Menuliskan My Be !

Tidak ada salahnya jika kita merayakan euforia semangat dan kebahagiaan tiap hari agar hal tersebut tidak hanya terjadi sesaat saja ‘kan?

Sebuah sumber anonim mengatakan seperti ini : “ternyata untuk memperoleh penghargaan itu sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik”.

Kebiasaan baik, bisa mencakup berbagai hal. Dan saya terinspirasi melakukan salah satunya setelah mengikuti pelatihan Umat Terbaik Hidup Berkah; yaitu menuliskan my be kita (impian dan harapan akan menjadi apa kita hari ini). Saya belajar hal itu dari salah seorang fasilitatornya: Samsul Arifin.

Melakukannya, amat mudah. Cukup tulis saja hal –hal baik yang ingin kau lakukan atau niat –niat dan impian, cita –cita, harapan, yang ada dalam pikiranmu hari ini. Tulis, lalu ucapkan. Bagikan harapan –harapan baik itu kepada para sahabat kita atau orang –orang yang kita sayangi.

Kita bisa memulai dengan seperti ini: bangun di sebelum subuh dan langsung mengingat Allah SWT – itu pula yang sering dinasihatkan para sahabat dan orang tua. Lalu pikirkan hal yang positif tentang diri kita, niat baik apa yang kita lakukan hari ini. Tanamkan ‘be’ (jadi) apa yang akan dikomitmen-kan hari ini. Sehingga harapan itu mengisi hati dan jiwa kita. Dan dia menjelma menjadi optimisme dan semangat hidup untuk melakukan yang terbaik di hari ini. Mengawali hari dengan niat yang positif sangat penting. Karena kita harus menikmati hari ini. Kita harus menjadikan hari ini milik kita seutuhnya, dalam hal baik apapun yang kita lakukan.

Jika hati sudah bergembira dan positif, bukankah menebar senyum manis bukan lagi hal yang sulit? Semoga, semangat kebaikan itupun akan menjalar pada orang –orang dekat kita, saat kita menghadapi mereka dengan senyuman terindah hari ini.

Lalu tuliskan impian itu. Tuliskan di buku harian atau kertas yang ditempel di tempat yang mudah untuk dibaca kembali; misal di dinding kamar kita. Atau di blog, notes fesbuk, atau ditempat yang bisa kita baca kembali. Tulis dengan pensil berwarna. Lalu ceritakan mimpi itu pada para sahabat. Itu kebiasaan yang menyenangkan.

Dan, my be saya hari ini yang sudah saya bagi pada sahabat –sahabat di kantor saya tadi pagi adalah : hidup lebih sehat dan kuat. Karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

4 thoughts on “Menuliskan My Be !

  1. […] Dan saya terinspirasi melakukan salah satunya setelah mengikuti pelatihan Umat Terbaik Hidup Berkah […]

    Oh My… I hope you have other trump cards to be dry behind the ears.🙄

    Melakukannya, amat mudah. Cukup tulis saja hal –hal baik yang ingin kau lakukan atau niat –niat dan impian, cita –cita, harapan, yang ada dalam pikiranmu hari ini. Tulis, lalu ucapkan […]

    I bet readers can’t really sure if these will work flawlessly if one of us living a life under, let’s say, debt, stress in romance, pushed to marry, and so on. *I wait your enlightenment*🙄

    Jika hati sudah bergembira dan positif […]

    I’ve never been sure if mood (swing?) can be manipulated by such self-positive-suggestion. Is it really that simple?😕

    […] Karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

    I would agree if the statement said otherwise🙄

    Like

  2. @pak spidol

    hehe, thanks ya🙂

    @near
    [Oh My… I hope you have other trump cards to be dry behind the ears] maksudnya ?

    maksud saya, yang mudah itu adalah menuliskan my be tersebut. Tinggal pikirkan apa yang kita ingin, tuliskan saja. Berhasil atau tidak? itu proses, dan saya menekankan pada harapan2 positif yang bisa membuat kita bersemangat. Bukan pada keharusan berhasil pada akhirnya🙂

    [I’ve never been sure if mood (swing?) can be manipulated by such self-positive-suggestion. Is it really that simple?]
    bisa saja. Memetakan pikiran ke dalam hal yang positif, dimulai dari situ. Coba saja, lalu bagikan ceritanya ya🙂

    kadang mood memang cepat berubah. Dan saya adalah orang yang serign dibilang oleh teman2 sebagai moody-nya parah, dan kadang wajah saya memperlihatkan itu. Saya ingin memperbaikinya dengan selalu belajar berpikir terbuka, positif, dan gembira. Jika kita tidak mengusahakannya dari dalam diri sendiri, siapa yang bisa mempush kita melakukannya? Dari dalam diri, itulah yang tulus🙂

    [I would agree if the statement said otherwise :roll:]
    you dont have to agree. You have your own opinion🙂

    @archer
    hehe:mrgreen:

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s