Wanita cantik untuk Pria Tampan, dan sebaliknya ?

Kita selalu saja, selalu dan selalu, menginginkan yang terbaik dalam hal apapun. Seperti apapun diri kita, pasti selalu menginginkan yang terbaik. Itu sudah fitrah, dan itu tidak apa –apa. Sebab sebuah cita –cita dan harapan akan membuat kita terus berusaha dan berkembang dalam proses pencapaian. Selanjutnya, yang membedakan adalah bagaimana tiap orang menyikapi hasil dari segala yang telah diusahakannya.

Begitu juga dalam kehidupan sosial, wanita dan pria. Terlepas dari harapan –harapan untuk mendapatkan pasangan yang berkepribadian baik (shalih/ shalihah), kita juga mengharapkan seseorang yang memiliki fisik yang baik (cantik/ tampan). Nah, dimana kita akan meletakkan pilihan ini pada kriteria pasangan yang kita inginkan? Apakah kecantikan fisik menjadi syarat utama, atau akhlak yang menjadi tujuan, atau justru dua –duanya. Namun, yang mesti diingat adalah kriteria ini sering tidak terdapat bersamaan pada satu manusia, dan seringnya kita harus siap memilih salah satunya.

Walaupun kita tidak termasuk golongan cantik atau tampan, tapi kita senang terhadap hal –hal yang cantik/ tampan bukan? Bagi saya sendiri, tidak apa –apa jika kita menginginkan seseorang yang cantik/ tampan walaupun tidak ada orang yang mengakui kita cantik/ tampan, atau bahkan kita sendiri tidak merasa kalau kita cantik/ tampan.

Saat saya membaca sebuah statement di status fesbuk seorang teman seperti ini, ”..ada seorang laki –laki pendek yang tidak ganteng ingin kawin dengan seorang wanita cakep, bagaimana caranya?’.

Saya jadi ingat sebuah dongeng (ah ya, ingatlah, ini hanya dongeng. Imajinatif) berlatar belakang perjuangan kemerdekaan indonesia tahun 1940-an. Tokoh heroik dalam dongeng tersebut seorang laki –laki yang sangat tangguh, berkepribadian baja, dan berjiwa pahlawan. Namun, jangan berharap penggambaran karakternya sebagai seorang laki –laki tinggi – gagah –tegap, melainkan laki –laki sangat pendek, agak gemuk, miskin, dan jeleknya minta ampun. Namun, ternyata laki –laki itu berhasil menikahi seorang wanita paling cantik di desanya, anak seorang kyai, sholehah, dan sangat terpandang. Sehingga para tamu yang datang kadang mengerutkan dahi karena sepasang pengantin yang duduk di pelaminan bak langit dan bumi (istilah kerennya seperti beauty and the beast).

Apakah laki –laki itu menggunakan semacam pelet (hahaha) ? Atau bagaimana? Ternyata hal menarik dari laki –laki tersebut (bagi si wanita) adalah kepribadiannya. Wajah seperti apapun menjadi tidak penting lagi dibandingkan keluhuran budi dan kebaikan hatinya. Dan karena sudah sangat suka, bagi si wanita, laki –laki itu tampak menjadi yang paling ganteng sedunia. .

Cantik. Tampan. Bukankah itu sangat relatif, tergantung pada siapa dan bagaimana kita melihatnya? Saya menganggap bahwa si x itu sangat ganteng, tapi menurut anda belum tentu kan? Karena mungkin saya memandang si x dengan penuh cinta, jadi segalanya menjadi terlihat lebih baik walaupun orang lain tidak menganggapnya demikian.

Cantik/ tampan yang seperti apa? Apakah yang seperti budaya standar di dunia sekarang ini; tinggi, putih, langsing? Saya pikir, jika kita melihat setiap pasangan melalui sudut pandang orang yang mencintainya, maka setiap wanita dan pria itu adalah cantik dan tampan. Tidak ada yang jelek. Jika kita berpikir bahwa kita cantik, maka kita cantik. Begitu menurut saya.

Karena setiap diri kita memiliki kelebihan, maka sebetulnya kita akan selalu bisa berusaha lebih baik dari apa yang dapat kita pikirkan. Saat kita bisa mengeluarkan kelebihan –kelebihan itu, maka orang lain akan melihatnya sebagai sesuatu yang istimewa karena mereka tidak memilikinya.

Pun karena setiap diri kita memiliki kekurangan, berarti kita mesti belajar menghargai orang lain. Bersyukurlah andai kita bisa mencintai melalui segala kelebihan dan kekurangan itu.

Jadi bagaimana caranya supaya kita bisa mendapatkan pasangan yang cantik/ tampan? Maka mulailah dulu dengan mencintai. Mencintai setiap kebaikan dan kekurangan pada orang lain.

Yang lebih penting dari semua itu, bahwa kecantikan fisik tidaklah abadi. Rasa cinta/ kasih yang muncul dari kecantikan fisik, maka seperti kecantikan itu sendiri, akan cepat pudar, begitu kata seorang tokoh dunia (maaf, saya lupa namanya).

13 thoughts on “Wanita cantik untuk Pria Tampan, dan sebaliknya ?

  1. Ternyata hal menarik dari laki–laki tersebut (bagi si wanita) adalah ke-PRIBADI-annya.

    Nah, jadi… para kaum Adam, ini menjadi catatan berharga bagi kita semua. Yang disukai perempuan dari kita—laki-laki—ternyata bukan apa-apa, melainkan hanya ke-PRI-BA-DI-an kita. Jadi………………….

    segera milikilah rumah PRIBADI, kendaraan mobil PRIBADI, perusahaan PRIBADI, segalanya PRIBADI, niscaya, kaum hawa akan tertarik.

    *tafsir-semena-mena.com*

    Like

  2. hmm.. alhamdulilah istriku cantik meski aku sendiri tak merasa tampan, dan tanpa pelet lho..😆

    bener, poin pentingnya adalah bahwa cantik-tampan dan ukuran fisik lainnya, semua itu relatif..

    Like

  3. semua perempuan itu cantik, dan laki-laki itu tampan (kecuali bishounen :oop: ) *eh*😆
    IMHO, cantik-tampan itu cuma ukuran yang relatif, berkerbang bersamaan dengan zaman dan tend beserta gembar-gembor produsen kosmetik yang mengiklankan sesosok perempuan cantik:mrgreen:.

    Like

  4. @Lee
    ada pencerahan lain ga nih? :p

    @rizal
    cukup menghibur? emang saya lagi hibur menghibur ya? tapi syukurlah klo anda merasa terhibur🙂

    @mamung
    hehe, memang demikian. istri akan sangat cantik menurut kita karena kita mencintainya kan?
    orang lainpun begitu pada istri2 mereka.

    @sweetmartabak
    jadi, standar sekarang masih : tinggi, putih, langsing kan?😆

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s