya di tempat tersebut. Tapi tetap saja saya kesiangan.

Hm, sepertinya lain kali saya mesti membawa sandal cadangan ya?

4 thoughts on “Sendal Putus Itu …

  1. ….ini namanya nasib, Mbak.😎

    Pasti ada orang lain yang menganggap kejadian putusnya sandal sebagai pertanda sial. Paling tidak sebuah pertanda lah. Sama seperti ketika seorang jepang melihat kucing hitam.😆

    Like

  2. @amela:
    hehe, ini juga sendal murah semurahnya sendal cewek sih. tipe sendal jepit juga. tapi maklum krn murahnya itu, jadi talinya cepet putus. klo pakai sepatu saya kurang suka, berasa kurang nyante aja. klo pakai sendal kan lebih ga resmi dan casual:mrgreen:

    @asop:
    emang pertanda apa kira -kira, Sop? saya baru tau klo putusnya sendal bisa ada artinya juga😯

    Like

    • @Mbak Isma
      Kalo kata komik sih, sandal putus itu bisa pertanda sial. Sama kayak lagi nyuci piring, tahu2 piring yang kita pegang retak, bisa jadi ada sesuatu yang buruk terjadi ke pasangan kita. Gitu….

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s