Aku tidak memerlukah hadiah itu !

Seorang wanita berkata pada teman laki-lakinya, setengah bercanda- dalam rajukan khasnya, “aku ingin hadiah…. sudah lama tak ada yang memberikan hadiah padaku….” wajahnya bermuram durja, seakan dunia tak pernah berpihak padanya. Seolah -olah ia yang paling menderita di dunia.

“Hadiah?”

“iya… mau memberiku hadiah tidak?”

Laki -laki itu tersenyum geli, “beneran mau hadiah? memangnya mau hadiah apa?”

“iya, mau. Mau banget. Hm… pokoknya hadiah. Darimu tentu akan menyenangkan” wanita itu tiba -tiba menjadi sangat sumringah. wajahnya cerah ceria kembali. Hatinya berbunga -bunga.

“kalau kamu ingin hadiah, baiklah. Akan kuberikan sebuah hadiah untukmu” jawab temannya dengan mantap dan penuh percaya diri.

“Benarkah??? wah…asik! Aku mau. Mau !! Hadiah apa? Mana?”tanyanya dengan tidak sabar. Seperti seorang anak kecil yang diiming -imingi permen lolipop oleh ibunya.

“Nanti dululah. Aku harus mempersiapkan hadiahnya kan. Kalau sudah siap, nanti pasti aku kasih tau, dan langsung kuberikan padamu”

“Oke! Kutunggu ya” wanita itu merasa amat senang.
Tapi beberapa saat kemudian, ia tertegun diam. Seperti baru menyadari sesuatu.

“Kenapa?” tanya temannya.

“Eh, maaf ya. kok aku jadi merepotkan. Padahal tadi aku bercanda aja kok, minta hadiahnya. Maaf ya…jadi ga enak nih..tiba -tiba minta hadiah…”

“haha, ga apa-apa. Santai saja”

“Oke deh”

Beberapa minggu setelah itupun berlalu. Hari demi hari, wanita itu menunggu dengan hati berdebar -debar. Apakah gerangan yang akan diberikan oleh temannya tersebut? hadiah seperti apa? ia sungguh tak sabar menanti datangnya hari dimana hadiah itu akan diberikan padanya. walaupun kesibukan sering membuatnya terkapar, tapi setiap bangun dipagi hari yang dingin dan sunyi, ia selalu bertanya dalam hatinya “apakah hari ini ia akan memberikan hadiah itu?”

Sampai pada suatu hari, sesudah agak lama, wanita itu pun bertanya pada temannya tersebut dengan tidak sabar, “jadi kapan aku dapat hadiah?”

“tenang sajalah. Sebentar lagi kukabari kok. kamu tenang saja, ya. Tunggu saja, sabaaar”jawab temannya.

Ia pun menunggu lagi. Sampai rasa bahagianya menguap. Dan pelan -pelan ia mulai merasa sedih. Ia pikir bahwa mungkin sebenarnya, temannya itu tidak pernah benar -benar akan memberinya hadiah. lagipula, bukankah ia sendiri yang memintanya, bukan?

“Sabar, kenapa sih? kan sudah kubilang buat menunggu saja. Ga sabaran amat sih”kata temannya.

“Sampai kapan?”

“Pokoknya nanti pasti kukabari deh”

hari -hari yang lebih lama dari itupun sudah berlalu. Tidak ada hadiah. Tidak ada apa -apa. Wanita itupun menangis sedih, merasa dipermainkan. Terasa seperti mengharapkan sesuatu yang amat bodoh. Terkadang, sesuatu yang ditunggu beserta harapan -harapan yang terlalu mengawang akan terasa lebih menyedihkan saat tidak menjadi kenyataan. Ia menginginkan hadiah itu. Sangat menginginkannya.

Tapi, untuk apa ia menginginkannya? Apakah hadiah itu sesuatu yang penting, baginya, saat itu? Wanita itu bertanya -tanya sendiri dalam hatinya. Dalam beberapa hari ia terus berpikir, dan akhirnya ia sampai pada suatu kesimpulan yang bisa mengobati perasaannya sendiri.

Aku tidak memerlukan hadiah itu, pikirnya. Tidak dari temannya tersebut, atau dari siapapun. Baginya sekarang, lebih penting untuk memberikan hadiah saja daripada menerimanya, apalagi meminta. Mungkin, itu saja sudah cukup, pikirnya. Ia tidak membutuhkannya.

Maka, pada saat temannya itu menghubunginya mengenai hadiah yang sudah pernah dijanjikan, dengan mantap ia berkata, “maaf, aku tidak menginginkan hadiah itu!”

12 thoughts on “Aku tidak memerlukah hadiah itu !

  1. sayang sekali, andai gadis itu mau sedikit bersabar yah? tapi memang sih, pemberian akan terasa lebih indah saat seseorang memberikannya tanpa kita minta (kejutaaaann!!)

    ah, andai gadis itu tau suka citanya melihat seseorang yang kita hadiahi bersyukur & senang dengan hadiah kita. tentu ia tak akan berharap “dihadiahi” sesuatu oleh kawannya. tentu ia justru akan lebih senang “menghadiahi” sesuatu, pd kawan lama, pada sahabat, rekan kerja, pd siapa saja..

    ah, sayang sekali..

    Like

  2. Maka, pada saat temannya itu menghubunginya mengenai hadiah yang sudah pernah dijanjikan, dengan mantap ia berkata, “maaf, aku tidak menginginkan hadiah itu!”

    si teman berkata : ” meski kau sudah tidak menginginkan hadiah itu, sebagai seorang ksatria, ijinkan aku menunaikan janjiku, saat ini”😎

    Like

  3. Keputusan yang tepat!

    Kurasa dia benar, sebenarnya dia tidak memerlukan hadiah itu. Dan keputusannya untuk berbalik menjadi yang memberi, itu luar biasa!

    Btw, ada yang bilang: semakin banyak kita memberi, semakin banyak yang kita dapat.🙂

    Like

  4. Siiip. Bener itu Teh.
    Kalo kata orang sini, nggak dapet hadiah juga nggak gatel-gatel! Nggak usah mengharap dari sesuatu yang tidak bisa diharapkan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s