Diet untuk sehat, Langsing itu Bonus

Dulu saya selalu berpikir bahwa diet itu hanya untuk orang gemuk –untuk mengecilkan ukuran badan; menjadi langsing atau kurus. Jadi, orang kurus tidak perlu diet segala –lha apa yang mau di-diet-in? apa yang mau dikecilin, sudah kecil begitu seperti saya, huhu. Makanya saya selalu mengejek –ejek orang yang tubuhnya kelihatan proporsional, tapi sedang menjalankan diet. Saya selalu berkata, “lha, buat apa diet? Kamu gak gemuk kok. Menyiksa diri aja tau !”

Menyiksa diri. Ya, kalau dietnya diartikan dengan tidak makan atau mengurangi porsi makan secara ekstrim, itu memang menyiksa. Tapi diet itu tidak berarti tidak makan ‘kan?

Belakangan ini saya banyak belajar pada seorang teman di kantor yang sedang rajin ber-diet untuk kesehatan tubuhnya. Beliau mengatakan “diet itu tujuannya untuk sehat. Sedangkan kalau dari proses diet itu kita menjadi langsing atau kurus, itu bonus”. Jadi, diet yang benar itu ditujukan untuk sehat, bukan hanya tentang ukuran tubuh yang ideal. Kalaupun ukuran tubuh sudah ideal tapi tidak sehat, malah percuma juga kan?

Teman saya di kosan pun sedang rajin berdiet –wah saya dikelilingi oleh orang yang sedang diet nih. Tapi teman saya yang ini lebih cenderung menginginkan tubuh yang ideal dan langsing, walaupun tetap menjalankan diet biasa yang tidak ber-efek pada kesehatan tubuhnya. Kelihatannya sih begitu.

Kenapa kita perlu diet, baik itu orang gemuk atau kurus?

Tubuh kurus itu bukan jaminan sehat, setuju kan? Bisa saja kurus-nya tubuh kita isinya bukan daging tapi lemak semua. Inilah yang berbahaya. Teman -teman saya melakukan tes kesehatan LBA (Life Blood Analysis) untuk mengukur kadar kolesterol, asam urat, dll dalam darah. Hasil dari tes ini akan memperlihatkan apakah tubuh kita cukup sehat secara keseluruhan atau tidak. Orang yang kurus pun belum tentu sehat, bisa jadi tingkat kolesterolnya tinggi. Dan salah satu efek yang cepat terlihat dari tingginya kolesterol adalah pegal -pegal di sekitar bahu, bahkan sampai tidak bisa menoleh atau menggerakkan leher.

Teman saya pun sempat shock mengetahui hasil tes LBA-nya, dan kemudian memutuskan untuk diet dengan mengubah pola makan. Pola makan inilah yang sebetulnya sangat berpengaruh pada kondisi tubuh. Jadi, biasakanlah mengkonsumsi makanan yang sehat dan baik. Secukupnya. Agar tubuh kita memang benar -benar sehat dengan imunitas yang bagus.

Berikut adalah masukan -masukan dari teman yang sedang diet dalam mengubah pola makan dan pola hidupnya secara perlahan -lahan. Mungkin sudah tidak asing karena sering disarankan oleh para ahli gizi, dokter, atau di banyak tips diet, tapi saya hanya mengingatkan saja :

  1. Kita tidak dilarang untuk memakan makanan yang kita sukai, tapi untuk kandungan lemak yang tinggi atau peningkat kolesterol, sebaiknya diminimalisir. Silakan makan, tapi batasi misalnya sebulan sekali saja.
  2. Kurangi jajan. Misalnya makananan fast food atau junk food. Sudah diketahui umum bahwa makanan instan seperti ini tidak sehat. Bahkan juga tidak berprestise, walau kebanyakan orang masih menganggap bahwa makan di tempat seperti ini amat keren. Dan jangan lupa, KURANGI MAKAN GORENGAN (semacam bala -bala, gehu, pisang goreng, dll) apalagi yang dibeli di warung -warung. Walau sepertinya sepele, tapi gorengan semacam ini bisa sangat berbahaya karena bisa meningkatkan kolesterol.
  3. Perbanyak minum air putih, sayur, dan buah.
  4. Tetap berolahraga. Minimal olahraga formal seminggu sekali. Atau bisa sambil jalan kaki ke tempat kerja atau kemana saja, atau sambil beres -beres di pagi hari. Pokoknya banyak menggerakkan tubuh.
  5. Istirahat tidur yang cukup. Tidak merokok dan tidak mengkonsumsi obat terlarang.

Ini tentu secara umum saja, untuk segala usia. Dengan usia yang semakin uzur, tubuh pun makin uzur dan butuh perawatan ekstra. Tapi alangkah lebih baiknya jika sejak muda kita menjaga tubuh kita. Ga ada ruginya juga kan? Untuk diet yang khusus yang ditangani dokter atau ahli gizi, tentu akan lebih banyak aturan lagi.

Sayangi dirimu. Itu bisa dimulai dengan menyayangi tubuhmu. Karena apapun yang terjadi pada tubuh, kita juga yang merasakannya nanti. Tubuh adalah titipan, jadi semestinya kita jaga agar tetap baik. Rasulullah mengatakan, “makanlah saat lapar, dan berhentilah selagi belum kenyang”. Ini tentu sehat sekali, tapi tambahan pentingnya adalah; kontrol atau aturlah apa yang kau masukkan dalam tubuhmu.

Selamat menjadi lebih sehat ^_^

5 thoughts on “Diet untuk sehat, Langsing itu Bonus

  1. wew…jangan dibiarkan itu maag, mas ghani. klo dan kerasa kan ga enak banget.
    olahraga klo ga dipaksain emang bikin malas, tapi seminggu sekali mah ya usahain lah…hehe, saya juga masi bolong2 kok..kadang cuma jalan dowang..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s