Under The Rain

Beberapa hari kemarin, hujan turun setiap hari. Dan, hari ini pun demikian. Tetapi hari ini, rasanya hujan sangat berbeda. Hujan, apapun adanya,selalu menawan saat turunnya. Hujan yang ini menyembuhkan luka. Luka memang belum mengatup lama, masih merah bekas darah, tetapi hujan menguapkan sedikit rasa sakitnya. Dia menyapukannya dengan lembut dan menyembunyikannya di langit.

aku selalu merindukan hujan. Tak peduli pada warnanya, aku inginkan ia datang, supaya aku bisa melihatnya keluar dari sela -sela langit. Airmu indah serupa bulan pada malam -malam yang minim cahaya. Di bawahnya, aku membiarkan diriku tersiram sempurna. Aku ingin menguap menjadi bagian dari tetes -tetes kecilmu, jatuh ke bumi, dan memberikan kehidupan. Aku rindu sepenuh hatiku. Tapi kau tak pernah mendengarkanku.

Beberapa waktu ini, aku selalu membawa payung dan berdiri menemuimu, menunggu sesuatu. Turunmu selalu mengembalikan cerita yang tersimpan jauh di dalam pikiranku, dan seluruh ingatan -ingatanku pada orang yang kucintai. Aku menunggu satu suara menggema melaluimu. Aku menunggu, dan terus menunggu di bawah guyuranmu.

Tetapi sekarang, aku ingin pulang. Wahai hujan, aku ingin pulang. Bisakah kau membawaku kali ini, menguap bersamamu saat kau berhenti hari ini, digantikan cahaya terang benderang matahari. Matahari akan melenyapkanmu.

Aku ingin pulang. Aku hanya ingin pulang.

4 thoughts on “Under The Rain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s