Wisata Sejarah : Museum Geologi Bandung

Bukankah Bandung dikenal dengan sebuah kota yang menakjubkan dalam ‘Wisata Kuliner’ dan ‘Wisata Belanja’-nya? Setiap orang datang ke kota ini untuk sekedar belanja, makan, dan jalan -jalan. Kebanyakan kawan yang saya kenal berkata “Bandung itu enak banget buat belanja”. Ah, memang demikianlah adanya. Anda akan melihat bahwa mall, pusat perbelanjaan, distro, factory outlet, tempat makan, lebih banyak ketimbang tempat wisata lainnya.

Tetapi, saya ingin menambahkan satu wisata menarik untuk Bandung : “Wisata Sejarah”. Menurut saya, ini penting. Kenapa kita tidak pernah membumikan wisata sejarah di kota ini? Bukankah amat banyak tempat -tempat bersejarah di Bandung, dimulai dari sejarah lokal sampai internasional? Sebutlah Gedung Konferensi Asia Afrika, Museum Geologi, dan tempat -tempat lainnya yang terbuka untuk dikunjungi masyarakat. Bahkan, bukankah pusat persenjataan dan artileri juga ada di Cimahi (yang awalnya merupakan bagian dari Bandung) ?

Tempat -tempat seperti ini justru sepi pengunjung, pun di hari libur. Kalaupun ada pengunjung, mayoritas merupakan anak -anak sekolah atau kuliahan yang diselenggarakan oleh institusinya masing -masing. Jarang sekali yang datang secara personal, sengaja datang untuk melihat berbagai peristiwa masa lampau yang direkam dalam berbagai bentuk. Menghabiskan liburan ke tempat seperti ini masih dianggap sebagai suatu hal yang aneh, dan mungkin bukan selera kebanyakan orang. Kenapa? Sebab kawan saya sendiri tertawa terbahak -bahak mendengar rencana saya mengunjungi Museum Geologi Bandung.

Mengapa tempat -tempat bersejarah seperti museum atau Gedung Konferensi Asia Afrika kurang diminati masyarakat -apalagi para generasi muda sekarang? Apakah tempat seperti ini terlalu membosankan? Lalu apa kita bisa membuat sebuah museum misalnya, lebih interaktif dan memberikan performance dalam format yang berbeda agar menarik minat pengunjung?

Hari ini, saya berkunjung ke Museum Geologi Bandung, dan secara keseluruhan, cukup menyenangkan walau tidak semegah yang saya harapkan seperti di film -film *halah*. Dan bagaimana hasilnya? Sepi dan cepat membosankan. Itulah. Tidak ada panduan atraktif tentang peristiwa -peristiwa yang kita lihat di museum. Kita seperti berada di kuburan, melihat -lihat apa yang bisa dilihat, dibiarkan asyik sendiri tanpa bisa mengambil kesimpulan dan semuanya terlupa dengan mudah saat kita keluar dari gedung tersebut. Ada sesi pemutaran film dokumenter, tapi durasi-nya terlalu singkat, dan dengan kondisi tempat duduk yang kurang nyaman. Pengunjung yang duduk paling belakang sulit melihat layar karena terhalangi oleh barisan depannya, karena tempat duduknya sejajar.

Apakah museum selalu (harus) seperti itu kondisinya? Saya berpikir -pikir sambil melihat replika t-rex yang agung, bagaimana jika replika ini dibuat lebih besar dan bergerak dengan suara geramannya yang dahsyat? Bagaimana jika gambar latar di belakangnya diubah menjadi layar raksasa yang memperlihatkan film dokumenter tentang kehidupan pre-historic? Bagaimana jika ada semacam pemandu tak kasat mata yang suaranya muncul dari mikrofon -mikrofon dalam ruangan sehingga kita bisa menyimak sejarah secara audio? Bagaimana jika format performance museum dibuat tempat khusus semacam taman hiburan di Dufan, dimana ada wahana 3 dimensi yang menggunakan kereta kecil dan kita berkeliling di gua- gua sambil menembaki monster ? Apakah itu bisa membuat museum lebih seksi?

Jadi, bapak Ahmad Heryawan yang saya cintai, bagaimana kalau kita membuat istilah baru untuk Bandung; yaitu Wisata Sejarah? Karenanya, banyak sekali tempat -tempat bersejarah yang belum saya kunjungi di Bandung dan juga di seluruh kota yang bisa saya jangkau.

Anda tertarik untuk berwisata sejarah ke Kota Bandung ?

3 thoughts on “Wisata Sejarah : Museum Geologi Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s