M o c i

Sebenarnya, pada awalnya saya tidak terlalu suka dengan kue moci. Kue moci yang saya tahu adalah oleh –oleh dari Cianjur yang dikemas dalam besek –besek kecil (anyaman bambu) beberapa buah. Isinya berupa bola –bola kecil berwarna kehijauan dan tepung putih yang membalutinya. Saking kecilnya ukuran kue moci ini, sekali hap makan bisa beberapa biji sekaligus. Rasanya manis dan kenyal. Isinya biasanya kacang  yang dihaluskan. Kadang –kadang, kalau membeli terlalu murah, kue moci-nya bisa saya bilang sebagai ‘kue moci palsu’ karena basi atau keras dan tidak layak makan.

Menurut sumber di sini, kue moci merupakan salah satu camilan manis khas Cina yang sudah banyak mengalami adaptasi di dunia. Di Indonesia saja ada berbagai jenis moci, versi Cianjur, Sukabumi atau Semarang, semuanya berbeda. Di daerah Glodok ada penjual moci yang tersohor karena dibuat secara ‘a la minute’, sesaat sebelum dibungkus, adonan moci dipotong dan dibalut tepung, wijen atau kacang cincang yang lembut.

Nah, beberapa waktu lalu, saat menjadi guide tour (halah) adik angkat saya di Bandung, saya baru menemukan sensasi baru memakan moci beraneka rasa. Saya tidak menyangka kalau ternyata kue moci bisa seenak itu. Saya memang sering melihat kue moci dijual di beberapa tempat di mall terkenal di Bandung, tapi tak pernah beminat mencicipnya. Barulah saat sang adik membeli beberapa kue moci di Parisj Van Java Bandung, saya ikutan membelinya karena takjub melihat ukurannya yang besar sekali. Woo..kue moci raksasa !!!

Saya membeli 2 buah saja, rasa green tea dan kacang merah. Ternyata, rasanya….enak banget! Jauh berbeda dengan yang biasanya saya makan selama ini. Tekstur-nya lembut sekali. Saking lembut dan kenyal-nya, sampai –sampai rasanya meleleh di dalam mulut. Baru digigit sedikit, bagian yang lainnya lentur memanjang dan seperti mencair di tangan, sehingga harus cepat –cepat dilahap. Belum lagi isi-nya yang gemuk dan penuh, pokoknya legit banget. Saya juga sempat mencicip rasa ketan hitam, rasanya juga cukup enak. Dua buah moci pun mengenyangkan. Harga-nya juga sebanding dengan ukuran dan rasanya yang elegan.

Dan, setiap melihat moci, saya selalu teringat pada adik angkat saya tersebut. Karena beliaulah yang sangat amat doyan kue moci. Kapan –kapan, bolehlah kita mencoba jajan moci lagi bersama –sama. Andapun mesti mencobanya!

6 thoughts on “M o c i

  1. You forgot to mention the price of each and if we think it’s worth what we paid for it, Madam——the most important information to put forward.

    Like

  2. harganya berkisar Rp.3000-4000 (tergantung isinya)

    ukurannya cukup besar, jadi makan 2 saja sudah kenyang🙂

    tapi terus bikin kepengen lagi😦

    dan lagi..

    dan lagi..

    dan lagi..
    😐

    Like

  3. Kue moci yang saya tahu asalnya dari Sukabumi. Waktu saya survey ke sana, semester 7 yang lalu, saya beli moci langsung ke tempat pembuatannya, sambil lihat2. Memang katanya makanan khas Sukabumi itu Moci.😀

    Tapi, kue moci gak tahan lama, cuman 3 hari. Lebih dari itu, udah berjamur, bau, basi!😕

    Like

  4. @ Near

    hehe. iya, saya lupa. Harganya Rp. 4000/buah untuk semua varians🙂
    selamat mencoba

    @ Ade
    mau saya bawain nanti ke jogja ? ;))

    @spidolhitam:mrgreen:

    @Asop
    iya, khas sukabumi. Tapi moci yang saya beli di mall ini, moci raksasa dengan harga yang lumayan ini, cukup tahan lama sepertinya. Etapi nanti saya coba tanyakan dulu bisa kuat sampe berapa hari😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s