Saya bermimpi menghentikan perang

Saya berdiam diri sejenak, memikirkan, bagaimana seorang  wanita penakut seperti saya bisa menghentikan perang? Itu adalah suatu hal yang bombastis  sekali. Katanya, perang bisa dihentikan dengan cinta. Dan ya, saya juga setuju. Walaupun itu terdengar sangat klise.

Saya bukan seorang jurnalis perang yang mengelana dari berbagai peperangan, atau aktivis kemanusiaan yang pernah berada dalam peperangan. Namun, di suatu hari pada saat saya masih remaja, saya menemukan koran bekas di dapur tentang jurnalistik. Di situ ada beberapa foto dalam peperangan oleh para jurnalis terkenal dunia, saya lupa tepatnya. Guntingan korannya yang saya kliping sejak itu sudah rusak dan hilang. Dan, mulai saat itulah saya memikirkan tentang perang.

Saya bermimpi, bagaimana caranya menghentikan perang. Gambar peperangan  selalu menyedihkan dan penuh kematian. Tapi saya baru bisa bermimpi saja. Karena motif -motif perang bisa sangat beragam, saya mesti tahu dulu kenapa perang bisa terjadi. Tetapi apa yang saya pikirkan tidak se-bombastis perang itu sendiri. Perang kebanyakan terjadi karena ada hal -hal yang berbeda pada manusia. Jika saja semua orang bisa menghargai perbedaan tersebut, belajar dari semua perbedaan, apakah pelan -pelan perang bisa dihentikan?

Saya berpikir sesederhana itu saja.

4 thoughts on “Saya bermimpi menghentikan perang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s