D r e a m e r

Saya sering bermimpi, dan mempunyai ingatan yang kuat terhadap beberapa mimpi tersebut. Bahkan, mimpi yang terjadi saat saya di SMP – pun masih bisa saya ingat dengan baik, dengan detilnya. Hanya saja, mimpi -mimpi tersebut didominasi oleh hal -hal aneh, weird, dan menakutkan. Saya sama sekali tidak pernah bermimpi hal yang membahagiakan, apalagi romantis (ahem).

Tapi, benarkah kita cuma bisa mengatakan ‘ah, namanya juga mimpi’ terhadap rangkaian mimpi -mimpi yang bahkan, saking seringnya, lama -lama saya pernah sadar bahwa saya sedang bermimpi? Apakah ini gejala lucid dream (kondisi dimana kita sadar sedang bermimpi) ? Lucid dream bisa menjadi topik tersendiri, tapi saya ingin membahas mimpi yang pernah saya alami.

Sebagian mimpi yang saya ingat dengan baik dari sejak kecil adalah : melihat mayat bayi yang membiru di dalam lemari pakaian di kamar orang tua -bayi itu bertumpuk di atas pakaian, melihat kepala bergelantungan di atas pohon di depan rumah saya -saya melihatnya dari kejauhan, naik motor besar tapi tidak bisa di rem sampai nyemplung ke kolam, dikejar pemerkosa dan terjebak di tengah sawah dalam sebuah gubuk -saya bersembunyi di situ dan dalam keadaan terjebak saya tiba -tiba bangun dari mimpi, rasanya waktu itu saya mulai sadar bahwa saya harus bangun jika ingin menyelamatkan diri dari tukang gangbang tersebut, melihat orang yang saya sukai menangis di pinggir kolam di belakang rumah tetangga -dia menangis karena badannya menyusut kecil menjadi seperti kurcaci, main ayunan di balkon lantai 2 lalu jatuh menimpa seseorang, ayah saya berubah menjadi manusia serangga yang menular dan menyebabkan seluruh populasi manusia menjadi monster, mimpi menjadi mantan PSK yang terjebak di daerah konflik di luar jawa dan bertemu kawan lama, berada di ruangan kosong putih dan dihampiri seseorang yang mengatakan dia lelah sambil menjatuhkan kepalanya di bahu saya (ceileee), dan masih banyak lagi.

Dulu, teman saya pernah menceritakan pengalaman mimpi ditindih sesuatu -atau dinamakan eureup -eureup dalam bahasa sunda. Karenanya, fenomena mimpi ini sering dikaitkan dengan gangguan makhluk halus. Saya penasaran sekali waktu itu, seperti apakah eureup -eureup ? saat saya gugling, hampir semua gambar yang terkait memperlihatkan hubungan mimpi dengan mistik. Tapi, secara ilmiah, ditindih setan ini dinamakan sleep paralysis, dan tidak ada hubungannya dengan gangguan makhluk halus.

Dan akhirnya, tahun kemarin saya mengalami sleep paralysis. Walau saya masih penasaran dengan penyebabnya, kemungkinan saya kurang tidur atau depresi sih. Tapi, kurang tidur ? rasanya saya selalu tidur seperti bayi selama ini, mesti 8 jam !

Dalam mimpi tersebut, saya terbangun dari tidur (jadi mirip mimpi level 2-nya film incepton ), dan berada di dalam kamar bersama seorang teman yang masih tertidur nyenyak. Sebelum saya bangkit, tiba -tiba ada sesosok makhluk di samping saya, bergerak cepat duduk di atas punggung saya (waktu itu posisi saya tengkurap, dalam mimpi). Bayangkan, diduduki sesosok makhluk raksasa yang, anehnya, tidak bisa saya lihat dengan jelas bentuknya. Pokoknya dia sesosok hitam, seperti siluet, tinggi besar dan gendernya juga kabur. Saya hendak berteriak minta tolong, tapi suara tak bisa keluar.

Saya bergerak sekuat tenaga, tapi tubuh saya seperti gepeng menyatu dengan lantai. Tangan tak bisa bergerak, bernafas-pun tak bisa. Padahal saya melihat teman saya tidur dengan tenangnya di sebelah saya, tapi tangan saya tak bisa menjangkaunya. Saya mulai sesak nafas. Itu terjadi selama beberapa lama (saya tak tahu berapa lama pastinya), dan rasanya seperti mau mati saja.

