Tentang Malming

Kita telah menciptakan sebuah tradisi populer di masyarakat : malmingan. Malming merupakan singkatan dari Malam Mingguan yang bisa diartikan dengan melewati malam minggu (alias sabtu malam) dengan kegiatan -kegiatan tertentu yang biasanya berbeda dari malam -malam sebelumnya. Kegiatan apakah itu? Macam -macam, tergantung masing -masing orang untuk menghabiskan malam minggunya dengan cara bagaimana.

Tapi, ada satu ke-khasan yang biasanya melekat pada kegiatan malmingan ini. Yaitu: waktu yang digunakan untuk mengunjungi pacar/kekasih atau apapunlah namanya (alias kencan alias apel alias ngedate) -bisa jalan -jalan, nonton, atau sekedar hang out bersama teman -teman satu gang dan melakukan hal -hal yang menyenangkan bersama. Atau juga bersama keluarga, atau orang -orang yang dekat dengan kita.

Kenapa malming-an di sebut sebagai malming (malam minggu) bukan malam ahad ya? Kalau misalnya diganti menjadi ahad, berarti singkatannya menjadi ‘malah’an atau ‘malhad’an, haha, tidak terlalu menjual namanya.

Lalu, kenapa malming dianggap waktu yang tepat buat melakukan kunjungan pacar atau digunakan sebagai waktu bersenang -senang oleh kebanyakan kaum muda? Kenapa malming selalu dianggap malam yang panjang? Apakah karena kebanyakan orang -orang begadang sehingga merasa bahwa malam minggu menjadi lebih panjang? Secara keseluruhan, kenapa malming menjadi begitu istimewa bagi kaum muda?

Apakah karena minggu merupakan hari libur sehingga malamnya bisa digunakan untuk tidak tidur? Tapi bukankah sabtu juga kebanyakan sekarang sudah menjadi hari libur, dan kenapa tidak memilih malam sabtu saja?

Sebenarnya, kita bisa mengatakan bahwa kita juga menganggap malam minggu biasa saja seperti malam -malam yang lain. Yang membedakannya adalah karena hari minggunya merupakan hari libur, sehingga kebanyakan kita bisa melewati malam dengan lebih bebas karena (misalnya) besok bisa tidur puas dan bangun siang. Dan kegiatan yang dilakukan juga sebenarnya tidak mesti menyangkut masalah pacaran atau hang out tidak jelas yang hanya buang -buang waktu, buang duit dan bikin macet jalan. Kita bisa mengisinya dengan pengajian, misalnya, hehe. Atau bikin rencana masa depan yang bisa memajukan bangsa, misalnya. Keren sekali kan? Menghabiskan malam minggu sebagai generasi muda penerus bangsa teladan *tsaaah*.

Tapi, saat ini, malming tetap menjadi malam keramat yang istimewa bagi kaum muda untuk dihabiskan bersama pasangannya.

(pernah di publish di Politikana, tapi sudah dibumihanguskan oleh penulis. Gambar nyomot tanpa ijin entah dari mana😀  )

10 thoughts on “Tentang Malming

  1. Pingback: Kopdar Penggila Film « Hidup Itu Harus Dinikmati…

  2. Salam kenal, tau blog ini dari blognya si Asop, hehehe

    Malming emang udah jadi ritual keramat buat pasangan2 untuk menghabiskan waktu bersama sih. Gua, walaupun jomblo, juga punya ritual keramat. Nongkrong di restoran murah meriah favorit bareng temen2, terus menggila dan keketawaan, hahaha

    Like

    • yang penting punya sesuatu buat dilakukan lah. yang positif tentunya buat memanjakan diri sendiri juga. ga mesti bersama pasangan, memang.

      salam kenal juga ya, Keven🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s