Tentang Belanja

Dalam kamus pribadi yang saya pahami, belanja sama dengan transaksi jual beli. Dimana terjadi kesepatakan antara penjual dan pembeli mengenai harga suatu barang, lalu terjadilah transaksi. Kita mendapatkan barang, penjual mendapatkan uang.

Sejatinya, kita membeli suatu barang karena kita membutuhkannya. Namun kadangkala, hanya karena keinginan (wants) – dan ditunjang dengan kemampuan finansial, kita membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Di sini, berbenturanlah antara needs dan wants. Keinginan dan kebutuhan.

Coba kita ingat –ingat lagi. Seberapa banyak kita membelanjakan harta kita sesuai kebutuhan, atau hanya karena keinginan saja. Kebutuhan, berarti itu menyangkut hajat hidup kita pribadi dan orang lain. Keinginan, biasanya hanya berdasarkan nafsu sesaat yang tak pernah terpuaskan. Padahal, keinginan manusia itu tak pernah ada batasnya. Sedangkan pemuas kebutuhan kita terbatas. Barangkali, dari sinilah asas kesederhanaan dan hidup hemat itu perlu kita galakkan.

Tapi itu dia, hidup hemat di Bandung itu amatlah berat !!!

Siapa tak kenal julukan “Parisj van Java”? tepat. Julukan itu diberikan karena Bandung layaknya kota Paris –nya Pulau Jawa, surga bagi para shop a holic dan pencinta belanja kronis. Dan kebanyakan mereka ini adalah para perempuan. Dari mulai barang –barang branded (bermerk) yang harganya melangit, sampai tiruan –tiruan yang nyaris tak bisa dibedakan, selain karena harganya yang miring. Fashion selalu up to date.

Makanya, setiap weekend, Bandung dibanjiri pengunjung luar kota yang sengaja untuk berbelanja atau sekedar makan di café –café. Macetnya tak terbayangkan. Sekedar belanja !!!

Kalau di kota –kota lain kita biasanya mengenal tempat tersebut dengan lokasi wisatanya yang lebih alami, justru saya lebih mengenal bandung melalui wisata belanja nya, daripada wisata yang sebenarnya. Café, distro, mall, factory outlet, saat ini berderet berdesakan di seluruh jalan protokol di Bandung.

Tengoklah sepanjang jalan Cihampelas, Setiabudhi, Riau, Merdeka, atau Dewi Sartika. Sepanjang jalan anda akan menemui suguhan fashion dan tempat makan. Belum lagi mall, atau pusat belanja semacam Pasar Baru dan Kings Shopping Center. Jika anda nekat belanja di tanggal muda, siap –siap untuk kehabisan nafas karena lautan manusia.

Saya pernah mengantar teman berbelanja. Tepat tanggal 1 ! Nekat banget. Kebetulan beliau agak shop a holic juga, dan finansialnya tidak bermasalah. Pertama –tama kita bertemu di Gramedia Merdeka. Beliau belanja buku. Setelah muter –muter di Gramedia, kita muter –muter di BEC (Bandung Electronic Center) untuk membeli beberapa aksesoris elektronik, lalu melongok sebentar di BIP.

Setelah itu, saya pikir selesai. Saya sudah capek banget. Ternyata perjalanan panjang kita masih berlanjut ke Kings Shopping Center !! Benar –benar saya nyaris pingsan waktu jalan di sekat –sekat para penjual di sana !!! Manusia berjejalan seperti semut !!!

Benar –benar pengalaman yang tak terlupakan. Cuci mata memang enak. Tapi berat juga menahan nafsu untuk tidak membeli barang –barang yang sebetulnya hanya “aih lucuu..pengen deh, warnanya pink..”. Padahal saya tak membutuhkannya saat itu. Huh.

Tapi, walau bagaimanapun, semua itu kembali ke masing –masing kita juga, iya kan? Justru di situlah tantangannya. Semoga saya tidak menjadi seorang yang shop a holic. Meskipun saat ini, mulai keranjingan senang belanja dan hang –out bersama kawan –kawan. Saya ingin mulai membuat perubahan pada setiap kebiasaan yang kurang bermanfaat.

Membeli yang dibutuhkan! Itulah rumusnya.

[Merupakan re-post dari blog lama yang sudah lama dihapus]

6 thoughts on “Tentang Belanja

  1. memilah antara butuh dan ingin memang susah, lebih susah lagi mematuhi garis batasnya..
    Saya pribadi sih paling ga tahan ga belanja buku… Mending ga makan daripada ga beli buku:mrgreen:

    Like

  2. soal ini yang sering bikin saya berantem sama pacar. saya beli barang kalau pengen sementara si pacar punya prinsip beli barang kalau perlu saja… tapi lama-lama saya juga akhirnya terpengaruh kok, beli barang sesuai kebutuhan saja meskipun sebenarnya berat…

    Like

  3. @Mbak ira
    hehe, saling belajar ya mbak? Emang berat juga memilah barang belian yang dibutuhkan saja. kadang kita ingin memuaskan diri dengan beli apapun yang pengen, hehe.
    tapi tetap rukun -rukun saja kan dengan si dia? Kapan dong nyebar undangan ?:mrgreen:

    @mizzy
    sama! saya juga >_<
    emang surganya wisata kuliner, mau jajan apa aja gampang:mrgreen: *sesegukan liat kantong*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s