Tetap pe-de dan segar tanpa deodoran

Sejak mulai memperhatikan kondisi tubuh, salah satu hal penting yang saya jaga adalah bagaimana agar tubuh tetap segar dan tidak bau walau telah beraktivitas seharian. Apalagi sejak kecil, ibu saya selalu mewanti -wanti bahwa sebagai seorang wanita patutlah kita menjaga tubuh dan penampilan sebaik -baiknya. Walau sebetulnya ini tentu berlaku dengan tidak membedakan jenis kelamin, tapi tetap saja perempuan itu harus selalu wangi dan rapi, begitu katanya.

Nah, untuk menjaga bau-bauan ini -terutama pada daerah ketiak, biasanya saya memakai deodoran. Awalnya saya pakai yang sejenis bedak, tapi kurang efektif jadi beralih ke kemasan yang lebih praktis. Walaupun pada saat itu saya diberitahu beberapa teman bahwa sebenarnya deodoran tidak terlalu bagus buat kesehatan. Salah satu contoh artikel tentang ini bisa dilihat di sini.

Tapi belakangan ini, setelah lebih peduli lagi pada kesehatan dan tekad saya untuk kembali pada hal -hal yang alamiah, saya memutuskan untuk tidak memakai deodoran lagi. Lha, lalu bagaimana mengatasi bau- bauan yang tidak sedap di ketiak?

Saya memakai air. Kok bisa? Ya, kata seorang teman, air itu adalah parfum alami wanita. Awalnya saya tidak terlalu pede dan takut bahwa jika tidak memakai deodoran dan berdekatan dengan orang, akan terjadi hal yang tidak enak karena sudah terbiasa memakai deodoran, tapi ternyata tidak. Bahkan saya merasa tetap fresh dan tidak ada bau apapun.

Itulah. Mandi sehari 2 kali. Itu highly recommended, secape atau sesibuk apapun sehabis kerja, harus mandi. Tentu mandi yang berkualitas, jangan cuma asal basah  karena kedinginan. Pakai sabun dengan benar, mengganti pakaian setiap hari (sekali pakai), apalagi untuk pakaian dalamnya, diganti sehari minimal dua kali (untuk celana dalam). Sesederhana itu saja; sering mandi. Apalagi diselingi dengan wudhu, jadi lumayan bisa me-refreshkan muka.

Kedua, bisa dibantu dengan memakai minyak wangi atau cologne dibaju. Jangan berlebihan tentu saja, dipakai secukupnya saja, dan disemprotin di atas baju. Tidak pakai cologne juga tidak apa-apa sebenarnya, karena itu juga termasuk bahan kimiawi, tapi untuk membantu me-wangikan, ya bolehlah dipakai secukupnya.

Nah, sekarang saya sudah terbiasa lepas dari deodoran, dan nyaman -nyaman saja rasanya. Lebih nyaman malah. Tanpa protes dari orang di sekeliling tentang bau -bauan tidak sedap.

Ada yang sudah terbiasa tidak pakai deodoran juga? Kayaknya banyak ya sebenarnya yang sudah tidak pakai deodoran.

4 thoughts on “Tetap pe-de dan segar tanpa deodoran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s