Kita adalah abadi

Tiga hari kemarin, tepatnya dari hari Jumat sampai Ahad, merupakan salah satu  hari –hari paling menyenangkan dalam hidup saya yang tidak akan terlupakan. Iya, 3 hari itu saya mengikuti training luar biasa : Umat Terbaik Hidup Berkah (UTHB) Bandung. Kenapa saya ikut? Awalnya, karena diminta oleh bos di kantor dan karena gratisan ! Haha.

Lalu sekarang saya berpikir, bahwa tidak semua orang bisa merasakan apa yang saya rasakan saat itu. Walaupun mungkin sebagian orang tidak menganggapnya istimewa, tapi saya merasa sangat berbeda saat mengikutinya.

Saya teringat pada banyak hal setelah mengikuti training itu; terutama tentang keberadaan saya di dunia ini. Bahwasanya, ya, kita adalah abadi.

Membicarakan kehidupan, bagi saya, adalah mencakup keseluruhan proses kehidupan yang akan kita jalani di dunia maupun setelah kematian nanti. Saya percaya tentang keberadaan akhirat dan surga –neraka, karenanya saya mengatakan bahwa kita hidup selamanya. Usia saat ini hanyalah hitung –hitungan manusia semenjak kita terlahir, dan setelah kita mati pun, bukankah kita tetap hidup walau kita belum tahu pasti seperti apa kehidupan tersebut?

Jika kehidupan kita di dunia ini demikian singkat dan hanya sementara –yang nantinya akan mati juga, apakah itu berarti kita hidup hanya menunggu mati saja seperti yang dikatakan Chairil Anwar? Lalu jika demikian, buat apalagi kita menjaga diri kita dan berbuat baik untuk diri kita sendiri jika toh akhirnya mati juga?

Tidak. Hidup di dunia ini bukanlah hanya menunggu mati. Karena apa? Karena setelah mati kita akan tetap hidup di alam yang berbeda. Dan itu selamanya –sebuah kehidupan tanpa akhir yang akan menjadi tempat terakhir kita. Dan kehidupan yang abadi itu ditentukan oleh apa yang kita lakukan dalam periode kehidupan singkat kita di dunia. Maka dari itu, menjadi penting untuk menggunakan kehidupan dunia sekarang ini dengan sebaiknya –baiknya. Karena kehidupan abadi kita ditentukan olehnya.

Karenanya, penting bagi kita untuk menjadi umat terbaik dalam waktu hidup kita yang singkat, karena itu akan menjadi penentu kondisi kehidupan abadi kita.

Kadang, saat semakin mengetahui berbagai hal di dunia ini ,saya merasa mengecil, menjadi amat kecil. Seolah –seolah saya hanyalah setitik debu di bumi yang bahkan tak bisa terlihat oleh teleskop secanggih apapun. Tapi, sesungguhnya kita tidak kecil. Karena alam semesta ini tidak akan sempurna tanpa keberadaan kita di dalamnya. Kita adalah sesuatu yang besar, jika kita berpikir dan berusaha untuk menjadi seperti itu. Kita bisa melakukan banyak hal untuk sekeliling kita, memberikan keberkahan dan manfaat bagi manusia lainnya.

Umat terbaik memiliki mimpi –mimpi besar, sebesar harapan dan keyakinan akan dunia yang lebih baik di masa depan. Dan nanti, akan saya ceritakan tentang mimpi –mimpi besar itu.

[terinspirasi oleh Samsul Arifin dari UTHB]

4 thoughts on “Kita adalah abadi

  1. [Seolah –seolah saya hanyalah setitik debu di bumi]

    bahkan puncak everest itu hanyalah sepucuk jarum bila dibandingkan dengan hamparan luasnya bumi

    beneran … bukan pengandaian

    Like

  2. enggak? maksudnya dalam kenyataannya tidak begitu? Tapi harus tetap diusahakan untuk menjadi seperti itu😀
    Katanya, kita pasti bisa, pasti, asal mau selalu berusaha. Kita akan menjadi seseorang yang hebat, bukan setitik debu

    Uh, semoga ini bukan euforia karena hbs ikutan pelatihan motivasi, tapi tetap kontinyu sampai kapanpun ..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s