Setelah terus berjuang mengeluarkan suara dan menggerakkan badan dari tindihan makhluk tersebut, lama -lama saya mulai sadar bahwa itu pasti dalam mimpi. Lalu saya tersentak bangun, capek ngos -ngosan dan masih kaget karena ternyata bisa selamat juga. Saya hanya sendirian di kamar tersebut.

Setelah mencari referensi tentang sleep paralysis, ternyata mimpi saya persis seperti itu. Dan saya agak kaget juga dengan penyebab terjadinya gangguan tidur tersebut. Ternyata memang itu nyata!

Mengenai rangkaian mimpi saya yang aneh dan bisa tetap saya ingat itu, seorang teman pernah menyarankan saya membaca buku psikoanalisa Sigmund Freud atau Carl Gustav Jung mengenai teori mimpi, karena sepertinya itu sudah merupakan gangguan kejiwaan bagi saya. Dan saya lebih tertarik dengan teori mimpi Jung yang saya kutip dari sini.

Bagi Jung mimpi adalah upaya memanipulasi reaksi terhadap lingkungan dengan persona sebagai pemeran subyek dalam mimpi. Persona dalam mimpi dapat berwujud berbagai bentuk: figur ibu, laki-laki, perempuan ataupun seribu wajah. Persona memang dapat memerankan arketif, berupa baying-bayang (the shadow). Mimpi adalah gambaran adanya arketipe-arketipe purbakala, seolah-olah mimpi merupakan arena menemukan kembali jati diri kuno sebelum berevolusi.  Misalnya saja seorang bayi yang tidur tenang sambil tersenyum, menggambarkan ia sedang bermimpi hidup di surga, suatu tempat  sebelum ia lahir ke bumi.

Dengan demikian bagi Jung mimpi merupakan bukti adanya dimensi innate religious atau kesadaran beragama yang bersifat bawaan, karena mimpi-mimpi yang digambarkan oleh menusia purba hingga posmodern sekarang ini tetap menggambarkan paradigma pskologis tentang hubungan manusia dengan alam spiritual. Melalui analisa mimpi dari berbagai praktek psikologinya, ia menyimpulkan bahwa adanya kekuatan-kekuatan terpendam yang bersifat religius yang memanifestasi berupa bentuk-bentuk memuliakan, mensakralkan sesuatu di dalam kehidupan manusia (Carl Gustav Jung, 1989: 89

Tapi saya belum selesai mempelajari teori Jung ini, sudah pusing duluan, hehe. Mungkin saya akan mencari ebook-nya, kalau ada.

Apakah anda juga pernah mengalami sleep paralysis? Lucid dream ? Atau rangkaian mimpi aneh?

[Gambar diambil dari sini]

6 thoughts on “D r e a m e r

  1. Paralysis pernah beberapa kali, biasanya bisa diatasi dengan mencoba menggerakkan jemari dulu.

    Saya ada buku Jung yang “Manusia dan Simbol-Simbolnya,” ndak pernah selesai dibaca. Aneh!

    Like

  2. Ooh… paralysis…

    Kenapa harus bersusah-payah lepas dari jerat paralysis? Saya sekarang malah mati-matian agar bisa masuk ke kondisi tersebut, sehingga saya bisa menghadirkan sosok sewangi… untuk… dan kami… hingga…

    Begitulah kenyataannya, bagi siapapun yang sudah tahu bahwa keadaan paralysis justru bisa “dimanfaatkan” untuk… dan untuk… juga untuk… serta untuk… dan untuk… dan juga untuk…

    Nanti saya bikin e-book-nya. Eksklusif. Asli berdasarkan pengalaman.

    *menyeruput teh dengan damai*

    Like

  3. @sweet martabak
    oh, apakah ada sesuatu yang terjadi sebelum temanmu itu meninggal ? serem amat mimpinya

    @Pa Guru
    kenapa aneh?
    oouuuchh…ternyata dikasih Jung sama difo cuma yang bahasa inggris aja, huwaa…migren deh. bahasa indonesia-nya ga available sih ya :((

    @aris
    [Nanti saya bikin e-book-nya. Eksklusif. Asli berdasarkan pengalaman.]
    serius? saya tunggu. Dan saya akan memastikan diri ingin menjadi pembaca pertama ebook -mu itu. Bolehkah ?🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s