Pahlawan Yang Tak Tercatat Dalam Sejarah

Ada para pahlawan yang tak pernah tercatat dalam sejarah, atau tertulis dengan tinta emas dan berbagai penghargaan bintang jasa. Bahkan, tak pernah diberikan tundukan kepala mengheningkan cipta dalam upacara bendera.

Ada para pahlawan yang hidup dalam hati kita saja, bersemayam dengan indahnya.

Di tengah era orde lama yang penuh pergolakan, laki -laki ini bertahan hidup dalam segala ketebatasannya. Pada saat itu, kehidupan sangat sulit. Masyarakat kecil hidup dalam kelaparan, makan hanya dengan nasi aron, karung goni dibuat pakaian, tak bisa sekolah, dan setiap saat diintip peluru yang bisa datang dari arah yang tak diduga. Kondisi yang sangat mencekam.

Tapi laki -laki ini berhati baja, dan semangat belajarnya tak pernah surut walaupun harus bekerja lebih keras setiap hari.

Saya jadi teringat kisah dalam novel Laskar Pelangi -nya Andrea Hirata, tentang kisah Lintang yang harus menempuh jarak 80 km dengan bersepeda untuk mencapai sekolahnya. Dan, laki -laki ini pun demikian. Dia bahkan tak punya sepeda. Dia berjalan kaki puluhan kilometer, sambil memanggul pelepah batang kelapa yang dikeringkan dan kayu -kayu kering untuk di jual. Hasil penjualan kayu -kayu itu digunakan untuk biaya sekolah, sebab orangtua nya tak bisa membiayai.

Setiap hari, laki -laki ini berangkat setelah subuh, dan pulang malam. Berjalan kaki. Tak pernah mengeluh. Walaupun tapak kaki nya sudah lepuh lebam menandakan kerasnya perjuangan hidup yang telah dilakukannya.

Kelak, laki -laki ini lulus sekolah dengan nilai yang menakjubkan. Dan, karena otaknya yang cerdas, ia mendapat beasiswa Pendidikan Guru SD dari pemerintah (semacam sekolah ikatan dinas). Bersekolah gratis, diberi penginapan sederhana, dan uang saku yang pas -pasan.

Setelah lulus pendidikan guru, laki -laki ini ditempatkan mengajar di sebuah desa di pedalaman yang sangat terpencil. Tapi dia menjalaninya tanpa protes. Dia menyenangi pekerjaannya sebagai guru SD. Baginya, senyum para murid adalah pengobat hati dikala ia merasa sedih dengan beban hidup yang kian menghimpit.

Gaji yang diterima waktu itu, jauh dari standar cukup. Bahkan bisa dibilang tidak manusiawi. Profesi guru belum mendapat perhatian dari pemerintah. Dimana -mana, para guru hidup dengan melarat dan diejek oleh para kuli. Setiap laki -laki ini berjalan melewati tukang ojek dan becak, meledaklah ejekan. “Lah..apaan guru, gajinya sebulan sama dengan penghasilan kita sehari”. Begitulah. Gaji guru sebulan memang sama dengan penghasilan tukang ojek sehari waktu itu. Mengenaskan.

Tapi laki -laki itu tak pernah menyerah. Tak sedikitpun putus asa. Walaupun setiap melewati para tukang becak itu menahan tangis dan hati yang teriris -iris, namun jiwanya tetap menguat sekeras baja. Meskipun dalam hatinya, ia menangis sedih.

Saat ditanya, kenapa ia bisa sekuat itu, ia hanya menjawab sambil tersenyum lugas; bahwa ia ingin mempersembahkan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya nanti, bagi generasi sesudahnya nanti. Yah, harapan akan kehidupan yang lebih baik bagi kita. Meskipun dia sendiri mungkin kelak tak akan bisa menikmatinya.

Dan sekarang, laki -laki itu bisa tersenyum bahagia melihat para generasi sesudahnya dapat lebih menghargai profesi guru. Dan lebih dari itu, dia dapat tersenyum bahagia karena bisa menyekolahkan anak -anaknya sampai tuntas.

Laki -laki itu adalah pahlawan sejatiku.

Laki -laki yang paling kucintai dalam hidupku.

Yang padanya, tak kan bisa kubalas apapun yang telah dilakukannya.

Yang padanya, kasih dan cinta itu seperti udara yang tak ada habis -habisnya.

Yang padanya, tulisan sebanyak apapun tak kan bisa menggambarkan kekuatan jiwanya.

Laki -laki itu adalah ayahku.

Setiap ayah, sepertinya, adalah pahlawan bagi anak -anak mereka.

One thought on “Pahlawan Yang Tak Tercatat Dalam Sejarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s