Kenapa ?

Kenapa?

Itulah yang selalu kutanyakan kepada Tuhan, akhir -akhir ini.

Ya, kenapa, wahai Tuhan?

Kenapa?

Kenapa?

Kenapa?

Akan aku cari jawabannya meskipun membutuhkan waktu bertahun -tahun lamanya.

Aku bertanya -tanya, kepada-Mu, kenapa semua ini harus aku yang mengalaminya? Kenapa ada orang yang kukasihi dan kusayangi sepenuh hati tapi tak sedikitpun dia mendengarku dan merasakan apa yang kurasakan?

Kenapa?

Tapi, belakangan, aku tidak lagi bertanya pada Tuhan.

Aku bertanya pada diriku sendiri, kenapa?

Aku belum tahu.

Belum.

Dan aku pasti akan tahu, nanti.

7 thoughts on “Kenapa ?

  1. Itu disebabkan karena kita selalu melihat dari sudut kita. Kita menyukai, ia tidak (belum) menyukai. Dari sudut pandang kita: Tidak adil! Dari sudut si dia: Tidak adil juga kalau saya harus mencintainya sementara saya tidak mencintainya, kenapa semua orientasi harus berdasarkan dirinya? Dari sudut pandang netral: Itulah hidup. Kita tidak bisa selalu mendapatkan apa yang kita dapat dengan mudah. Jikalau kita mau sesuatu, terkadang kita harus berjuang sekuat tenaga!πŸ™‚ Itulah keadilan versi kehidupan yang netral.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s