P e l a n g i

 

Senin sore kemarin, sekitar jam 17.30 saat sedang bersantai sehabis pulang dari rutininas harian yang kadang menjemukan, seorang teman berteriak memanggil saya dari dalam kamarnya di sebelah kamar kosan saya. “Kemarilah, cepat, coba lihat!”dia begitu rebut sehingga saya akhirnya berlari ke kamar dia. “Lihat itu, indah banget kan?”dia menunjuk keluar melewati jendela kamarnya. Lalu dia berlari keluar kamar, berdiri di balkon.

Dia menunjuk ke langit.

Ternyata ada pelangi.

Sesuai dengan gambar yang sering kita lihat tentang pelangi; ia adalah garis –garis melengkung di langit dengan empat macam spectrum warna yang indah. Tidak pekat warnanya, tapi membayang samar –samar seperti kain sutera tembus pandang. Lengkungannya panjang, dari atas atap rumah yang bisa kita lihat dari lantai 2, sampai ke arah awan yang menggantung di langit senja. Jaraknya seperti dekat sekali berada di luar jendela kamar, sehingga saya bisa melihatnya dengan amat jelas. Di sampingnya, rumah –rumah bertingkat tiga dengan jendela yang menghadap ke arah kamar kosan teman saya. Cahaya matahari senja yang kemerahan menimpa jendela rumah itu, dan warnanya sungguh indah. Saya kagum tak ada habis –habisnya.

Saya sudah lama tidak melihat pelangi. Jadi, pemandangan langka ini sungguh mengharu biru, menakjubkan.

“Ya, indah”bisik saya pada teman saya.

Terkadang, kepenatan rutinitas harian membuat segala sesuatu yang kita lihat di sekeliling kita menjadi kurang menyenangkan. Seperti ada sesuatu yang hampa, jauh dari dalam hati kita yang kesepian. Kadang, ada hari –hari yang begitu melelahkan dan memuakkan. Dan jika kita hitung dalam beberapa hari yang sudah dilalui selama usia kita hidup di dunia, berapa banyak yang bisa kita ciptakan menjadi lebih menyenangkan –setidaknya, untuk diri kita sendiri ?

Kita  bisa meciptakan hal  -hal yang menyenangkan. Ya, demikianlah. Dan Allah menciptakan berbagai keindahan yang bisa kita nikmati untuk menstimulasi sugesti rasa senang kita terhadap kehidupan kita sendiri, terhadap hari –hari kita yang terasa makin sulit.

Pelangi di hari itu, saya berterima kasih kepada Allah yang telah meciptakannya, dia membuat hati saya berwarna. Sebagaimana berwarnanya perasaan pada beberapa hari ke belakang. Dan hari itu, walau sebentar, rasanya melihat pelangi telah melenyapkan sedikit rasa sedih. Ternyata pun, saat cuaca tak menentu dan ekstrim seperti ini, dalam sore yang biasanya selalu mendung atau hujan –ada pelangi di langit itu. Dia membuat langit tak terlihat monoton dan abstrak dengan satu warna.

Apakah kala itu di langitmu juga ada pelangi? Kapan terakhir kali kau melihatnya ?

[Gambar dari sini]

One thought on “P e l a n g i

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s