Mencintai, semestinya tidak pernah melelahkan

Lupakan segala obsesi dan ambisimu
Akhiri semuanya cukup sampai disini
Dan buktikan pengorbanan cintamu untukku
Kumohon kau kembali

(Aishiteru. Zivilia)

Saat mendengarkan lagu dengan lirik diatas itu, saya jadi tercenung memikirkan sesuatu. Kenapa kalimat itu terdengar egois ya? Kenapa kita harus memintanya untuk begini dan begitu padahal kita mencintainya? bukankah semestinya kita mendukung untuk apapun kebahagiaan orang yang kita sayangi ? bukankah mencintai berarti membebaskan dia untuk menjadi dirinya sendiri ?

Ketika saya menyukai seseorang, lalu memikirkan bahwa alangkah lebih bahagianya jika orang itu pun menyukai saya. Alangkah senangnya jika dia membalas perhatian kita. Alangkah lebih senangnya jika dia selalu menjawab sms saya. Alangkah lebih senangnya apabila dia bisa menjadi sesuai yang saya inginkan. Lalu saat semuanya tidak menjadi kenyataan, maka saya merasa mulai lelah. Amat melelahkannya memikirkan hal itu. Mencintai itu amat melelahkan.

Mengapa begitu lelah menyukai seseorang?

Itu karena kita terlalu banyak menginginkan balasan atau respon dari orang yang kita sukai. Bisakah kita tidak menginginkan apapun saat kita jatuh cinta? Bisakah kita tidak menginginkan untuk selalu bicara dan berdekatan dengannya? Bisakah kita tidak berharap untuk selalu diperhatikan olehnya, dalam hal sekecil apapun? Bisa, tentu saja. Tetapi amat sulit. Walaupun kita bisa menahannya, tetapi pikiran kita tetap bekerja mengharapkannya. Dan kita pun menjadi amat lelah karenanya. Lalu, kita juga akan menjadi sangat sulit melepasnya, karena terbiasa dengan kehadirannya.

Semestinya, bukankah mencintai itu tidak pernah melelahkan? Mencintai itu semestinya adalah bagaimana kita bisa memberi hal terbaik untuk orang yang kita sayangi. Tidak akan melelahkan jika kita tidak mengharapkan apapun darinya, toh karena kita tak kan bisa meminta atau mengatur dia untuk mengabullkan semua keinginan kita. Mencintai semestinya menjadi energy positif bagi diri kita sendiri, untuk juga bisa menjadi lebih baik dan terus berkembang.

Tetapi, pada dasarnya, manusia memang egois, bukan ? saya juga egois. Karena seringnya saya juga menginginkan banyak hal dari orang yang saya sukai, pun itu cuma sebatas balasan sms atau sedikit perhatian. Walaupun kita tahu bahwa keinginan itu akan sia –sia saja. Memikirkannya akan semakin banyak membuang energy saja. Menangis hanya akan menambah kesedihan tidak jelas yang melemahkan.

Bisakah kita mencintai saja, tanpa merasa lelah? tanpa berharap ?
Saya ingin.

(Untuk ade)

13 thoughts on “Mencintai, semestinya tidak pernah melelahkan

  1. teteh, ade hanya perempuan biasa.
    mungkin jg karna ade msh belum dewasa (msh berproses ksna) gamang jadinya saat dihadapkan pd kosa kata “cinta”. jadi tak tau mana yg benar mana yg salah. terlebih, tak tau harus bagaimana.
    😥
    dan ya, teteh, ade takut..

    Like

  2. kalau lelah ya istirahat
    kalau sia-sia ya ditinggalkan
    kalau candunya yang tidak menyehatkan ya berhenti

    *menggampangkanmasalahtanpaempati*

    Like

  3. @ade
    Kita punya ketakutan yg sama. Ah, lanjut japrian aja ya?

    @mas teguh
    Tdk perlu empati. Tp bukankah dg menggampangkn bgtu tetep lelah juga? Tdk semudah itu. Makanya dialihkan jd positif aja biar ga lelah. Dinikmati prosesnya ^^

    Like

  4. Tidak akan melelahkan jika kita tidak mengharapkan apapun darinya, toh karena kita tak kan bisa meminta atau mengatur dia untuk mengabullkan semua keinginan kita

    is that the way you define the term of loving? as for me, loving is a win-win relationship. we dont speak about altruism or being altruistic in loving.

    take and give, lah pokoknya. berkorban? perlu. banget. karena jika engkau berkorban untuknya, diapun akan berkorban untukmu

    =)) =)) =))

    *demamtinggijumatpagi*

    Like

  5. berkorban untuknya? tentu, tapi bukan brarti kita mengharap untuk dibalas kan? berharap dia berkorban juga untuk kita. karena klo dia ga berkorban juga buat kita dan kita malah berharap terus, lah jadi cape kan? kan ga smua orang bisa membalas apa yg kita rasakan/ inginkan ^_^

    *kasihesbatu*

    Like

  6. berkorban untuknya? tentu, tapi bukan brarti kita mengharap untuk dibalas kan?

    mutlak. itulah mengapa saya menyebutnya win-win relationship. i witnessed, and also experienced how loving succumb to death when it doesnt take and give each other😐

    karena klo dia ga berkorban juga buat kita dan kita malah berharap terus, lah jadi cape kan?

    bertepuk sebelah tangan. itu definisi versi saya

    kan ga smua orang bisa membalas apa yg kita rasakan/ inginkan

    tentu saja yang saya omongkan dan yang saya maksud adalah dalam taraf yang proporsional. ini ibarat masalah komunikasi, mengirim sms dan mendapat jawaban😛

    Like

  7. –kuro-san–
    jadi yang mas kuro bicarakan ini klo memang sudah terjadi/ada hbubungan kan? klo yang saya maksud itu lebih pada perasaan sepihak yg memang tak bisa dipaksakan. hehe *teuteup*

    –fitrimelinda–
    begitulah ^^

    Like

  8. wah.. biasanya kalo ada yg bilang ‘cinta itu tidak harus memiliki’ kalo ga patah hati ya bertepuk sebelah tangan.

    jadi inget liriknya Efek Rumah Kaca,
    “kita berdua hanya berpegang tangan tak perlu berpelukan
    kita berdua hanya saling bercerita tak perlu memuji
    kita berdua tak pernah ucapkan maaf tapi saling mengerti
    kita berdua tak hanya menjalani cinta tapi menghidupi

    ketika rindu mengebu2 kita menunggu, jatuh cinta itu biasa saja

    kita berdua tak pernah ucapkan maaf tapi saling mengerti
    ketika rindu mengebu2 kita menunggu, jatuh cinta itu biasa saja

    saat cemburu kan membelenggu cepat berlalu jatuh cinta itu biasa saja”

    salam

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s